Child of Light, Game Download yang Terinspirasi JRPG dari Ubisoft

Melanjutkan berita bulan lalu, Ubisoft akhirnya secara resmi mengumumkan Child of Light, game download mereka yang terinspirasi dari JRPG, dan akan dirilis untuk PlayStation 4, Xbox One, PlayStation 3, Xbox 360, Wii U, serta PC.

Child of Light mengisahkan tentang Aura, seorang gadis peri yang merupakan anak perempuan seorang bangsawan dari Austria. Dia bersama teman apinya, Igniculus, entah bagaimana tiba-tiba menemukan diri mereka berada di daratan misterius Lemuria. Untuk menemukan jalan pulang, mereka berdua pun bertualang dari beragam tempat mistis dan juga untuk mengalahkan sang Black Queen.

Jika pernah memainkan seri Rayman, maka kamu akan familier dengan penjelajahan di Child of Light ini. kamu mengendalikan Aura dalam platform 2D, dan juga nanti kamu akan dihadapkan dengan beragam karakter menarik serta puzzle menantang yang harus diselesaikan. Jalan cerita akan bergulir seiring dengan percakapan antara Aura dengan teman-temannya. Dan uniknya, semua dialog ini ditulis dalam rima-rima.

Yang menarik adalah pertarungan. Karena terinspirasi dari JRPG klasik, Ubisoft menghadirkan pertarungan berbasis giliran seperti yang kita temui di judul-judul JRPG klasik. Kamu dapat melihat meter cast, terbagi menjadi bagian biru ”Wait” dan merah ”Cast”, yang menunjukkan urutan giliran karakter. Waktu akan terhenti ketika tiba giliran Aura dan temannya untuk memilih aksi menyerang, mengeluarkan sihir, menggunakan item, dan lainnya. Mengeluarkan serangan dengan waktu yang tepat adalah kunci di Child of Light ini. Menyerang musuh yang berada di bagian merah ”Cast” akan membuatnya terpukul mundur ke awal meter. Dan juga Igniculus bisa memperlambat musuh ketika mereka bersiap menyerang. Hmm, mirip dengan konsep seri Grandia ya?

Kamu bisa melihat meter giliran karakter di bawah layar

Child of Light juga menawarkan mode permainan kooperatif, di mana pemain kedua berperan sebagai Igniculus, yang bisa membantu saat bertarung atau saat menjelajah ketika Aura bertualang.

Game ini dibuat menggunakan engine UbiArt Framework, engine yang sama seperti Rayman Legends, dan saat ini tengah dikembangkan dengan rencana perilisan pada tahun 2014 mendatang oleh Ubisoft Montreal. Menjelaskan mengapa grafis 2D-nya begitu halus dan animasinya begitu indah.

[nggallery id=794]

[ Sumber : PlayStation Blog, Gematsu ]


SHARE
Previous articlePreview Insidious 2: Menguak Misteri Masa Lalu Keluarga Lambert
Next articleFenomena Film Azrax: The Next Indonesian Cult Movie?
Pecinta game (terutama RPG) yang dulunya merupakan fans dari Zigma - sekarang adalah Feature Editor Zigma Omega hingga saat ini. Sekarang Reyner telah menjadi apoteker lulusan salah satu fakultas negeri di Surabaya. Selain game, Reyner juga mengikuti update mengenai anime dan manga terbaru, dan juga sedikit melirik dunia gunpla.