TGS 2013: GREE Mengecil dan GungHo Membesar, Mobile dan Social Game Tetap Kuat di Jepang

Tokyo Game Show 2013 berlansung di Tokyo, Jepang mulai 19 September hingga 22 September besok (dengan dua hari terakhir dibuka untuk umum). Seperti tahun lalu, Duniaku Network kembali melaporkan langsung dari Makuhari Messe, tempat dimana salah satu event game terbesar di dunia ini diadakan, sekaligus menunjukkan pada Citizen Duniaku seperti apa suasana dalam setiap booth peserta event tahun ini.

Aplikasi game yang diadopsi khusus smartphone, di Jepang justru menarik lebih banyak gamer selama TGS 2013. Apalagi data terakhir mencatat hampir separuh penjualan video game di Jepang tahun lalu ternyata bersumber dari mobile game dan social game (tipikal game yang dimainkan melalui platform messaging seperti LINE). Namun ada yang menarik dari booth publisher yang fokus mobile/social game seperti GREE dan Gung Ho.

Tahun lalu booth GREE sangat besar, bahkan lebih besar dari publisher konsol lainnya. Namun kini dalam TGS 2013, booth GREE ternyata menyusut, walaupun tetap cukup besar, setidaknya hanya Sony dan Microsoft saja yang mengungguli GREE. Justru GungHo Online Entertainment yang bersinar selama TGS 2013 kali ini, melalui game mobile andalannya, Puzzle & Dragons. Selain booth yang mengecil, perubahan lain di booth GREE adalah mereka membawa serta Pokelabo, studio yang banyak menghasilkan game sosial di Jepang yang didapatkan GREE pada Oktober 2012 lalu.

Selain GREE, wakil mobile yang cukup kuat tahun ini adalah GungHo Online Entertainment, yang selain membawa Puzzle & Dragons (Pazudora di Jepang), mereka juga mendemokan versi 3DS-nya Puzzles & Dragons Z, yang akan dirilis akhir tahun nanti. Selain itu, Gung Ho juga mengajukan game mobile lainnya, Divine Gate, yang sudah dirilis 30 September kemarin di Android, serta Ragnarok Odyssey Ace untuk PS Vita. Franchise Puzzle & Dragons saat ini menjadi yang paling masif di Jepang. Bahkan Juli lalu Gung Ho melaporkan mereka mendapatkan pemasukan hingga US $4.9 juta per hari, dengan pemain mencapai 17 juta, dan itu hanya di Jepang saja! Tidak heran jika pada Mei 2013 lalu market cap GungHo mencapai US$15.1 milyar, dan itu nilai yang bahkan lebih tinggi dari Nintendo.

Direktur Media ZIGMA OMEGA dan Editor in Chief Duniaku Network, Ami Raditya, meliput Tokyo Game Show live dari Makuhari Messe. 


SHARE
Previous articleTGS 2013: Demo PlayStation App, Ubah Semua Android dan iOS Menjadi Layar Kedua Untuk PS4
Next articleIndonesian Game Studios di TGS 2013: TouchTen Games
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.