[Kuliah Om Jas] Desain Lingkungan Game

Pernahkah memainkan game di mana kita benar-benar ngerasa memasuki dunia gamenya? Begitu indahnya dunia pada game tersebut membuat kita betah berlama-lama memainkan gamenya. Bisa juga kita merasakan suasana yang sangat mencekam pada saat kita bermain game horror. Hal ini tidak terlepas dari desain lingkungan pada game tersebut. Nah, Kuliah Om Jas kali ini akan membahas desain lingkungan game. Yuk kita simak.

Lingkungan (environment) atau latar tempat dalam game merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat penting. Lingkungan yang sesuai akan mendukung konsep gameplay, cerita bahkan karakternya. Pada Game Desain lingkungan sangat dipengaruhi oleh genre game tersebut. Selain genre yang mempengaruhi desain lingkungan adalah konsep cerita dan tema pada game.

Tiap genre game memiliki macam lingkungan yang berbeda-beda. Misalnya pada RPG (Role Playing Game) atau Adventure Game ada World map, Town, Dungeon, Battle Background, Scene Background. Sedangkan pada RTS (Real Time Strategy), Action game atau FPS (First Person Shooter) ada peta medan perang/misi, background cerita, lokasi perang/misi dan lain sebagainya. Jadi setiap genre game memiliki beberapa jenis environment yang akan muncul. 

Setelah kita perlu mengenal beberapa tipe tema lingkungan game yang sering dipakai. Tema-tema lingkungan game ini biasanya didesain sesuai dengan tema gamenya, misalkan kalau gamenya bertema medieval, maka arah lingkungannya akan bertema medieval. Pengembang game sebaiknya meriset hal-hal yang penting mengenai medieval. Baiklah, mari kita mengenali beberapa tema lingkungan game yang paling sering dipergunakan dan tips untuk mendesain lingkungan game dengan tema itu:

1. Reality

Reality adalah lingkungan yang mengacu pada dunia nyata. Pelajari seluk beluk lingkungan di dunia nyata yang akan dimasukkan dalam game. Walaupun detail lingkungan tidak harus persis sama, tetapi setidaknya dapat memancarkan image lokasi tersebut. Contohnya: Jakarta, paling tidak ada Monas. Biasanya, dalam lingkungan bertema reality ini, cukup membuat beberapa titik saja yang dapat dimasuki.

2. Jurassic

Jurassic merupakan lingkungan prasejarah, mengacu pada masa di mana masih ada dinosaurus atau jaman batu dan manusia purba. Desainlah lingkungan dengan mempelajari kondisi alam dan bebatuan. Misalnya bentuk Gua kapur akan berbeda dengan gua kristal. Selain itu kita harus pandai mendesain lingkungan yang terasa kuno namun tetap menarik dengan penggunaan warna-warna alam.

3. Medieval

Medieval merupakan lingkungan dengan alur waktu abad pertengahan, masa-masa kerajaan, naga dan sihir. Desain lingkungan sebaiknya mengikuti desain pada abad pertengahan seperti kastil/benteng. Desain banyak menggunakan bahan-bahan kayu dan lingkungan yang masih hijau, bisa juga desain desa di dalam hutan. Kadang mengikutsertakan sihir dalam desain lingkungannya seperti shrine atau suatu tempat yang diliputi cahaya-cahaya sihir.

 4. Fantasy

Fantasy adalah dunia khayalan, di mana terdapat banyak hal-hal yang berbeda dengan kehidupan sehari-hari. Namun jangan lupa, dalam menciptakan dunia fantasy, tetap ada hal-hal yang masuk di akal, contohnya adanya air yang walaupun mau buat air berwarna pelangi, bentuk air tetap masuk di akal kita sebagai air. Contoh lain ada pada desain bangunannya, paling tidak ada bagian yang bisa dimasuki atau ada pintu dan jendelanya. Perhatikan nilai estetis pada desain lingkungan fantasy, agar terlihat indah namun menarik.

5. Futuristik

Futuristik merupakan tema lingkungan masa depan, di mana semua serba berteknologi canggih. Bayangkan teknologi apa yang dapat membentuk lingkungan yang akan kita desain, contohnya pada desain bangunan, sebuah laboratorium dapat berbentuk kubah. Apabila kita mau menambahkan kelengkapan-kelengkapan dalam dunia futuristis, pastikan terdapat hal-hal yang berupa teknologi, misalnya terdapat pabrik robot, pabrik senjata laser, bukannya pabrik kereta kuda. 

6. Mixed

Mixed merupakan percampuran tema, misalnya medieval fantasy / futuristic fantasy / futuristic reality di mana desain percampuran sebaiknya dibuat saling mendukung satu sama lain, sehingga tetap menarik untuk dinikmati. Bisa juga membuat desain terpisah-pisah sesuai dengan tema, namun tetap pada koridor yang menyatukan semuanya, contohnya pada game Chrono Trigger, ada bagian yang jurrasic, medieval dan futuristic.

Selain tema-tema desain lingkungan game, Om Jas juga akan membagikan tips-tips agar desain lingkungan game lebih mengena pada pemainnya. Berikut ini tips-tipsnya:

1. Agar desain lingkungan game kita mudah diingat, maka buatlah sebuah landmark atau bangunan iconic, contohnya bulan yang dirantai (Infinite Undiscovery), menara yang sangat tinggi (Ar Tonelico) , bangunan kastil yang aneh (Kingdom Hearts) dan masih banyak lagi hal-hal iconic yang bisa kita buat.

2. Jangan lupa untuk memperhatikan pewarnaan pada Desain Lingkungan. Game Horror punya warna yang suram dan mencekam seperti abu-abu, merah darah dan hitam. Game bertema Casual punya warna-warna cerah yang mencolok seperti merah, biru, kuning dan hijau. Game Futuristis menggunakan warna-warna metalik dan cahaya-cahaya hijau fosfor atau biru yang berpendar.

3. Pelajari segi fisis dan geografis dari lingkungan di kehidupan nyata. Bagian luar dan dalam suatu bangunan setidaknya masuk di akal.  Jadi walaupun desain unik, namun pemain masih dapat membedakan mana pintu, mana jendela, mana tembok batu yang tidak dapat dilewati dan mana lantai yang dapat dilewati.

Demikianlah Kuliah Om Jas kali ini mengenai desain lingkungan pada game. Semoga bisa menambah wawasan dan membuat kita mengerti akan bagaimana mendesain lingkungan pada game yang kita kembangkan. Jangan lewatkan kuliah Om Jas berikutnya.


SHARE
Previous articleIFA 2013: Asus Umumkan Upgrade Fonepad 7, dan Kembali Membawa Phablet Pertamanya, Fonepad 6
Next articleDebut Trailer Kamen Rider: Travelers Senki
Saya adalah seorang penggemar game sekaligus pembuat game. Sehari-hari bekerja sebagai dosen konsentrasi Pengembangan Game, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Kristen Satya Wacana. Saat ini mendirikan sebuah studio game indie yang bernama Enthrean. Karena saya penggemar JRPG, impian saya adalah membuat studio game yang bisa menyaingi ketenaran Square Enix.