Nordic Games Merilis Trailer Pertama Deadfall Adventures, Uncharted Dengan Gameplay FPS

Maret 2013 lalu, developer The Farm 51 (Painkiller: Hell & Damnation) dan publisher Nordic Games mengkonfirmasikan proyek terbarunya Deadfall Adventures. Seperti Painkiller, Deadfall merupakan sebuah first-person shooter. Namun karena adanya imbuhan “adventures” di sini, mereka sedikit meramunya dengan unsur puzzle, dan mengingatkan kami pada atmosfer petualangan Indiana Jones. Awalnya direncanakan rilis akhir Juli 2013 untuk Xbox 360 dan PC (melalui Steam), namun kini diundur menjadi 15 November. Info terbarunya, The Farm 51 merilis trailer barunya sekaligus beberapa screenshot.

Game yang mengambil setting tahun 1938 ini dibintangi seorang petualang bernama James Lee Quatermain, yang mengawal seorang wanita cantik, sekaligus agen Amerika bernama Jennifer Goodwin. Misi mereka adalah pergi ke sebuah kuil Mesir dan mencari sebuah harta kuno yang disebut The Heart of Atlantis. Seperti tipikal film Indiana Jones, ada pihak lain yang akan membuat misi tersebut berjalan lebih seru, rupanya Nazi atau Rusia juga menginginkan benda yang sama.

Contoh lain yang mirip dengan konsep game ini adalah serial Uncharted. Mulai gameplay shooter-nya, karakter petualang yang tangguh, didampingi seorang wanita dengan kemungkinan ada kisah romantis diantara keduanya, sampai dalam game leluhur karakter utamanya yang ternyata juga seorang terkenal pada cerita aslinya (buyut Quatermain disebutkan Allan Quatermain, protagonis dari novel karya H. Rider Haggard, King Solomon’s Mine). Namun Deadfall Adventures juga terfokus pada gameplay FPS, sehingga para pemain Painkiller (atau tipikal FPS lainnya) pasti akan lebih menyukai Deadfall.

Game yang mengambil setting selama Perang Dunia kedua ini juga kembali menggunakan Unreal Engine 3 untuk memproses grafisnya. Tidak heran jika melalui screenshot-nya saja terlihat kualitas detailnya yang tinggi. Lingkungan sekitar terlihat begitu natural, dan musuh-musuhnya yang sebagian justru tidak terlalu natural, juga terlihat nyata. Puzzle juga banyak mengiringi perjalanan Quatermain selama menembus piramida Mesir, dan kamu akan bergantung pada buku catatan kecil, kompas, senter, serta tentu saja senjata api untuk membantu memecahkan setiap teka-teki dan mencari jalan yang benar ke arah harta yang diperebutkan.

Berikut trailer terbaru yang dirilis Nordic Games.

Deadfall Adventures CGI Trailer

Deadfall Adventures Collector’s Edition

Selain evrsi retail standar, Nordic Games juga berencana merilis Collector’s Edition-nya dan akan dirilis bersamaan dengan versi standar pada 15 November mendatang untuk PC Windows serta Xbox 360. Untuk retail PC dan Steam ditawarkan dalam versi Standard Edition dan Collector’s Edition, harganya EUR 39.99/USD 39.99/£34.99 (atau sekitar Rp. 470 ribuan) dan EUR 49.99/USD 49.99/£44.99 (atau sekitar Rp. 580 ribu). Sedangkan untuk Xbox 360, Standard Edition dan Collector’s Edition ditawarkan lebih mahal sekitar Rp. 100 ribuan, dengan harga EUR 49.99/USD 49.99/£44.99 dan EUR 59.99/USD 59.99/£54.99. Mereka yang membeli pre-order versi digital Standard Edition melalui Steam bisa meng-upgrade ke Collector’s Edition. Kamu bisa memesan awal game ini melalui Amazon.

Bonus Collector’s Edition boxed/digital PC:

  • Game
  • DLC 1: Skin Allan Quatermain Revolver (single dan multiplayer)
  • DLC 2: 3 skin eksklusif multiplayer (Arab Mercenary, Arctic Quatermain dan Skeleton)
  • Making of movie (DVD)
  • Original soundtrack (Audio CD)
  • Artbook (dalam disc)

Bonus Collector’s Edition boxed Xbox 360:

  • Game
  • Making of movie (DVD)
  • Original soundtrack (Audio CD)
  • Artbook (printed)

Sayangnya untuk kedua DLC yang hadir untuk PC, Nordic belum bisa memastikan apakah juga akan diberikan pada para pemesan pre-order versi Xbox 360.

[nggallery id=820]

Sumber: Deadfall Website, Twitter


SHARE
Previous articleThe Avengers Muncul di TV Spot Terbaru Thor: The Dark World
Next articleNonton Yuk: Walkthrough Grand Theft Auto V
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.