TGS 2013: Impresi Demo Playable Strider Hiryu, Remake Pertama Setelah 25 Tahun

Pertengahan Juli 2013 kemarin, selama Comic Con di San Diego, Capcom mengumumkan remake salah satu game klasiknya, Strider. Game yang dibintangi ninja masa depan Strider Hiryu tersebut menjadi perwujudan banyak permintaan penggemar Hiryu yang selama ini sebatas memainkannya sebagai karakter tamu dalam game-game crossover Capcom. Dua bulan pasca diperkenalkan, akhirnya Capcom menawarkan demo playable pertamanya melalui booth mereka selama Tokyo Game Show 2013 (di Jepang, game ini akan dikenal sebagai Strider Hiryu).

Proyek remake salah satu ikon klasik yang pertama kali dirilis di Arcade pada tahun 1989 ini diserahkan pada developer berbasis di California, Double Helix Games. Studio ini juga yang kebagian proyek remake game klasik lainnya dari Microsoft, yaitu Killer Instinct. Namun Capcom tidak menyerahkan sepenuhnya pengembangan pada mereka. Seperti banyak publisher Jepang lainnya, Capcom memilih meng-outsource pengembangan remake ini ke studio Amerika, karena jelas agar sesuai dengan pasar Barat. Untuk menjaga ciri khas Strider tetap terjaga (desain karakter dan gamenya), Capcom mewakilkan pada Capcom Osaka, salah satu studio inti Capcom. Rencananya game ini akan dirilis tahun depan sebagai game digital untuk PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, Xbox One dan Windows.

Sebagai remake, game ini mengisahkan kembali kedua game Strider pertama, ketika organisasi ninja hi-tech Strider mengirimkan Strider Hiryu dalam misi untuk menghabisi musuh mereka, Grandmaster, Meio di Kazakh City. Settingnya tahun Meio: 048, gambaran Bumi masa depan yang setengah hancur karena kekuasaan Grandmaster Meio. Hiryu terpilih dalam misi ini sebagai bagian ujiannya untuk mendapatkan pengakuan Special A-Class di pogram pelatihan Strider.

Melihat dari trailer pertamanya, dan sebentar kami kami memainkannya selama TGS 2013, Strider baru ini sangat berbeda dari game klasiknya (penulis sendiri juga sekadar mencoba game klasiknya melalui emulator). Capcom menggambarkan desain levelnya sebagai game “non-linear,” sehingga membuka kesempatan eksplorasi yang bebas seperti tipikal game open world.  Namun yang jelas gameplay-nya sangat cepat. Dan jika dulu Strider Hiryu menjelajahi Kazakh City dengan pergerakan yang terbatas, maka kini sisi eksplorasinya diperluas (bayangkan saja Super Metroid atau Castlevania: Symphony of the Night). Kamu bebas menjelajahi Kazakh untuk mencari senjata dan item untuk melengkapi senjata utamanya, sebuah senjata plasma yang disebut sebagai Cypher.

Selama menjelajahi Kazakh, Hiryu bisa mendapatkan bermacam upgrade untuk Cypher. Selain itu, makin jauh bermain Hiryu juga akan mendapatkan power-up yang memungkinkannya mengakses area yang sebelumnya tidak bisa terjangkau. Para pemain Symphony of the Night pasti menyukai gameplay semacam ini. Mempertahankan unsur klasik 2D side-scrolling, namun dengan eksplorasi yang lebih luas dan non-linear.

Strider – Announce Trailer

Strider – Gameplay Trailer

Strider TGS 2013 Gameplay Trailer

Direktur Media ZIGMA OMEGA dan Editor in Chief Duniaku Network, Ami Raditya, meliput Tokyo Game Show live dari Makuhari Messe. 


SHARE
Previous articleTrailer Terbaru One Piece Unlimited World Red Berikan Detail Karakter Orisinal Dari Eiichiro Oda
Next articleNampol.Net: Mobile Game Platform Asli Indonesia, Sudah Pernah Mencoba?
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.