Ubisoft Perkenalkan Valiant Hearts: The Great War, 2D Platformer dengan Tema Perang Dunia Pertama!

Ubisoft benar-benar memanfaatkan Digital Day yang mereka helat beberapa hari lalu untuk mengkonfirmasikan beberapa game baru. Selain mengkonfirmasikan Assassin’s Creed: Liberation HD yang akan hadir dalam bentuk download untuk PS3, Xbox 360 dan PC, Ubisoft juga mengkonfirmasikan satu game 2D platformer baru yang mereka beri judul dengan Valiant Hearts. Bagi kamu yang saat ini masih sibuk memainkan Rayman Legends, maka sepertinya kamu juga bakal menyukai game ini, karena untuk mengembangkan game ini, Ubisoft Montpellier juga menggunakan UbiArt Framework yang menjadi kekuatan utama dari Rayman Origins dan Rayman Legends.

Valiant Hearts menggunakan Perang Dunia pertama sebagai temanya. Namun jangan salah, meskipun menggunakan tema perang, tidak ada baku tembak layaknya game-game Call of Duty di dalam gameplaynya. “Game ini tentang perang, tentang manusia yang hidup dalam masa perang,” ungkap Yoan Fanise, Audio Director dari Ubisoft. Game ini menggunakan gaya grafis komik, yang semuanya digambar secara manual oleh Art Director Ubisoft Paul Tumelaire. Game ini mengisahkan lima karakter dari lima negara berbeda yang terlibat dalam Perang Dunia pertama. Meskipun datang dari lima negara berbeda, namun kelima karakter tersebut saling terhubung satu dengan lainnya karena satu hal tertentu.

Karakter pertama adalah seorang tahanan berkebangsaan Prancis, yang sehari-harinya bertugas mengupas kentang di markas tentara Jerman. Selanjutnya, ada seorang sukarelawan perang yang berasal dari Amerika dan seorang perawat yang berkebangsaan Belgia. Karakter keempat adalah seorang pilot yang berasal dari Inggris, dan terakhir ada seorang tentara Jerman yang jatuh cinta kepada putri seorang tentara Prancis. Dengan lima karakter berbeda bangsa yang saling terhubung ini, Ubisoft memang menjanjikan story yang menarik diluar gameplay dan gaya grafis komik yang ditawarkan oleh game ini.

Semua karakter di dalam game ini menggambarkan bagaimana kondisi di dunia nyata sebenarnya. Sebut saja tentara Jerman yang sangat menyukai bir dan pretzel (kue kering khas Jerman) atau tentara Prancis yang seringkali terlihat menggunakan topi baret khasnya. Selain itu, Ubisoft juga menambahkan satu karakter “misterius” berupa seekor anjing yang selalu ceria, namun nantinya bakal memiliki hubungan tertentu dengan masing-masing karakter yang ada di dalam game. Fanise sendiri mengungkapkan, bahwa setiap karakter nantinya bakal bertemu dengan anjing tanpa nama tersebut di satu titik dalam petualangan mereka, yang akan membantu mereka untuk menyelesaikan puzzle yang dihadapi.

Aroma komik akan semakin banyak terasa dimana setiap percakapan antar karakter akan ditampilkan dalam balon-balon dialog khas komik, serta cutscene akan dihadirkan dalam format panel. “Cutscene dalam game ini akan sedikit mirip film Charlie Chaplin,” ungkap Fanise. “Hal ini merupakan cara untuk mengisahkan story yang rumit dalam cara yang simpel,” lanjutnya. Pemain juga akan bergantian memerankan karakter-karakter yang tersedia ini, yang tersebar dalam rentang waktu yang berbeda dan dalam bagian perang yang berbeda pula.

Mengenai tema Perang Dunia pertama yang diusung, Fanise mengungkapkan bahwa Ubisoft telah menggunakan sumber-sumber yang terpercaya sebagai bahan referensi. Bahkan Fanise sendiri mendapatkan semua surat yang ditulis oleh buyutnya yang banyak mengisahkan bagaimana nasib tentara dalam perang tersebut. Ubisoft sendiri sudah mengungkapkan, bahwa game ini akan lebih banyak mengandalkan puzzle-puzzle daripada baku tembak yang selama ini melekat erat dalam game bertema Perang.

Valiant Hearts sendiri menurut rencana akan dirilis pada 2014 untuk memperingati seratus tahun bergulirnya Perang Dunia pertama yang dimulai tahun 1914 lalu. Fanise mengungkapkan, bahwa mereka ingin game ini bisa mengingatkan pemain tentang perang tersebut. “Tidak banyak game dibuat untuk mengisahkan Perang Dunia pertama,” ungkap Fanise. “Kami ingin membuat sesuatu yang memberikan perasaan tersebut, yang membuat game ini tidak sekedar menjadi hiburan. Kami ingin pemain merasakan semua perasaan yang bisa dirasakan dalam hidup mereka, mulai dari apa arti kesedihan yang sebenarnya, hingga bagaimana rasanya mendapatkan momen-momen menyenangkan yang sesungguhnya,” janji Fanise.

Melihat deskripsi dan janji dari Ubisoft, game ini terlihat sangat menjanjikan dan bisa menjadi alternatif lain bagi yang gemar memainkan game platformer. Saat dirilis tahun depan, game ini akan hadir dalam bentuk download untuk PC, PS3, Xbox 360, PS4 dan Xbox One.

[Sumber: Ubisoft/Polygon]


SHARE
Previous articleMelihat Bentuk Perubahan Kedua Para Pokemon Starter di Pokemon X & Y
Next articleJustin Bieber Ikut Audisi Peran Robin dalam Batman Vs. Superman?
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.