Hiroshi Yamauchi, Mantan Presiden Nintendo Telah Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

Kabar duka tersiar dari Jepang pagi hari ini. Salah satu figur penting dalam dunia video game, yakni mantan presiden Nintendo, Hiroshi Yamauchi, telah menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit pada usia 85 tahun.

Beliau dikabarkan meninggal akibat komplikasi pneumonia yang dideritanya ketika dirawat di rumah sakit. Yamauchi memimpin Nintendo dari tahun 1949 hingga 2002, yang mengubah Nintendo menjadi pionir dalam dunia video games kala itu.

Setelah menerima tanggung jawab kepemimpinan Nintendo dari ayahnya di tahun 1949, Nintendo hampir dinyatakan bangkrut di tahun 1960-an setelah beberapa kali usahanya yang gagal dalam mengembangkan lini produknya, mulai dari mainan pistol, kereta bayi, hingga fast food.

Filosofi bisnisnya adalah kualitas video game jauh lebih penting dibandingkan dengan hardware yang dimainkan. Poin tersebut menjadi batu lompatan penting di tahun 1977, di mana beliau bertemu dan mempekerjakan Shigeru Miyamoto, pimpinan desainer game Nintendo, yang kemudian menciptakan karakter maskot Nintendo seperti Mario si tukang ledeng, Donkey Kong, dan Zelda.

Di tahun 1980, Nintendo merilis Game & Watch, alat bermain game portabel pertama di dunia alias game handheld pertama. Kemudian merilis Famicom (konsol Family Computer), sistem konsol video game rumahan. Dan hal ini diikuti dengan pengenalan game Super Mario Bros. di tahun 1985, dan menyeberang hingga ke Amerika Serikat dengan nama Nintendo Entertainment System (NES).

Dimulai tahun 1990-an, Nintendo merilis beberapa seri konsol yang sukses besar termasuk di antaranya adalah Super Nintendo (1991 di Amerika Serikat), Game Boy, dan Nintendo 64, konsol 3D pertama mereka. Konsol terakhir yang beliau ikut berpartisipasi di dalamnya adalah GameCube. Berkat perilisan Super Mario 64 di Nintendo 64 pada tahun 1997, majalah Official Nintendo Magazine memberikannya ranking pertama, sebagai “No. 1 Game that Changed the World” alias “Game No. 1 Mang mengubah Dunia.” Ini tak lain berkat fungsi kontroler yang benar-benar maksimal, dengan stik analog dan layout tombolnya yang benar-benar nyaman digunakan untuk bermain. Dan pastinya kontrol dengan analog itulah yang menjadi salah satu alasan perubahan dunia industri game kala itu.

Di lain sisi, sutradara seri Pokémon, Junichi Masuda, juga turut menyampaikan bela sungkawa melalui akun Twitter-nya.

”Saya baru saja mengetahui berita mengenai kematian dari mantan presiden Nintendo, Hiroshi Yamauchi. Beliau membuat Famicom, dan bisnis game di Jepang, dan membuatnya dikenal sebagai salah satu bagian dari industri game di seluruh dunia. Dan beliau juga mencintai Pokémon. Yamauchi-san, hari ini kita telah melebihi pre-order sebanyak satu juta (unit) untuk Pokémon XY… Saya mendoakan dari lubuk hati saya yang terdalam untuk kebahagiaan Anda di kehidupan berikutnya.”

Dengan ini kita juga turut berduka cita, semoga beliau diterima di sisi-Nya, aamiin. Terima kasih atas semua jasa Anda dalam dunia industri game, Yamauchi-san.

[ Sumber : Telegraph.co.uk, Nikkei, BBC News, Siliconera ]