Mengapa Resident Evil Menjadi Lebih ke Arah Action? Ini Penjelasan Shinji Mikami!

Shinji Mikami memang sudah membentuk tim baru, Tango Gameworks dengan proyeknya The Evil Within. Melalui The Evil Within, Mikami ingin membawa kembali genre survival horror ke akarnya semula, dimana menurutnya saat ini genre survival horror sudah melenceng jauh dari esensinya. Tak terkecuali dengan Resident Evil (RE), game survival horror buatannya, yang semakin lama semakin mengarah ke action dan kehilangan aroma survival horrornya.

The Evil Within

Nah, mengenai serial RE yang sudah menjadi lebih ke arah action ini, Mikami memiliki alasannya. Rupanya, pergeseran dari survival horror menjadi action yang dialami oleh RE tidak lepas dari campur tangan Mikami sendiri, salah satu penyebabnya adalah penjualan yang kurang menguntungkan saat dia me-remake RE untuk Gamecube. “Remake RE adalah salah satu seri favorit saya. Tetapi sayang game tersebut tidak terjual dengan baik,” ungkap Mikami seperti dikutip wawancaranya dengan IGN. “Mungkin di luar sana tidak banyak orang yang siap untuk menerimanya. Karena reaksi terhadap remake tersebut, saya memutuskan untuk membuat lebih banyak aksi dalam RE 4. RE 4 mungkin saja akan lebih menakutkan dan memiliki fokus horror yang lebih banyak jika remake RE tersebut terjual dengan baik,” ungkap Mikami.

RE 4 dulu sempat ditampilkan ke publik dalam dua bentuk, RE 4 seperti yang kita kenal dan mainkan, dan satu versi lagi masih dalam berupa prototype. Dalam video prototype yang bisa kamu lihat di bawah ini, kita bisa melihat gameplay RE 4 yang lebih lambat, plus masih memiliki nuansa survival horror khasnya.

Kegagalan saat membuat remake RE untuk Gamecube ini ternyata masih sedikit menyisakan trauma bagi Mikami saat membuat The Evil Within. Namun Mikami belajar dari pengalaman tersebut dengan harapan The Evil Within tidak mengikuti jejak dari remake RE tersebut. “Saya masih memiliki trauma di sana (genre survival horror), karena remake RE tidak terjual dengan baik, lebih dari apa yang dipikirkan banyak orang,” pungkas Mikami. Bagaimana menurutmu? Apakah nantinya The Evil Within bisa lebih sukses dibandingkan RE? Bagi kamu yang kelewatan dan penasaran dengan bagaimana gameplay dari The Evil Within, kamu bisa menyimak demo gameplay-nya di artikel ini.

[Sumber: IGN, Joystiq]


SHARE
Previous articleIMAX Behind the Frame, Featurette Terbaru dari Gravity
Next articleTrailer Kolaborasi Lightning Returns: Final Fantasy XIII dan Final Fantasy XIV: A Realm Reborn
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.