Review Insidious Chapter 2: Lebih Buruk Daripada The Conjuring?

Hai Citizen! Kali ini saya akan kembali mereview film horror yaitu Insidious Chapter 2. Saya sendiri sebetulnya belum pernah menonton Insidious yang pertama dan sempat merasa akan kebingunan ketika film baru saja dimulai. Ternyata, hal tersebut sama sekali tidak terjadi. James Wan mengemas Insidious Chapter 2 dengan sangat baik sehingga walaupun ada yang belum pernah menonton film pertamanya, penonton tetap dapat menikmati film ini dan mendapatkan gambaran keseluruhan dari cerita di universe Insidious. 

Cerita berpusat di keluarga Lambert yang dihantui oleh sebuah kekuatan supranatural karena beberapa anggota keluarganya mampu pergi ke dunia lain. Permasalahan terletak di diri sang Ayah yang terjebak di dunia lain sementara tubuhnya dikuasai oleh setan. Insidious Chapter 2 adalah film horror yang sangat intense. Jika dibandingkan dengan The Conjuring yang sama-sama digarap oleh James Wan, Insidious Chapter 2 terasa seperti film action. Penonton tidak diberikan waktu sedikitpun untuk bernafas. Dari film pertama kali dimulai hingga selesai, banyak momen-momen yang membuat penonton melompat dari kursinya. Ya, banyak sekali adegan-adegan mengagetkan yang ada di film ini. Namun, menurut saya, formula yang digunakan cenderung ketinggalan zaman. Saya sudah dapat menerka hampir setiap momen yang didesain untuk mengagetkan penonton.

Saya merasa film ini terlalu padat di bagian storytelling terutama karena durasi yang hanya 105 menit saja. Terlalu banyak yang ingin diceritakan sehingga membuat Insidious Chapter 2 terasa draggy. Semua yang terjadi di film ini terkesan terburu-buru, apalagi dengan adanya unsur time travel ketika adegan mulai memasuki dunia lain. Cukup mengesalkan terutama setelah saya terbuai dengan terror yang diberikan oleh James Wan melalui The Conjuring. Kedua film ini terasa sangat berbeda. Jika di  The Conjuring saya merasa tidak aman karena dengan jeniusnya James Wan mampu mematahkan berbagai momen-momen ‘mengagetkan’ yang cukup stereotype, di Insidious Chapter 2 saya merasa menonton film horror medioker. Tidak ada yang spesial di film ini.

Namun sekali lagi, kelemahan di bagian storytellingnya pun menjadi satu keunggulan tersendiri. Seperti sudah saya sebutkan di atas, saya yang belum pernah menonton film pertamanya pun dapat memahami alur cerita dari keseluruhan seri Insidious. Namun jika kalian tidak fokus ketika menonton film ini, bersiap-siaplah kebingungan karena perpindahan dari satu adegan ke adegan lainnya sangat cepat. Bagi kalian yang tidak suka dengan adegan berdarah-darah tidak perlu khawatir, seperti The Conjuring, di film ini hampir tidak ada darah sama sekali. twist di Insidious Chapter 2 juga sangat ciamik dan sulit untuk diterka. Mengherankan karena justru ketika adegan yang seharusnya mengerikan dan mengagetkan malah mudah ditebak. Unsur found footage yang ada di tengah-tengah film pun menambah bumbu tersendiri di Insidious Chapter 2.

Secara keseluruhan, Insidious Chapter 2 adalah film yang cukup menghibur. Bagi yang sudah mengikuti seri ini sejak tahun 2010, saya merasa, rasa ingin tahu kalian akan terpuaskan oleh Insidious Chapter 2. Namun jika saya harus memilih, The Conjuring jauh lebih menyeramkan serta menyenangkan untuk ditonton dan adalah sebuah kesalahan merilis film ini sesudah The Conjuring.

[schema type=”review” url=”Duniaku.net” rev_name=”Insidious Chapter 2″ author=”Aditya Pratama” pubdate=”2013-09-23″ user_review=”2.5″ min_review=”1″ max_review=”5″ ]


SHARE
Previous articleSpike Chunsoft Merilis TV Spot Attack on Titan: The Last Wings of Mankind
Next articleVin Diesel dan Keempat Rekannya Muncul dalam Foto Terbaru Fast & Furious 7
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.