Ouya Dapatkan Panantang Tangguh Melalui Sony PlayStation Vita TV, Konsol Mungil Berukuran Smartphone

Melalui konferensi persnya kemarin, selain mengkonfirmasikan revisi baru PS VitaSony juga mengenalkan produk baru yang tidak jauh dari PS Vita fungsinya, yaitu sebuah konsol micro berbasis Vita yang disebut dengan PS Vita TV.

Penulis pribadi memang tertarik dengan Vita baru berkode PCH-2000 tersebut, namun jauh lebih antusias menyambut PS Vita TV, yang jelas diposisikan Sony untuk menjegal langkah banyaknya konsol mungil berbasis Android dengan harga jual sekitar US $100 yang setahun belakangan banyak menggegerkan kickstarter, seperti Ouya dan Gamestick. Itu baru dua saja yang terlihat paling banyak diangkat media, diantara banyaknya solusi Android Box yang ditawarkan produsen China, dengan mudahnya merubah televisi kita menjadi konsol dadakan. Atau, Google yang juga dikabarkan tertarik menyiapkan konsol game mereka sendiri, dengan bukti mereka mempersiapkan Android 4.4 KitKat sebagai pendamping smartphone dan tablet, serta mengintegrasikannya ke dalam beberapa produk baru seperti smartwatch, mesin game, dan gadget elektronik lainnya. Tentu saja Sony tidak mau membiarkannya begitu saja tanpa usaha perlawanan.

PS Vita TV ini mudahnya adalah PS Vita minus layar, sekadar chipset, software dan interface PS Vita yang diubah ke dalam sebuah kota kecil, dan nantinya kamu hubungkan ke TV untuk bisa memainkan game-gamenya PS Vita. Dan berbasis hardware Vita, ukurannya termasuk kecil, dengan dimensi 6.5cm x 10.5cm x 1.3cm, atau besarnya bahkan lebih kecil dibandingkan tipikal smartphone dengan layar 5-inchi. Konsol (atau handheld yang berubah menjadi konsol) ini setelah kamu hubungkan dengan teelvisi, tinggal mencari DualShock 3, lakukan proses pairing melalui Bluetooth, dan beres, kamu mendapatkan PS Vita yang hampir semua gamenya bisa dimainkan melalui layar televisi.

Ya, tidak semua, karena seperti kita ketahui, PS Vita memiliki dua bidang sentuh. Satu pada layar 5-inchinya, dan satu lagi pada panel belakangnya. Tentu saja game yang mengoptimalkan kedua bidang sentuh tersebut tidak bisa kamu mainkan lancar di sini, karena DualShock 3 hanya mengemulasikan tombol-tombol utama PS Vita. Namun untuk game yang memberi kontrol baik melalui tombol utama dan touchscreen, bisa kamu mainkan dengan lancar. Sony menyediakan dua slot, baik slot cartridge PS Vita, dan juga memory card-nya untuk menyimpan dan memainkan game-game download dari PSN. Daftar gamenya sendiri yang sudah dikonfirmasikan Sony bisa kamu akses melalui daftar yang mereka berikan di sini.

PlayStation®Vita TV Global Concept Movie

Jadi tidak semua game PS Vita bisa dimainkan ya… apakah tidak ada solusi? Walaupun Sony tidak menjelaskan lebih lanjut, namun melalui video promo PS Vita yang bisa kamu lihat di atas, ternyata PS Vita TV ini juga ditunjukkan bisa dikendalikan melalui kontroler DualShock 4 milik PlayStation 4. Adanya touchpad pada kontroler tersebut seharusnya bisa menggantikan peran touchscreen dan touchpad di punggung PS Vita. Namun kita tunggu saja kepastiannya nanti.

Selain memainkan game dan akses ke PSN untuk mendownload game yang memang ditujukan untuk PS Vita, Sony sepertinya akan menambah lebih banyak dukungan layanan multimedia (terutama video) untuk PS Vita TV (karena kompetitornya, yang sejatinya adalah sebuah Android memiliki banyak pilihan). Sementara ini konsol mungil ini baru mendukung toko video di PSN, YouTube, dan Netflix, sedangkan Hulu juga sempat disebutkan Sony akan datang untuk PS Vita TV.

Untuk urusan konektivitas, PS Vita TV menawarkan fitur koneksi standar Vita, seperti WiFi/Bluetooth, selain port USB ukuran standar, port HDMI untuk video out, dan juga port 100Mb LAN untuk Ethernet dan meng-onlinekan Vita melalui saluran internet kabel. Kemudian karena perangkat kerasnya identik dengan kakaknya yang berbentuk handheld, ada prosesor quad core Cortex-A9 dengan GPU empat core SGX543MP4+, ternyata kemampuanya masih sama seperti PS Vita.

