NusantaRanger: Kisah Berumur 300 Juta Tahun!

Melanjutkan artikel saya mengenai liputan event talkshow Duniaku Checkpoint bersama tim NusantaRanger yang dapat dibaca disini, saya sekarang akan menjelaskan seluk beluk dari universe NusantaRanger! Universe dari NusantaRanger sendiri sangat lah luas, bahkan timelinenya pun mundur hingga 300 juta tahun yang lalu. Namun harus diingat bahwa NusantaRanger masih dalam tahap pengembangan dan masih memiliki kans untuk mengalami perubahan.

Topeng Kelana

Saya akan memulai pembahasan dari timelinnya terlebih dahulu. Kisah dimulai dari 300 juta tahun yang lalu. Pada saat itu, lansekap bumi masih berupa satu daratan luas yang disebut Pangaea. Pada saat itu, muncul lah 2 dewa di bumi yang bernama Pandita dan Kelana. Pandita mewakili kekuatan kebaikan sementara Kelana mewakili kekuatan jahat. Kelana sendiri diambil dari cerita di wilayah Cirebon dimana Kelana itu sendiri mewakili sifat-sifat jahat manusia. Perseteruan kedua dewa ini memuncak sekitar 245 juta tahun yang lalu dan disebut dengan The Battle of Pangaea serta memunculkan Ganendra atau pasukan dewa dan mengakibatkan punahnya 96% spesies yang ada di muka bumi. Berlanjut ke era 201 juta tahun yang lalu, muncullah RUH atau mecha yang dibuat oleh Pandita. Momen ini bertepatan dengan munculnya para Dinosaurus. Pandita akhirnya berhasil mengalahkan Kelana, namun pada era 100 tahun yang lalu, Kelana kembali muncul di bumi. Hal ini memicu Battle of Toba pada era 74.000 tahun yang lampau dan menyebabkan volcanic winter dimana matahari terutup oleh abu vulkanis.

Semua kejadian di NusantaRanger telah dipilih dengan cermat sesuai dengan kejadian sesungguhnya yang terjadi di bumi. Seperti The Battle of Pangaea, sekitar 245 juta tahun yang lalu, super continent Pangaea memang benar-benar mengalami proses pemecahan hingga menjadi seperti saat ini. Begitu pun dengan Battle of Toba, pada kenyataannya, sekitar 74.000 tahun yang lalu, Toba benar-benar meletus. Bagi kalian yang belum tahu, Danau Toba yang kita ketahui sekarang sejatinya adalah sebuah kawah gunung berapi! Begitu dahsyatnya letusan gunung toba hingga bisa menciptakan kawah seluas itu dan hampir membuat manusia punah dikarenakan volcanic winter yang menyebabkan semua tanaman tidak dapat tumbuh.

Kekuatan letusan gunung Toba

Ines menambahkan kemungkinan bahwa adanya dewa-dewa lain selain Kelana dan Pandita. Dewa-dewa ini akan eksis di belahan bumi lain dan mengisi kekosongan cerita karena NusantaRanger hanya berpusat di Indonesia saja. Bisa dilihat bahwa universe di NusantaRanger ini sangat lah luas dan bisa menghasilkan banyak sekali alur cerita yang menarik. Begitu pun, Shani dan kawan-kawan tetap berusaha menyeleraskan cerita di NusantaRanger dengan kejadian sebenarnya yang terjadi di bumi. Ini sesuai dengan visi mereka yang ingin memberikan, tidak hanya hiburan tapi juga pengetahuan bagi mereka yang membacanya. Sekali lagi, NusantaRanger masih dalam tahap pengembangan dan ini semua masih bisa berubah. Namun secara garis besar, ini lah timeline yang akan diadopsi oleh NusantaRanger. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya!


SHARE
Previous articleMighty No. 9 Dapatkan Challenge Mode dan Stage Ekstra
Next articlePameran Fotografi Mainan Star Wars Memikat Banyak Pengunjung!
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.