Asus Meng-upgrade Padfone Infinity, Kini Dengan Snapdragon 800 dan Kamera yang Lebih Cangih

Pertengahan tahun ini Asus meng-upgrade perangkat 2-in-1 Transformer Pad Infinity dengan chipset yang lebih baru. Namun mungkin karena Snapdragon 800 belum juga siap, dan Transformer sebelumnya juga menggunakan chipset nVidia, Asus memilik Tegra 4. Sedangkan kemarin, Asus kembali mengkonfirmasikan upgrade salah satu Android-nya yang diperkenalkan awal tahun ini, yaitu Asus Padfone Infinity, dengan chipset mobile terkuat saat ini, Snapdragon 800.

Padfone juga sama seperti Transformer, menawarkan solusi 2-in-1, yang awalnya dianggap terlalu keluar jalur dari yang biasa ditawarkan produsen lain. Namun perlahan Asus membuktikan jika konsep 2-in-1 mereka ternyata memang bekerja dengan baik, dan banyak yang menyukai kombinasi smartphone yang bisa menjadi tablet dalam Padfone, atau tablet yang bisa menjadi laptop seperti pada lini Trannsformer. Seri Padfone sendiri menawarkan kombinasi layar 10.1-inchi untuk sisi tablet yang sekaligus berfungsi sebagai “powerbank” untuk bagian smartphone-nya, dengan layar 5-inchi (4.7-inchi pada Padfone 2 yang beredar resmi di Indonesia). Esensinya perangkat utamanya di sini adalah bagian smartphone, yang ketika dihubungkan dengan bagian layar 10.1-inchi, maka kamu dapatkan sebuah tablet. Seperti seri Transformer dimana bagian keyboard-nya hanya menjadi benda mati tanpa guna tanpa bagian tabletnya, untuk Padfone, layar 10.1-inchi tersebut juga tidak berfungsi tanpa smartphone-nya menyatu di punggungnya.

Melihat perkembangan smartphone dan tablet kelas atas akhir tahun ini yang rata-rata mengajukan chipset Snapdragon 800, Asus rupanya merasa perlu me-refresh Padfone Infinity mereka yang sudah dijual mulai awal tahun ini. Mereka tidak melakukan revisi desain (wajar, karena Padfone adalah satu-satunya pemain di kelas 2-in-1), hanya sekadar meng-upgrade chipsetnya, dari Snapdragon 600 menjadi Snapdragon 800.

Padfone Infinity baru ini kini berjalan dengan platform Snapdragon 800 dengan prosesor Krait 400 quad-core yang kecepatan tiap intinya 2.2 GHz, dipadukan dengan GPU Adreno 330 GPU dengan kecepatan 450 MHz, modul memory 2 GB LPDDR3 (meningkat dari DDR2), dan sisa spesifikasi lainnya sama persis dengan versi Snapdragon 600, termasuk built quality Padfone Infinity ini seperti produk Asus, terasa sangat solid. Selain itu, Asus juga menutupi salah satu kelemahan Padfone sebelumnya, yaitu absennya slot micro SD, dengan menambahkan slot tersebut dalam versi Snapdragon 800 ini. Karena itulah, mereka juga menurunkan pilihan internal storage-nya, dari 16, 32 dan 64 GB menjadi hanya 16 dan 32 GB saja, namun masih bisa diperbesar dengan slot micro SD. Asus juga memberi dua opsi warna untuk versi baru ini. Kini Padfone Infinity tersedia dalam warna “Titanium Black” dan “Platinum White” (sebelumnya ada 3 pilihan warna, Titanium Gray, Hot Pink dan Champagne Gold).

Secara software juga ada peningkatan. Mulai versi Android yang dijalankan, kini sudah Android versi 4.2.1 (sebelumnya masih 4.1.2). Untuk kameranya, Asus juga memasukkan beberapa fitur baru. Meskipun sensornya sama, 13-megapixel dengan bukaan lensa f/2.0, namun di sini ada fungsi khusus, disebut PixelMaster, yang mampu menggabungkan beberapa pixel dari hasil capture 13-megapixel tersebut untuk membentuk hasil 3-megapixel yang lebih tajam dan bersih. Prinsipnya sepertinya sama seperti teknik oversampling yang diterapkan Nokia dalam beberapa smartphone PureView. Selain itu, berkat mesin baru, kameranya mampu mengambil foto secara burst hingga 35fps, namun resolusinya dibatasi hanya sampai 3-megapixel saja.

Asus akan menjual PadFone Infinity Snapdragon 800 ini dengan harga NT$18,990 di Taiwan, atau sekitar Rp. 7.4 jutaan, hanya bagian smartphone-nya saja! Well, dengan material yang baik dan menggenggamnya masih terasa kesan premium, harganya masih masuk akal untuk sebuah Snapdragon 800. Sedangkan bagian tabletnya dijual terpisah dengan harga NT$7,000 atau sekitar Rp. 2.4 jutaan. Pengguna Infinity versi sebelumnya, juga masih bisa menggunakan bagian tabletnya bersama Padfone baru ini.

Spesifikasi Padfone Infinity

ASUS Padfone Infinity
Chipset Qualcomm Snapdragon 800 (MSM8974)
4x Krait 400 2.2 GHz, Adreno 330 GPU
Layar 5-inch 1080p IPS (PadFone)
10.1-ich 1920×1200 IPS (PadFone Station)
RAM 2 GB LPDDR3 RAM
WiFi 802.11a/b/g/n/ac + BT 4.0
Storage 16/32 GB Internal, microSD slot (hingga 64 GB),
50 GB ASUS WebStorage
I/O 3.5mm headphone, nanoSIM,
myDP (USB 2.0 host+device, 1080p video out)
OS Android 4.2.2
Baterai 2400 mAh (PadFone)
5000 mAh (PadFone Station)
Dimensi / berat 143.5 x 72.8 x 8.9mm, 145 gram (PadFone)
264.6 x 181.6 x 10.6mm, 532 gram (PadFone station)
Kamera 2 MP w/AF, F/2.0 (Depan)
13 MP w/AF, LED flash F/2.0 (Belakang)
Jaringan
EDGE/GPRS/GSM: 850/900/1800/1900MHz
UMTS/DC-HSPA+: 850/900/1900/2100MHz
(DL: 42Mbit/s / UL: 5.76Mbit/s)
LTE Cat 4: 800/1800/2600MHz
(DL: 150Mbit/s, UL: 50Mbit/s)

ASUS PadFone – Classroom

Experience The New PadFone Infinity

ASUS PadFone – Museum

ASUS PadFone – PixelMaster Camera

[cb type=”company”]Asus[/cb]

Sumber: Asus

SHARE
Previous articleGoogle Diduga Konfirmasikan Nexus 5 Akhir Oktober. Seperti LG G2, Akan Menggunakan Snapdragon 800
Next articleBlackBerry Resmi Mengkonfirmasikan BlackBerry Z30, Kini Layarnya Membengkak Menjadi 5-inchi!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.