Valve Konfirmasikan Steam OS, Sistem Operasi Pendukung Streaming Game Steam ke Ruang Keluarga

Tampaknya hiburan utama di ruang keluarga menjadi target utama beberapa produsen game dunia. Sebut saja Microsoft yang jelas menjadikan Xbox One sebagai salah satu sentral entertainment keluarga (atau yang masih dirumorkan, Xbox TV), yang tidak hanya menarik dinikmati oleh gamer saja. Google pun juga demikian, mereka memiliki banyak inovasi, baik yang sudah eksis seperti duet Google TV dengan Chromecast. Sedangkan Sony, mereka juga membuat televisi BRAVIA makin “smart” dan menyenangkan dengan Smart Stick, plus kombinasikan juga dengan PS Vita TV, cukup menjadikan mereka sebagai hiburan ruang keluarga all-in-one! Menyusul nama-nama tersebut, Valve hari ini mengkonfirmasikan melalui websitenya, Steam OS, sebuah sistem operasi baru yang terbuka berbasis Linux, dilisensikan gratis untuk siapa saja, serta didesain khusus untuk memperkuat hardware yang fokus untuk ditempatkan di ruang keluarga.

As we’ve been working on bringing Steam to the living room, we’ve come to the conclusion that the environment best suited to delivering value to customers is an operating system built around Steam itself. SteamOS combines the rock-solid architecture of Linux with a gaming experience built for the big screen. It will be available soon as a free stand-alone operating system for living room machines.

Karena fokuskan adalah ruang keluarga, Steam OS akan berjalan di sebuah sistem yang terhubung dengan TV, serta memungkinkan kita memainkan game Steam dari sana. Game tersebut tidak harus dijalankan melalui sistem yang terhubung ke TV, namun tetap akan berada di komputer utama dan dijalankan dari sana, yang kemudian di-streamingkan secara local melalui Wi-Fi. Karena itulah diperlukan Windows PC atau Mac dengan Steam dan game yang akan ditreamingkan ter-install di sana. Komputer tersebut akan menjalankan game, di-streamingkan melalui Wi-Fi ke sistem dengan Steam OS yang terhubung ke televisi, dan kemudian kamu bisa memainkannya melalui TV. Prinsip kerjanya mirip seperti Remote Play-nya Sony, dan melalui jalur SteamOS tersebut, kita bisa mengakses semua game, dan membagikan game tersebut agar bisa dimainkan oleh semua anggota keluarga.

Selain streaming game, melalui kombinasi komputer, Steam OS dan televisi, kamu dengan mudah membagikan media yang ada di komputer, membagikannya, melakukan live streaming, Family Sharing, dan karena ditujukan untuk keluarga, Steam juga membekali OS mereka ini dengan parental control.

Namun klien bebasis Linux yang didistribusikan gratis ini fokus utamanya tetap menjalankan game secara native. Menurut Valve sudah banyak pengembang game yang akan mengembangkan gamenya mendukung Steam OS. Steam Box yang beberapa kali kami dengar sepertinya nanti juga akan menggunakan OS mereka ini, dan bisa saja akan segera mereka konfirmasikan, mengingat konfirmasi Steam OS ini hanya bagian awal dari rencana konfirmasi yang sudah mereka jadwalkan di akhir tahun ini.

Sumber: Steam


SHARE
Previous articleOppo N1 Menjadi Smartphone Android Pertama Dengan Kamera Putar dan Kombinasi Enam Lensa
Next articleTGS 2013 Booth Tour: Booth Capcom Minim Game, Justru Cocok Menjadi Background Untuk Berfoto
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.