[Game Insight] Journey, Sebuah Perjalanan Spiritual Dalam Media Digital

Halo semuanya, dalam kesempatan saya menulis untuk Duniaku yang pertama ini, saya mau membahas mengenai salah satu game terbaik yang dirilis tahun 2012 kemarin, Journey. Saya sendiri baru berkesempatan untuk memainkan Journey minggu lalu karena saya memang menunggu ada diskon untuk membeli game ini di PSN. Pembahasan yang akan saya lakukan mungkin tidak bisa dikategorikan sebagai review, tapi lebih ke pengamatan pribadi mengenai apa yang membuat game ini begitu spesial, istilah yang tepat mungkin adalah insight. Membaca judul tulisan ini, mungkin kamu berpikir bahwa pembahasan yang saya lakukan ini adalah pembahasan yang berlebihan, tapi percayalah, Journey betul-betul dapat membawa gamer yang memainkannya terhanyut dalam dunianya bagaikan sebuah perjalanan spiritual melalui layar TV dan controller PS3.

Journey adalah sebuah game dari developer indie yang terkenal dengan game-gamenya yang unik dan eksperimental, thatgamecompany. Game ini eksklusif dirilis untuk konsol PS3, dan meskipun Journey ini bukanlah game yang mainstream, Sony mengatakan pada E3 2012 bahwa Journey adalah game dengan penjualan terbaik sepanjang masa di PSN. Selain itu, Journey juga mendapatkan kehormatan sebagai salah satu game pertama yang masuk nominasi Grammy Awards untuk “Best Score Soundtrack for Visual Media”.

Lalu, apa saja sih hal yang membuat Journey ini begitu spesial? Pertama-tama mari kita lihat dari aspek-aspek yang biasanya dinilai dari sebuah game. Untuk masalah visual, Journey berhasil memikat banyak gamer dengan grafik yang luar biasa cantik dan enak dilihat mata, meskipun setting dari game ini bukanlah tempat yang bisa dibilang meyenangkan, tapi melihat game ini dari layar TV saja sudah bisa membuat seseorang merasa terhisap ke dalam gamenya. Kemudian untuk urusan audio, seperti yang sudah dibahas singkat di atas, game ini merupakan game yang berhasil dinominasikan di ajang penghargaan bergengsi, Grammy Awards. Musik-musik hasil karya Austin Wintory dijamin akan bisa menemani anda dengan sempurna dalam perjalanan spiritual di game ini.

Dua hal di atas adalah hal yang biasa kamu temukan dari sebuah game bagus, tapi masih ada hal lain yang dimiliki Journey namun tidak dapat ditemukan di game lain. Dalam game ini, karakter kamu memiliki batasan gerak yang cukup mengikat, karakter kamu tidak bisa sembarangan melompat-lompat layaknya game platformer atau adventure lainnya, satu-satunya cara untuk mengisi kemampuam melompat adalah dengan menyetuh objek tertentu atau berinteraksi dengan karakter lain yang kamu temui dalam petualanganmu. Keterbatasan gameplay ini betul-betul membuat kita lebih sabar untuk mengatur strategi. Dan seperti sempat saya singgung, karakter kamu akan berkelana sendirian menuju tempat tujuannya, namun jika kamu cukup beruntung ada kemungkinan kamu akan bertemu dengan karakter lain di perjalananmu. Awalnya saya berpikir karakter yang saya temui adalah AI, namun saya dikejutkan dengan fakta bahwa sebenarnya karakter-karakter lain yang ada dalam game adalah gamer lain yang juga sedang memainkan Journey!

Mungkin beberapa dari kamu merasa ini adalah hal yang biasa dari game modern jaman sekarang, namun perlu diingat, Journey adalah sebuah game dengan komunikasi verbal yang sangat minim. Maksud dari komunikasi verbal yang sangat minim di sini adalah begitu jarangnya game ini menyajikan kata-kata baik dalam bentuk tulisan maupun suara, jadi saat kamu bermain game ini dan bertemu dengan pemain lain, segala interaksi yang terjadi antara kamu dan pemain itu adalah interaksi non-verbal. Luar biasanya, meskipun dengan keterbatasan gerak dan komunikasi yang dapat dilakukan, game ini mampu membuat gamer begitu peduli dengan pemain lain yang tidak dia kenal sama sekali. Hal ini merupakan sesuatu yang saya rasa masih baru di game dengan fitur multiplayer.

Keterbatasan komunikasi verbal dalam game ini juga membuat cerita dalam game ini memiliki banyak interpretasi yang berbeda dari gamer yang memainkannya. Jika kamu mencoba Googling mengenai cerita Journey, jangan heran kalau kamu menemukan beragam interpretasi. Interpretasi cerita yang ada mulai dari yang menghubungkan Journey dengan perjalanan hidup manusia dari kecil hingga tua beserta pentingnya interaksi sosial yang dapat mepermudah hidup kita, sampai pendapat orang yang mengatakan kalau Journey adalah sebuah game dengan tema reinkarnasi dan religius yang kental.

Jadi, setelah mebaca poin-poin yang saya sebutkan di atas, apakah kamu tertarik untuk mencoba memainkan Journey? Saya yakin dengan grafik yang indah, musik yang epic, gameplay yang unik, serta cerita yang sangat open to interpretation ini, pengalaman yang kamu rasakan dengan Journey bukanlah sekedar pengalaman bermain game, tapi sebuah perjalan spiritual yang luar biasa.

Behind the Scenes of Journey

[Game Insight] Journey, Sebuah Perjalanan Spiritual Dalam Media Digital

Journey merupakan salah satu game terbaik yang dirilis tahun 2012 kemarin. Dan penulis pribadi melihat game ini begitu spesial, karena betul-betul dapat membawa gamer yang memainkannya terhanyut dalam dunianya bagaikan sebuah perjalanan spiritual melalui layar TV dan PS3.

Abaikan

Journey Accolades Trailer

[Game Insight] Journey, Sebuah Perjalanan Spiritual Dalam Media Digital

Journey merupakan salah satu game terbaik yang dirilis tahun 2012 kemarin. Dan penulis pribadi melihat game ini begitu spesial, karena betul-betul dapat membawa gamer yang memainkannya terhanyut dalam dunianya bagaikan sebuah perjalanan spiritual melalui layar TV dan PS3.

Abaikan


SHARE
Previous articleDua Monster Brutal Baru Siap Diburu di Monster Hunter Frontier G3!
Next articleMoogle Sebagai Umpan Bagi Musuh di Lightning Returns: Final Fantasy XIII
Mohammad Fahmi adalah seorang gamer, newbie game designer, dan writer (yang lebih newbie lagi). Cita-cita utama dia adalah supaya video games bisa dapat pengakuan sebagai karya seni dan media yang bukan hanya untuk anak-anak saja. Tulisan dia lainnnya dapat kamu baca di jetpackersjournal.wordpress.com