Indonesia Kembali Membuka Booth Di Tokyo Game Show 2013!

Siapa tidak kenal dengan ajang bergengsi Tokyo Game Show. Event yang selalu dilaksanakan di Makuhari Messe, Chiba, Tokyo ini selalu sukses menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Tahun ini, TGS akan diadakan dari tanggal 19 September hingga 22 September 2013. Nah, sejak tahun lalu, beberapa game developer Indonesia sudah membuka booth di Tokyo Game Show dengan inisiator dari Altermyth serta dukungan dari AGI serta Parekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Kita kembali diberikan kesempatan untuk membuka booth atas nama Indonesia tahun ini. Simak hasil wawancara kami dengan Dien Wong, perwakilan industri game Indonesia yang juga merupakan CEO dari Altermyth.

D: Selamat siang Master Wong, boleh dijelaskan sedikit mengenai booth Indonesia di TGS tahun ini?

W: Sama seperti tahun lalu, kita mendapat kesempatan untuk membuka booth atas nama Indonesia di Tokyo Game Show. Segala sesuatunya sama seperti tahun lalu, baik dari ukuran serta lokasi.

D: Dibandingkan dengan tahun lalu, apa perubahan terbesar dalam booth ini?

W: Pesertanya semakin banyak, yang tercatat ikut aktif di booth ada Altermyth, Agate Studio, Touchten, Artoncode, Toge Productions serta Lyto. Banyak juga rekan-rekan praktisi industri game nasional lainnya yang kemungkinan besar akan ikut meramaikan event ini.

D: Game apa saja yang akan dibawa tahun ini ke TGS?

W: Dari Altermyth, kita fokus ke servis kita, baik development dan publishing. Game internal kita belum ada yang siap untuk TGS tahun ini jadi kita sendiri tidak membawa game. Mungkin rekan-rekan lain yang saya sebut tadi, bisa lebih fokus untuk promosi game masing-masing.

D: Apakah game-game yang dibawa melalui proses seleksi terlebih dahulu?

W: Tidak. Kita sendiri mengumpulkan trailer dari kawan-kawan yang tidak berangkat karena ada beberapa yang menyerahkan ke kita secara langsung. Semuanya akan kita compile sebaik-baiknya. Kebetulan kualitas trailer yang dititipkan sudah baik untuk ditampilkan, jadi tidak ada revisi yang harus dilakukan.

D: Siapa yang akan pergi dan merepresentasikan Indonesia disana?

W: Yang konfirmasi berangkat sebagai partisipan aktif di TGS ya seperti yang saya sebutkan tadi: Altermyth, Agate Studio, Touchten, Artoncode, Toge Productions dan Lyto.

D: Respon seperti apa yang diharapkan dari publik internasional melalui keikutsertaan developer game Indonesia di TGS?

W: Mereka bisa mengenal industri game Indonesia lebih jauh, tentunya kita harapkan ada kerjasama pula yang bisa terjalin sebagai hasilnya.

D: Apakah pemerintah mensupport langkah developer Indonesia untuk kembali hadir di TGS?

W: Ya. Secara prinsip pemerintah selalu mendukung kegiatan dari para pelaku industri. Kita hanya perlu melakukan follow up dengan mereka.

D: Bagaimana dengan negara-negara lainnya? Bentuk dukungan seperti apa yang diberikan pemerintah masing-masing kepada para game developer dari negaranya?

W: Berbeda-beda. Ada yang pasif seperti Jepang (sepenuhnya swasta, meski belakangan pemerintah mulai memberikan perhatian dan campur tangan), semi-pasif seperti China atau Vietnam (mereka tidak punya program tersendiri, tapi dapat mengeluarkan regulasi yang dibutuhkan oleh industri), ada juga yang aktif seperti Korea, Singapura dan Malaysia.

D: Jika dibandingkan dengan tahun lalu, bagaimana kualitas game-game Indonesia yang akan ikut ke TGS tahun ini?

W: harusnya lebih baik dan bervariasi, menimbang banyaknya peserta di booth kita.

D: Jika dibandingkan dengan developer-developer dari negara-negara lain di Asia tenggara, bagaimana posisi Indonesia saat ini?

W: Pertanyaan sulit. Tapi pertumbuhan kita sepertinya masih terlambat dibanding negara lain. Singapura mampu mendatangkan banyak perusahaan multinasional untuk membuka dapur di sana dengan penyerapan tenaga kerja yang lumayan. Thailand mampu membuat beberapa MMORPG yang bisa dijalankan komersial. Vietnam ada beberapa perusahaan outsourcing dengan developer ratusan. Tapi kita boleh bangga, beberapa game buatan kita mampu menembus kelas dunia di iOS dan Flash, ada yang dapat awards juga, yang mana belum ada negara SEA lain mencapainya.

D: Dari segi bisnis, keuntungan apa yang akan didapatkan oleh para developer lokal dengan memamerkan karya-karyanya di TGS?

W: Tergantung masing-masing. Bisa sekedar menawarkan layanan: development atau publishing. Sampai mencari partner untuk berbagai hal, dari mencari investor, sampai mencari partner publishing untuk level global termasuk Jepang. Secara umum, event biasanya bagus untuk mencari partner dan opportunity, di samping untuk PR. Bisnis adalah hasil dari kegiatan dan kenalan-kenalan baru tersebut.

D: Sejauh ini, apa saja bentuk kerjasama yang telah dilakukan studio-studio asing dengan studio Indonesia?

W: Paling banyak sepertinya jasa outsourcing, di samping juga publishing. Di luar itu ada penjajakan seperti investasi dan co-development.

D: Dengan banyaknya studio asing seperti Square Enix yang membuka cabangnya di Indonesia, apakah ini tidak menimbulkan kecemasan dari developer lokal bahwa mereka sebenarnya hanya ingin mengeksploitasi SDM kita yang berkualitas tapi murah?

W: Tentunya iya. Tapi itu kita serahkan ke mekanisme pasar, ke masing-masing SDM-nya, apa yang mereka pilih.

D: Apakah ada semacam Transfer of Technology (ToT) melalui kerjasama tersebut?

W: Diharapkan ada. Jadi bukan cuma semata-mata aspek bisnis yang didapat tapi juga pengetahuan kita bertambah.

D: Bagaimana dengan Altermyth Pandawa? Apa saja agenda di TGS nanti?

W: Mengenalkan Pandawa sebagai layanan publishing, siapa kita, dan apa saja bisa kita lakukan.

D: Pertanyaan terakhir, apakah ada kemungkinan agenda seperti ini juga akan dilakukan pada event-event game lainnya seperti E3?

W: Tentu saja ada, kita ingin terus mengenalkan industri game Indonesia di pasar Internasional.

Wah, kita harus bangga karena industri game nasional semakin dipandang di mata internasional. Semoga dengan keikutsertaan developer-developer serta publisher nasional di event dengan skala seperti TGS ini dapat memberikan dampak positif ya bagi industri game nasional secara keseluruhan. Jangan lupa, Duniaku juga akan meliput event TGS secara langsung loh!


SHARE
Previous articleTarget Baru Mighty No. 9, Akan Dirilis untuk PlayStation 4 dan Xbox One
Next articleSony Kembali Tegaskan Surganya Game Indie, Merilis Pavilion Eksklusif Untuk PS4 dan PS Vita
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.