TGS 2013 Booth Tour: Mencicipi Enam Game di Booth Square Enix, Tetap Identik Final Fantasy

Tokyo Game Show 2013 berlansung di Tokyo, Jepang mulai 19 September hingga 22 September (dengan dua hari terakhir dibuka untuk umum). Seperti tahun lalu, Duniaku Network kembali melaporkan langsung dari Makuhari Messe, tempat dimana salah satu event game terbesar di dunia ini diadakan, sekaligus menunjukkan pada Citizen Duniaku seperti apa suasana dalam setiap booth peserta event tahun ini.

Booth Square Enix dalam Tokyo Game Show (TGS) 2013 tahun ini menyediakan enam game yang bisa dicicipi oleh pengunjung. Tidak ada demo untuk FF XV, tidak juga untuk Kingdom Hearts III. Namun, keenam game ini sudah cukup untuk menyedot animo pengunjung yang memadati arena TGS 2013 dua hari terakhir kemarin (21 dan 22 September 2013). Keenam game ini didemokan dalam empat booth yang berbeda-beda. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi keenam game yang ditawarkan Square Enix kali ini.

Pertama, saya mencicipi Lightning Returns: FF XIII yang akan dirilis tahun depan. Setiap pengunjung yang mencoba game ini hanya mendapatkan waktu 15 menit saja. Tetapi tidak sekedar mencoba lho, karena pengunjung dihadapkan dengan satu misi tertentu, yaitu menyelamatkan chocobo putih. Meskipun cuma 15 menit, tapi sedikit banyak saya bisa melihat bagaimana sistem kustomisasi, battle, dan juga pergerakan karakter dalam game ini bekerja.

Demo kedua yang disediakan adalah Theatrhythm Final Fantasy: Curtain Call yang mengajak kita untuk menikmati lagu-lagu populer dari serial FF. Demo kali ini menyediakan banyak lagu dan karakter yang bisa dimainkan, termasuk lagu dan karakter dari FF XIV. Setiap pengunjung hanya diperbolehkan mencoba selama 10 menit. Dengan durasi kurang lebih dua menit per lagu, seorang pengunjung bisa menikmati empat hingga lima lagu.

FF X/X-2 HD Remastered adalah game ketiga yang saya coba. Setiap pengunjung bisa memilih, mana game yang ingin dicoba diantara keduanya. Jika memilih untuk memainkan FF X, maka pengunjung tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengontrol karakter, tetapi bisa melihat bagaimana improvisasi grafis yang diberikan Square Enix dalam game ini. Sedangkan jika memilih untuk memainkan FF X-2, pengunjung bukan hanya bisa melihat peningkatan grafis saja, tetapi juga bisa menikmati gameplay-nya, yang tentu saja tidak berbeda dari versi originalnya. Square Enix mengungkapkan bahwa apa yang pengunjung lihat di demo kali ini merupakan representasi dari game versi finalnya, karena mereka sudah merampungkan pengembangannya.

Demo FF XIV: A Realm Reborn cukup menarik, karena meskipun game-nya sudah dirilis, namun ternyata masih banyak juga pengunjung yang antri untuk mencoba. Usut punya usut, ternyata mereka mengadakan semacam event kecil-kecilan, yaitu Titan Battle yang diikuti oleh delapan pengunjung sekaligus! Selain panjang antrian, suasana di booth ini juga cukup ramai karena delapan orang tersebut harus saling berhadapan. Pengunjung yang keluar sebagai pemenang pun mendapatkan souvenir eksklusif berupa T-shirt dari Square Enix plus undian untuk mendapatkan aksesoris Cactus (Cactaur) Earrings di dalam game.

Pengunjung yang ingin mencoba kecanggihan PS4 juga bisa mendatangi bagian Partners, dimana terdapat empat unit PS4 yang bisa digunakan pengunjung untuk mencicipi Wolfenstein: The New Order. Game ini sudah dilokalisasi dengan audio berbahasa Jepang, sehingga pengunjung (yang mengerti bahasa Jepang tentunya) bisa memahami latar belakang kisah yang dibawa oleh game ini. Tak heran, banyak pengunjung yang terlihat sangat serius dalam memainkan game ini.

Terakhir, tidak lupa saya mampir ke Mobile Corner yang terdiri dari empat unit iPad untuk menjajal FF IV: The After Years. Berbeda dengan demo lain yang dibatasi waktu, kita bebas memainkan game ini selama kita suka! Dibandingkan lima booth Square Enix lainnya, memang Mobile Corner terlihat paling sepi. Mungkin hal itulah yang membuat Square Enix membebaskan pengunjung untuk mencoba game ini selama mereka suka.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, booth mereka memang ramai berkat Final Fantasy. Selain Lightning Returns yang paling heboh, Square Enix juga membawa beberapa game lain selama TGS 2013 ini, walaupun sayanya, dua game yang saya tunggu-tunggu, Final Fantasy XV dan Kingdom Hearts III sama sekali tidak terlihat di booth mereka. Padahal sebelumnya waktu E3 2013, mereka menjanjikan akan membawa keduanya untuk TGS 2013 ini… eh ternyata, banyak pengunjung yang tertipu! Tapi ya sudahlah, sejak keputusan kontroversial Square Enix membuat Final Fantasy terbaru mereka begitu “memaksa,” saya pribadi sudah kehilangan interest dengan serial legendaris itu.

Square Enix TGS 2013 Line-up

  • Dragon Quest X Online (Wii, Wii U, PC) – Video
  • Call of Duty: Ghosts (PS4, XBO, PS3, 360, Wii U, PC) – Video
  • Lightning Returns: Final Fantasy XIII (PS3, 360) – Playable, Video
  • Bravely Default: For the Sequel (3DS) – Video
  • Drakengard 3 (PS3) – Video
  • Final Fantasy X | X-2 HD Remaster (PS3, PSV) – Playable, Video
  • Thief (PS4, XBO, PS3, 360, PC) – Video
  • Diablo III (PS3) – Video
  • Deadman’s Cross (iOS, Android) – Video
  • Dragon Quest: Monster Parade (PC) – Video
  • Final Fantasy XIV: A Realm Reborn (PS3, PC) – Playable, Video
  • Kingdom Hearts [x] Chi (PC Browser) – Video
  • Melpharia March (iOS) – Survey
  • Skylanders: Spyro’s Adventure (PS3, Wii U, Wii, 3DS)

Direktur Media ZIGMA OMEGA dan Editor in Chief Duniaku Network, Ami Raditya, meliput Tokyo Game Show live dari Makuhari Messe.


SHARE
Previous articleNintendo Perkenalkan Dua Pokemon Fosil di Pokemon X & Y
Next articleColin Farrell dan Paula Patton, Dua Kandidat untuk Film World of Warcraft
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.