PAX Prime 2013: Live Demo Dragon Age Inquisition, Tampilkan Gameplay Strategi ala XCOM

Akhir Agustus kemarin melalui Penny Arcade Expo Prime di Seattle, BioWare mengundang media untuk menikmati demo Dragon Age: Inquisitionseri baru di tengah franchise Dragon Age, sealigus sekuel Dragon Age: Origins dan Dragon Age II. Melalui demo tersebut, BioWare menunjukkan seperti apa setting dunia open world-nya yang diklaim lebih luas, dan elemen baru di tengah gameplay-nya, yang juga menuntut karakter untuk berpikir startegis agar bisa memenangkan pertarungan.

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, BioWare mengkombinasikan elemen terbaik Dragon Age: Origins dan Dragon Age II untuk Inquisition. Hasilnya dalam Dragon Age ketiga ini BioWare yang mengaku juga terinspirasi game open world lainnya seperti The Elder Scrolls V: Skyrim. Sehingga kini dunia yang kamu jelajahi dibuat lebih luas (perbandingannya, empat kali lebih luas dari Ferelden dari Dragon Age pertama), walaupun tidak sepenuhnya open-world. Dalam demo diperlihatkan pegunungan Crestwood yang hijau dan sangat luas, hingga Deep Desert yang tandus, menghiasi salah satu dari banyak wilayah Thedas, dunia fantasi yang juga menjadi setting kedua prekuelnya.

Ketika kamu menjangkau area yang berbeda, kamu perlu berhati-hati, karena level musuh tidak disesuaikan dengan karakter. Jadi ketika kamu mencapai area dengan musuh yang sangat kuat, bisa saja mereka membungkam team karaktermu dalam hitungan detik seandainya kamu malas menaikkan level. Lain lagi ceritanya seandainya kita kembali ke area lama, grinding untuk menaikkan level, atau dan kembali ke area dengan musuh yang kuat tadi.

Inquisition akan melanjutkan event yang digambarkan dalam novel pendukung Dragon Age: Asunder, dimana perang saudara antara pihak yang setia dengan Empress yang berkuasa, melawan kelompok bangsawan, pecah di  Orlais. Bersamaan dengan itu, Circle of Magi juga memberontak, pasca event dari Dragon Age II, dan  Templar Order yang memisahkan diri dari Chantry pun juga mengobarkan perang mereka sendiri melawan para mage.

Dari pernyataan BioWare ketika mengkonfirmasikan game ini, mereka akan merubah sedikit gameplay-nya, dengan terfokus pada ability karakter untuk menyiapkan, mengatur posisi dan membentuk team yang solid, lebih memaksa kita berpikir mengatur strategi dibandingkan berulang menekan tombol. Demo terbaru yang diberikan BioWare menjelaskannya, dimana kamu bisa mem-pause game kapan saja, dan menggunakan waktu selama mem-pause game dalam tampilan isometrik untuk mengatur team yang kamu kendalikan dengan sudut pandang kamera yang disorot dari atas — seperti versi PC Dragon Age: Origins.

Mudahnya, sama seperti bagaimana kita mengatur team dalam tipikal game strategi seperti XCOM. Kamu bisa beralih mengendalikan salah satu anggota team kapan saja, atau mengatur ulang setiap aksi anggota team-mu, menempatkan jebakan, dan kemudian kembali membiarkan strategi yang kamu atur tadi dieksekusi selama pertarungan. Kamu bisa kembali melihat perintahmu dijalankan karakter lain dalam tampilan standar third-person camera, atau tetap dalam tampilan overhead dan melihatnya terjadi dari atas, semua perintahmu sebelumnya dijalankan real-time, sambil terus memberi perintah baru ke party, sampai semua musuh tewas.

Selain pertarungan yang lebih berkesan strategi, kamu juga masih dihadapkan pada opsi yang berbeda dari setiap pilihan/tindakan yang kamu ambil. Dalam demo selama PAX Prime ditunjukkan seperti ketika karakter berada di dalam jurang yang sebelumnya dipenuhi gas beracun, bisa dijelajahi dengan normal setelah gasnya kamu bersihkan, namun langkah tersebut justru juga membuka area yang benar-benar berbeda dibandingkan dengan membiarkannya dalam keadaan semula. Ditambah lagi setelah pertarungan besar party karakter tidak lagi bisa auto-heal, maka kamu perlu dengan baik mengatur item penyembuh selama menjelajahi area-area baru.

Pilihan lain yang disuguhkan developer untuk kita adalah opsi untuk mengimpor data save dari kedua game sebelumnya, dengan keputusan yang kamu ambil dalam prekuelnya akan berpengaruh di sini. Selain itu, unsur kustomisasi karakter juga diperluas di sini. Equipment akan menyesuaikan dengan karakter yang kami beri item tersebut. Jadi memberikan breastplate yang sama pada dua orang karakter, maka bentuk pelindung tubuh itu akan berbeda. Selain itu kustomisasi armor kini bukan sekadar mengubah warna dan polanya saja.

Dragon Age: Inquisition akan dirilis akhir tahun 2014 mendatang untuk PC Windows, PS3, PS4, X360 dan X1. Lebih jelasnya mengenai gameplay Inquisition, bisa kamu lihat trailer gameplay berikut.

Dragon Age 3 Inquisition Gameplay

PAX Prime 2013: Live Demo Dragon Age Inquisition, Tampilkan Gameplay Strategi ala XCOM

Akhir Agustus kemarin melalui Penny Arcade Expo Prime di Seattle, BioWare mengundang media untuk menikmati demo Dragon Age: Inquisition. Melalui demo tersebut, BioWare menunjukkan seperti apa setting dunia open world-nya yang diklaim lebih luas.

Abaikan


SHARE
Previous articleDuniaku INAICTA Showoff: Anantarupa Studios
Next articleIFA 2013: Acer Siapkan Liquid S2, Snapdragon 800 Pertama yang Mampu Merekam Video 4K
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.