Logikanya konfigurasi tersebut mampu mengeluarkan output dengan resolusi yang lebih besar. Namun Sony membatasi resolusinya hanya 720p saja, dan 1080 hanya sebatas pada mode interleaved bukan progressive, jadi video 1080p tidak didukung di sini. Entah apakah Sony akan memperbaikinya melalui update software nantinya, namun yang jelas game Vita akan dijalankan dengan resolusi native-nya, 960×544-pixel, dan ada yang di bawah itu, sedangkan aplikasi PS Vita TV untuk menampilkan video ke HDTV, sementara ini 1080 hanya interlaced saja.

Selain dukungan gane PS Vita, seperti peran baru PS Vita yang diganjarkan Sony pasca munculnya PlayStation 4 nanti, PS Vita TV juga akan mendapatkan dukungan PS4 Remote Play, dan diperkuat dengan mekanisme streaming video real-time yang sama yang bisa membuat Remote Play bekerja untuk Vita. Sony menjadi produsen konsol besar yang pertama kali menawarkan konsol micro, dan juga menjadi yang pertama memungkinkan memainkan game dari konsol yang lebih besar (PlayStation 4) dalam konsol yang lebih kecil (PS Vita TV).

Seperti PS Vita 2000, PS Vita TV akan diluncurkan di Jepang 14 November mendatang, dan Sony akan menawarkan konsol micro mereka itu dengan harga ¥9,480 JPY (atau sekitar Rp. 1 jutaan), atau paket Value Pack yang dilengkapi konsol tersebut, kontroler DualShock 3 dan memory card Vita sebesar 8GB dengan harga ¥14,994 JPY (atau sekitar Rp, 1,,7 jutaan). Belum ada tanggal rilis resmi di luar Jepang.

UPDATE: Bersamaan dengan konfirmasi PS Vita TV, Sony juga mengumumkan warna baru untuk kontroler wireless DualShock 3 mereka. Warna putih ini cocok dengan warna standar PS Vita TV. Kontroler dengan kode produk CECH-ZC2J VT ini akan mulai dijual 14 November mendatang dengan harga 5,500 yen, atau sekitar Rp. 620 ribuan!

Oh ya, berikut tabel perbandingan semua keluarga PS Vita.

PlayStation Vita (handheld dan konsol mikro)
PS Vita (Original) PS Vita PCH-2000 PS Vita TV
Height 83.5 mm 85.1 mm 65 mm
Width 182 mm 183.6 mm 105 mm
Depth 18.6 mm 15 mm 13.6 mm
Weight 260 gram 219 gram 110 gram
CPU Quad Core Cortex A9 Quad Core Cortex A9 Quad Core Cortex A9
GPU PowerVR SGX543MP4+ PowerVR SGX543MP4+ PowerVR SGX543MP4+
RAM 512MB + 128MB 512MB + 128MB 512MB + 128MB
NAND Tidak ada + PS Vita Memory Card 1GB + PS Vita Memory Card 1GB + PS Vita Memory Card
Screen 5″ 960 x 544 SAMOLED 5″ 960 x 544 LCD Tidak ada
USB Port khusus PS Vita MicroUSB USB standar
Battery Life Kita-kira 5 jam Sekitar 6 jam Tidak ada

Spesifikasi PlayStation Vita TV (PS Vita TV)

Product name  PlayStation®Vita TV (PS Vita TV)
Color  White
Product code  VTE-1000 AB01
Release date  November 14, 2013
Recommended retail price  9,954 yen (including tax)
External dimensions  Approx. 65.0 × 105.0 × 13.6 mm (length ×  height × thickness)
Mass  Approx. 110g
CPU  ARM® Cortex™-A9 core (4core)
GPU  IMG SGX543MP4+
Main slots and connectors  ・PlayStation®Vita card slot・Memory card slot・USB connector (USB 2.0 Type A)・HDMI output port (HDMI-CEC)・LAN port (10BASE-T, 100BASE-TX)
Wireless communication  ・IEEE 802.11b/g/n (n=1×1)  (Wi-Fi)・Bluetooth® 2.1+EDR (A2DP,AVRCP,HSP,HID)
Internal memory card  1GB
AV output  720p, 1080i, 480p
Sound output  LPCM 2ch
Power  AC adaptor: DC 5V
Maximum rated power consumption  Approx. 2.8W
Included  ・PlayStation®Vita TV × 1・HDMI cable × 1・AC adaptor × 1・Power cord × 1・Printed materials × 1

PlayStation Vita TV Value Pack

Product name  PlayStation®Vita TV (PS Vita TV) Value Pack
Product code  VTE-1000 AA01
Release date  November 14, 2013
Recommended retail price  14,994 yen  (including tax)
Included  ・PlayStation®Vita TV × 1・HDMI cable × 1・AC adaptor × 1・Power cord × 1・Wireless Controller (DUALSHOCK®3) PS Vita TV edition (White) × 1・USB cable × 1・Memory Card 8GB × 1・Printed Materials × 1

[cb type=”company”]Sony[/cb]

Sumber: Sony


SHARE
Previous articleAksi Aries Shion di Trailer Terbaru Saint Seiya: Brave Soldiers
Next articleKojima Production Los Angeles Telah Resmi Dibuka
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.