Dell Venue Pro Dengan OS Windows 8.1, Tawarkan Kekuatan Ultrabook Dengan Portabilitas Tablet

Selain Venue 7 & 8, melalui konferensi pers mereka kemarin di New York, Dell juga mengumumkan dua tablet Windows 8.1. Salah satunya sempat dibawa Dell selama Intel Developer Forum. Namun kemarin mereka memberikan tambahan informasi, sekaligus satu tipe Venue lainnya yang akan dirilis akhir Oktober mendatang.

Panel belakangnya bermotif, meskipun polanya tidak biasa.

Pertama dengan Dell Venue 8 Pro (kata pro di sini membedakannya dengan versi Android). Seperti Acer Iconia A1 dan Toshiba Encore, Dell memilih layar di bawah 10-inchi untuk membuat tablet Windows 8.1 dengan layar 8-inchi mereka ini menarik untuk pasar yang lebih luas. Menjaga agar harganya tetap terjangkau, Dell hanya mengajukan resolusi 800×1280-pixel saja, melalui panel IPS, yang tidak sama dengan versi Android-nya, di sini mendukung input melalui stylush. Itu bisa dicapai karena Dell juga memasukkan lapisan digitizer aktif dari Synaptics. Di balik layar, tersembunyi jagoan baru Intel melalui platform Bay Trail dengan core Silvermont, yang diklaim mampu meningkatkan kinerja namun tetap membutuhkan sedikit daya baterai (kira-kira bertahan 10 ham). Selain itu yang disebutkan dalam penyataan pers mereka, ada 2GB RAM dan internal storage 32GB.

Venue 8 Pro langsung bisa dioperasikan menggunakan stylush.

Dell juga berhasil membuat Venue 8 Pro mereka ini begitu kecil dan tipis. Dengan berat hanya 400 gram dan ketebalan 8.9mm, Venue 8 Pro sepertinya akan menjadi tablet Windows pertama yang nyaman digenggam. Bagian panel belakangnya pun bermotif seperti spiral yang timbul, untuk mendukung genggaman tangan. Di sekeliling tubuhnya, tersedia slot microSD, tombol volume dan tombol Windows di sisi atas. Semua tombol posisinya dekat ke sisi atas, untuk mendukung pengoperasiannya secara portrait. Selain WiFi only, Dell juga akan menawarkan tablet ini langsung dengan dukungan koneksi 4G LTE.

Juga akan disediakan aksesoris keyboard untuk Venue 8 Pro.

Tablet Windows lainnya yang mereka kenalkan adalah Venue 11 Pro, yang sepertinya akan menjadi salah satu alternatif dari Surface Pro 2-nya. Dengan layar 10.8-inchi, Venue 11 Pro layak menjadi pengganti laptop. Apalagi Dell menyebutkan jika tablet bongsor mereka ini membawa kekuatan Ultrabook, kemampuan desktop, dan portabilitas tablet (dengan dukungan beberapa aksesoris). Venue 11 Pro mengajukan layar 10.8-inchi dengan resolusi Full HD 1920 x 1080-pixel pada material IPS, dan ditawarkan dengan dua konfigurasi.

Fleksibel, bisa menjadi tablet, laptop, atau bahkan memilih konfigurasi tertinggi sebagai pengganti desktop.

Menggunakan Intel Atom Z3770 berprosesor quad-core dari platform Bay Trail (internal storage-nya  32 atau 64 GB), atau yang lebih “ganas” menggunakan generasi keempat prosesor Haswell hingga Core i5 (mendukung RAM hingga 8GB dari standar 4 GB untuk). Khusus yang Haswell, internal storage-nya tersedia dengan pilihan 64, 128, dan maksimal 256 GB. Konektivitas sama seperti saudara kecilnya juga ada di sini, seperti WiFi, GPS, NFC dan micro HDMI.

Juga bisa langsung corat-coret di atas layar 10.8-inchi.

Dell memberikan beberapa opsi konektivitas untuk tablet mereka ini, Mulai port USB ukuran normal, port HDMI dan ada slot microSD untuk ekspansi, serta panel belakangnya berbahan dof. Selain itu, diantara Venue lainnya, yang satu ini baterainya bebas dilepas. Meskipun rating ketahanan masih pada klaim angka 10 jam, namun dengan baterai yang tidak paten kita bisa menyimpan cadangan, dan dengan mudah menggantinya jika dibutuhkan. Sama seperti Venue 8 Pro, tablet dengan berat 711.5 gram dan ketebalan 10.1 mm untuk yang menggunakan Bay Trail, dan ketebalan 12.2 mm dan berat 806 gram untuk yang menerapkan prosesor Haswell ini juga akan akan varian 4G LTE-nya.

Pilihan aksesorisnya lengkap, dan bisa merubahnya menjadi laptop.

Dell juga akan menyediakan beberapa aksesoris docking dan keyboard untuk mendukung pengoperasiannya, dan dengan mudah merubahnya menjadi perangkat 2-in-1, hingga menjadikan kedua Venue Windows ini sebagai Ultrabooks dadakan. Khusus Venue 11 Pro, ketika dirilis sudah tersedua tiga docking, yaitu Slim Keyboard, keyboard ringan yang juga berperan sebagai case pelindung layar Venue 11 Pro ketika tidak digunakan. Lalu ada Mobile Keyboard seperti solusi Asus untuk seri Transformer mereka, dengan docking ini juga mengintegrasikan baterai tambahan yang mampu menambah masa aktifnya menjadi 16 jam.

Tipe tertingginya bisa menjadi pengganti desktop dengan docking tablet ini. Port USB 3.0 tersedia untuk menghubungkannya dengan eksternal drive berkapasitas besar.

Dan terakhir Tablet Desktop Dock, yang cocok bagi mereka yang ingin menjadikan tablet ini sekaligus pengganti desktop, dengan docking tersebut menawarkan port tambahan dual display-out dan juga USB 3.0. Sejauh ini kami hanya mengetahui harga docking Tablet-nya, yang ditawarkan dengan harga US $99. Dell juga menyediakan aksesoris stylush yang sama seperti Venue 8 Pro.

Panel belakangnya berbahan dof yang juga enak digenggam, namun tetap menyisakan bekas jari yang berminyak.

Yang paling menarik, seperti yang pernah kami tuliskan selama event Intel Developer Forum sebelumnya, tablet dengan Bay Trail ditawarkan sangat terjangkau. Dell pun hanya mematok harga mulai US $299.99 untuk Venue 8 Pro. Sedangkan Venue 11 Pro harganya mulai US $499.99. Untuk yang 8-inchi, mulai dijual 18 Oktober nanti di US, bersamaan dengan versi Android-nya. Sedangkan yang 11-inchi, tersedia mulai 7 November mendatang pertama kali di Eropa. Sebagai pelengkap untuk semua tablet Venue Dell, mereka menyediakan aplikasi Pocket Cloud baik untuk Venue Android dan Windows, sebuah layanan cloud storage yang mampu secara otomatis mengirimkan file dari kedua platform tersebut.

[cb type=”company”]Dell[/cb]

Sumber: Dell


SHARE
Previous articleSpike Chunsoft Perlihatkan Boxart Attack on Titan
Next articleDua Karakter Medaka Box Hadir di J-Stars Victory VS

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.