BlackBerry Akan Segera Dijual, Dengan Target November 2013. Microsoft Yang Akan Membelinya?

Bulan lalu kita mengetahui jika dewan direksi BlackBerry yang berusaha mempertahankan eksistensi perusahaan, mengajukan beberapa alternatif solusi, seperti melakukan joint venture, membentuk partnership dengan investor atau perusahaan lain, dan opsi lain yang juga disetujui adalah menjual perusahaan tersebut.

Dan tampaknya opsi menjual perusahaan yang bisa jadi menjadi solusi akhir, justru menjadi solusi yang dianggap terbaik oleh para Board of Directors, karena laporan terbaru menyebutkan jika mereka justru ingin mencari pembeli secepatnya sebelum akhir November 2013 ini. Mengutip pernyataan The Verge (berdasarkan laporan The Wall Street Journal), board of director BlackBerry berniat menggelar lelang secepatnya, dengan tujuan menjual perusahaan tersebut November tahun ini.

Menurut WSJ, sebenarnya BlackBerry sudah mengadakan pertemuan awal dengan beberapa pihak yang berpotensi membeli sebagian atau keseluruhan perusahaan tersebut, dan proses penjualannya juga akan segera dimulai. Meskipun belum ada yang menjamin proses penjualan tersebut segera dimulai, namun para Dewan Direksi ingin proses tersebut berjalan secepatnya.

Sebelumnya juga berhembus kabar, bahwa BlackBerry berniat memisahkan layanan BBM mereka dari induk perusahaannya, BlackBerry, dan menempatkan BBM Inc. sebagai anak perusahaan yang berdiri sendiri, dan terfokus untuk mengembangkan BBM multi-platform antara BlackBerry, iOS dan Android, dan menjadikannya sebagai instant messaging yang siap berkompetisi dengan para pesaing seperti WhatsApp, LINE, Kakao Talk atau WeChat.

Pasca rencana Microsoft untuk membeli lini bisnis ponsel/smartphone Nokia berhembus awal pekan ini, sepertinya kabar tersebut makin membuat Dewan Direksi BlackBerry ingin sesegera mungkin menjual perusahaannya, termasuk paten yang mereka miliki — beberapa sumber menilai software dan aset paten BlackBerry bernilai sekitar US $5-milyar. Alasannya bisa jadi karena mereka merasa kehilangan salah satu pembeli potensial.

Sebelumnya muncul kabar, bahwa Microsoft juga berniat membeli BlackBerry. Banyak analis menduga Microsoft ingin mendapatkan pasar pengguna enterprise / perusahaan, yang saat ini terbukti masih banyak memanfaatkan layanan BlacBerry untuk berkomunikasi. Walaupun banyak yang menyangsikan rumor tersebut, namun dengan rencana Microsoft mengembangkan pangsa pasar Windows Phone menjadi 15% lima tahun ke depan menggunakan aset yang mereka dapatkan dari Nokia, plus menjembatani celah antara pengguna enterprise yang mungkin masih belum berminat dengan Windows Phone, Microsoft bisa saja mengambil alih BlackBerry dan memanfaatkan teknologi mereka.

Selain Microsoft, IBM, Lenovo dan bahkan Huawei sebelumnya juga dikabarkan berniat menawar perusahaan Kanada tersebut, walaupun ternyata semuanya memilih pass. Karena itulah, mungkin Dewan Direksi BlackBerry merasa kuatir dan tidak yakin terhadap perusahaannya sendiri, belum bisa menemukan solusi (atau pembeli) untuk mengatasi masalah keterpurukan BlackBerry karena persaingan dengan platform lain seperti Apple dan Goole, dan ingin segera menjual perusahaannya. Namun jika Board of Directors-nya saja juga tidak yakin dengan perusahaannya, lantas apakah ada ya perusahaan lain yang yakin bahwa dengan membeli BlackBerry mereka bisa lebih berhasil memanfaatkan teknologinya ya?

Dan bicara pembeli, seandainya benar Microsoft membeli BlackBerry dan layanan andalannya BBM, sepertinya kita bisa menghapus harapan akan ada BlackBerry Messenger multi-platform. Dan seandainya BBM hanya ada di Windows Phone, maka jelas itu bisa mendukung target Microsoft memperbesar pangsa pasar Windows Phone mereka dalam 5 tahun ke depan.

Sumber: The Verge


SHARE
Previous articleDebut Screenshot Shin Gundam Musou
Next articleMengenal Lebih Dekat Marbel, Jawara INAICTA 2013 untuk Kategori Edugames!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.