Lenovo Konfirmasikan Penerus K900 Melalui Lenovo Vibe Z, Lenovo Vibe X Mulai Dijual 20 Oktober

Vibe Z yang pertama kali dikonfirmasikan Sabtu lalu (29/9/2013)

Lenovo mengkonfirmasikan Lenovo Vibe X selama event IFA 2013 awal September lalu, dan langsung menjadi salah satu pusat perhatian karena profil tubuhnya yang tipis, dengan ketebalan hanya 6.9 mm (atau setara dengan Android berprosesor Intel Lenovo K900 yang tebalnya 6.9 mm) dan berat 120-gram (162-gram pada K900), menjadikan Vibe X sebagai smartphone dengan layar berbidang 5-inchi dan resolusi full HD tertipis di dunia. Selama IFA Lenovo hanya mengatakan jika Vibe X mulai dijual Oktober 2013 ini dimulai di China. Akhir pekan kemarin Lenovo menggelar event tunggal di Beijing, dan mereka memastikan kapan smartphone tipis tesebut akan dirilis, yaitu 20 Oktober mendatang. Selain itu, selama event Lenovo mengkonfirmasikan varian lain Android slim-nya dengan Vibe Z.

Vibe X menjadi penerus Lenovo S920. Desain yang tipis dengan layar mengecil menjadi 5-inchi.

Kedua Vibe tersebut, Vibe X (atau akan kita kenal dengan seri S960, penerus Lenovo S920) dan Vibe Z (atau nantinya dikenal sebagai K910, penerus Lenovo K900) selama event sepertinya baru dikhususkan untuk pasar China saja. Dengan Vibe X akan mengawalinya 20 Oktober mendatang. Untuk Vibe Z belum diungkapkan kapan akan mulai dijual dan berapa harganya.

Menurut Lenovo, kedua Vibe tersebut mereka siapkan untuk pasar anak muda, dan juga akan dirilis di luar China. Yang mereka sebutkan selama event adalah India dan Filipina. Namun penulis yakin dengan ramainya respon pasar Android Indonesia, terutama baiknya penerimaan pengguna smartphone Indonesia atas Lenovo IdeaPhone, pasti juga akan hadir di pasar lokal.

Detail Vibe X S960 sudah kami ungkapkan dalam artikel sebelumnya. Ada chipset menengah MTK 6589T dari MediaTek, dengan empat core prosesor yang kecepatannya 1.5GHz processor, 2GB RAM, internal storage 16GB, GPU PowerVR SGX544 dengan speed 357 MHz, sensor kamera 13-megapixel dengan bukaan f/1.8, sensor kamera sekunder 5-megapixel dengan sudat pengambilan 84-derajat, baterai 2000 mAh, Android 4.2.2, serta layar 5-inchi full HD-nya berpelindung Gorilla Glass 3.

Vibe Z K910 kembali berbahan full metal. Semoga saja gejala casing panas pada K900 tidak berlanjut untuk penerusnya ini.

Sedangkan untuk Lenovo Vibe Z K910, smartphone ini juga sama menjalankan Android 4.2.2 melalui tenaga “mesin” dari Qualcomm. Sunggung mengejutkan, karena Lenovo memilih kasta Qualcomm tertinggi melalui Snapdragon 800, dengan empat prosesor quad-core, GPU Adreno 330, yang menghasilkan nilai benchmark AnTuTu 34,00 dan membuatnya layak bersanding dengan Android super lainnya seperti Samsung Galaxy Note 3, LG G2 dan Sony Xperia Z1.

Vibe Z juga tipis seperti Vibe X. Dengan layar 5.5-inchi, profil yang tipis sedikit membantu tangan selama menggenggamnya.

Karena berbagi sasis dengan seri K sebelumnya, jadi keseluruhan K910 mengadopsi desain yang sama dengan K900. Ada layar 5.5-inchi bermaterial IPS dengan resolusi full HD 1080p, 2GB RAM, kamera utama 13-megapixel dengan flash LED ganda seperti K900, kamera sekunder 5-megapixel, serta tentu saja yang menjadi trademark seri K, casing berbahan metal — dan semoga tidak melanjutkan kelemagan K900 yang begitu mudahnya menghantarkan panas prosesor. Oh ya, melanjutkan K900, baterainya jenis tanam, dan sepertinya juga tidak ada slot memory eksternal di sana.

Menggunakan Snapdragon 800, tidak heran jika nilai benchmark AnTuTu-nya bisa melampaui angka 30 ribuan!

Selain sekelumit spesifikasi tersebut, masih belum banyak yang diungkapkan Lenovo untuk Vibe Z. Jika ada yang bertanya-tanya berapa harganya, tentu lebih mahal dari Vibe X yang rencananya dijual dengan harga RMB 2,889, atau sekitar Rp. 5.7 jutaan.

[cb type=”company”]Lenovo[/cb]

Sumber: CNMO


SHARE
Previous articleGaist Art, Jurus Spesial Baru di Gaist Crusher
Next articleGAT Festival 2013 Binus University Segera Digelar!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.