TGS 2013: Profil Para Game Developer Indonesia Yang Akan Meramaikan Event Akbar Ini!

Hai Citizen! Tentu kalian semua sudah tahu apa itu event Tokyo Game Show kan? Kalian mungkin juga sudah tahu kalau tahun lalu, beberapa game developer Indonesia sudah berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Nah, mengulang kesuksesan tahun lalu, game developer dari Indonesia kembali akan membuka booth di TGS. Siapa saja kah mereka? Mari kita lihat satu persatu!

ALTERMYTH

Altermyth adalah studio game legendaris yang sudah berkarya selama lebih dari 10 tahun. Sampai saat ini, Altermyth fokus kepada pengembangan game dan aplikasi bagi pasar Indonesia. Namun tidak hanya sekadar mengembangkan saja, Altermyth juga memberikan jasa di bidang publishing. Untuk publishing, Altermyth mendirikan divisi khusus yang diberi nama Altermyth Pandawa. Altermyth Pandawa sudah memiliki pengalaman lebih dari 9 tahun dalam hal game publishing, terutama untuk game-game dari Amerika, Korea Selatan, Inggris serta Jepang. Altermyth Pandawa saat ini sedang mengembangkan Nampol.Net, platform open market terbaru di Indonesia. Platform ini memudahkan game developer lokal dalam memasarkan produk-produk mereka.

JOTTER

Jotter Production adalah developer game yang memiliki markas di Suryalaya, Bandung. Berdiri sejak tahun 2005, Jotter mampu mengembangkan berbagai macam visual arts. Jasa yang mereka tawarkan cukup luas, mulai dari Concept Design, Character Design, Illustration, Children Story Book, Game Sprite hingga Graphic Novel dan Comic. Jotter Production memiliki banyak klien, terutama dari majalah, publisher, scriptwriter hingga game developer. Baru mulai tahun 2009 Jotter lebih fokus kepada pengembangan character design, illustration serta game sprite.

AGATE STUDIO

Agate Studio adalah salah satu studio game terbesar di Indonesia saat ini. Walaupun umur dari Agate masih terbilang muda, baru berdiri pada tahun 2009, Agate sudah mampu menghasilkan banyak game-game berkualitas tinggi. Tidak hanya mengembangkan judul game original saja, Agate juga mengambil banyak proyek outsourcing bagi segala macam platform, terutama iOS dan Android. Terakhir, Agate bekerjasama dengan Square Enix untuk membawa game web-based milik mereka yang berjudul Sengoku IXA ke pasar Indonesia. Tidak hanya fokus kepada pengembangan game, Agate juga peduli terhadap pengembangan ekosistem industri game yang ada saat ini. Dengan bekerjasama bersama pemerintah dan universitas-universitas, Agate mendirikan Agate Academy bagi para talenta-talenta muda di industri game nasional.

ANANTARUPA STUDIOS

Anantarupa adalah game serta IT Developer yang didirikan pada tahun 2011. Area pekerjaan mereka meliputi hampir semua aspek dalam pengembangan game, mulai dari assets building sampai memproduksi keseluruhan game bagi platform iOS, Android serta PC. Anantarupa juga selalu berusaha menggunakan teknologi terbaru yang ada saat ini. Misalnya, sekarang mereka sedang mencoba mengembangkan game dengan menggunakan teknologi Augmented Reality. Anantarupa terkenal karena mampu memasukkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sebuah videogame. Game pertama mereka adalah Majapahit Online, sebuah web based strategy game.

1
2

SHARE
Previous articleIGS 2013: Bermain Ddakji, Permainan Khas Korea Selatan di Booth IAHGames!
Next articleGoogle Membuat Chromebook Makin Cepat, Kini Didukung Prosesor Haswell
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.