Liputan JGJ48: Serunya Membuat Game Hanya dalam Waktu 48 Jam Saja!

Akhir minggu lalu, tepatnya mulai tanggal 13 hingga 15 September 2013, sebuah event game development yang unik diselenggarakan di Jogjakarta. Acara bertajuk Jogja Game Jam 48 Hours atau yang disingkat dengan JGJ48 ini diselenggarakan di Jogja Digital Valley (JDV) yang beralamat di Jl. Kartini No. 7 Yogyakarta. Sesuai dengan judul acaranya, Game Jam ini menuntut para peserta untuk membuat sebuah game mulai dari 0 hingga bisa dimainkan hanya dalam waktu 48 jam saja!

Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, secara acara game development seperti ini memang baru pertama kali diselenggarakan di Jogja. Tercatat ada 23 peserta yang mendaftarkan dirinya untuk mengikuti acara ini, yang akhirnya dibagi menjadi 7 tim. Magnet JGJ48 bukan hanya menarik minat developer game di Jogja dan sekitarnya saja lho, karena tercatat juga ada beberapa developer game yang berasal dari kota lain seperti Jakarta, Solo dan Madura. Acara sendiri dimulai dengan berbagai macam workshop, sebelum waktu development dimulai secara resmi pukul 21.00 WIB di hari Jum’at.

Ketujuh tim yang dibentuk dalam JGJ48 ini antara lain Manut, Garpoe, Hore, TrueType, Newbie, Putra Petir 1 dan Putra Petir 2. Pada saat registrasi sebelumnya, peserta dianjurkan untuk menulis tema game yang akan dibuat dan dikumpulkan. Dari sekian banyak tema yang terkumpul, akhirnya ditentukan tema Sky God & Friends dan Pollution yang digabungkan sebagai tantangan yang harus dihadapi oleh para peserta. Ajang ini bukan hanya diikuti oleh developer game yang sudah berpengalaman saja, karena dari pengakuan beberapa peserta bahkan ada yang baru mengenal game development pada acara ini. Namun dengan dituntun oleh para mentor dan menggunakan bantuan dari internet, mereka yang sebelumnya belum pernah mencoba membuat game inipun akhirnya bisa menyelesaikan game sesuai dengan yang mereka inginkan. Mengenai batas waktu 48 jam yang ditentukan panitia, banyak peserta menganggap waktu tersebut dirasa cukup, karena jika waktunya terlalu lama, maka tantangannya akan hilang.

Banyak kisah menarik yang mengiringi perhelatan JGJ48 ini, salah satunya adalah Tim Garpoe yang mengganti game-nya setelah mendapatkan ilham, padahal waktu hanya tersisa 13 jam saja. Namun menjelang 2 jam sebelum presentasi, game bikinan Aga, Arkham dan Fadil yang berjudul Happy Jump sebuah games yang bergenre Endless Runner atau yang lebih cocok mereka namakan Endless Parkour  dapat menarik perhatian para peserta yang lain. Selain itu ada juga peserta bernama Tomi dari tim “Manut” yang belum mengerti apa apa tentang games developer lalu mengikuti dan dengan waktu 48 jam dapat membuat games dengan memakai software Cocos 2D html 5. Ada juga seorang peserta bernama Oscar, seorang Programer yang ditinggalkan teman timnya pada hari pertama, lalu di sisa jam sebelum presentasi akhirnya dapat menyelesaikan games bikinannya yang bergenre space shooter menggunakan software Unity.

Selain mendapatkan pengalaman baru dalam hal game development, para peserta JGJ48 juga dimanjakan dengan fasilitas yang diberikan oleh panitia, mulai dari tempat yang nyaman, Xbox 360 yang bisa dimainkan di kala suntuk, serta konsumsi sehari-hari.  Pada saat presentasi, para peserta dan panitia dikejutankan dengan hasil games yang hanya dibuat dengan waktu 48jam. Dari mengkombinasi  2 tema yang sudah ditentukan, para peserta dapat membuat game yang menarik dan terkesan unik.

Menurut salah satu inisiator dari JGJ48, Frida Dwi atau yang lebih akrab disapa dengan Ube, acara JGJ48 bisa juga sebagai ajang mengetest skil dan ajang berbagi kreativitas dari para developer, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru terjun di dunia game development. Kelanjutan game yang dibuat oleh para peserta  menurut rencana akan dipublikasikan dan bisa di-download secara gratis di akun tumblr dari JGJ48 yang beralamat di sini.

Aga, programmer dari Tim Garpoe berharap JGJ48 bisa diadakan lebih rutin, dua atau tiga bulan sekali seperti Ludum Dare atau One games A Month dimana peserta setiap timnya harus menyetorkan game buatannya setiap satu bulan sekali. Pendapat Ubed berbeda lagi. Salah satu peserta yang datang dari luar Jogja, tepatnya dari Madura menuturkan bahwa acara JGJ48 ini sangat bermanfaat karena selain menambah pengalaman dan kenalan baru, acara ini juga dapat memperluas idea tau untuk berbagi ilmu. Dia juga berharap semoga ke depannya jika ada event serupa, pembagian timnya bisa lebih merata.

Ingin tahu bagaimana hasil game yang dibuat hanya dalam waktu 48 jam? Terus ikuti update JGJ48 di akun Tumblr mereka ya! Semoga semakin banyak acara seperti ini diadakan di Indonesia untuk memunculkan bakat-bakat baru di dunia game development Indonesia.