Indonesian Game Studios di TGS 2013: Toge Productions

    Kris Antoni, CEO Toge Productions

    Toge Productions adalah salah satu studio game yang meramaikan Indonesian Game Studios di Tokyo Game Show tahun ini. CEO Toge Productions, Kris Antoni baru melangsungkan pernikahan di awal bulan ini dan tengah berbulan madu di Jepang. Di sela-sela waktunya, dia menyempatkan diri untuk ikut meramaikan booth Indonesia.

    Kris mendemokan dua game terbarunya. Pertama adalah Infectonator Hot Chase, yang merupakan game casual. Game ini telah tersedia di Appstore dan sempat di-featured di New and Noteworthy Apps di region US. Berbeda dengan Infectonator, Hot Chase ber-genre endless run. Dalam game ini, player menjadi zombie yang mengejar dan berusaha menangkap reporter cantik.

    Game selanjutnya, masih ber-setting di dunia Infectonator, adalah Infectonator Survivors. Trailer game ini sempat
    dipamerkan di ajang Casual Connect. Jika dibandingkan dengan Infectonator Hot Chase, game ini jauh lebih kompleks. Dalam Survivors, diceritakan bahwa Bumi telah dikuasai oleh pasukan zombie. Berkebalikan dengan Infectonator, dalam Survivors, pemain akan berperan sebagai orang-orang yang bertahan hidup dari serangan zombie dengan menggunakan strategi peletakan pasukan, ala gameplay dari game tower defense.

    Mendemokan Infectonator Survivors

    Dalam kesempatan ini, Kris Antoni menyempatkan waktunya untuk berdiskusi dengan Duniaku.net.

    Duniaku.net (D): Bagaimana kesan Kris melihat Tokyo Game Show tahun ini?

    Kris Antoni (KA): Tokyo Game Show so far keren banget. Bangga juga bisa lihat game-game Indonesia di-showcase di Tokyo.

    (D): Apa harapannya dengan hadir di TGS?

    (KA): Semoga Industri game Indonesia bisa mengenal talent, produk, dan industri game Indonesia. Harapannya game Indonesia juga bisa naik level lagi untuk mengejar kualitas Jepang.

    (D): Toge ada rencana untuk menembus market Jepang juga?

    (KA): Sebetulnya market yang paling gampang kita masuk adalah western. Tapi kalau kita lihat Jepang itu potensinya besar banget, karena apresiasi gamenya lebih tinggi. Nah, potensinya bisnisnya di sini. Tapi tentu saja ada barrier tinggi untuk bisa masuk pasar Jepang.

    (D): Udah coba PS4, Kris? Apa pendapatnya?

    (KA): Udah. Keren banget. Apalagi sekarang mereka sangat support dengan indie.

    (D): Jadi ada kemungkinan membawa game-game Toge Productions ke konsol?

    (KA): Tentu, kami ingin sekali masuk ke pasar konsol.

    (D): Tahun depan Toge Productions bakal ikut meramaikan booth Indonesia Game Studio lagi?

    (KA): Pasti!

    (D): Thanks untuk waktunya.


    SHARE
    Previous articleTGS 2013: Trailer Taiko: Drum Master Wii U Version Perlihatkan Mode Barunya
    Next articleTGS 2013: Sega Perlihatkan Demo Gameplay Phantasy Star Nova
    Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.