Mad Catz MOJO, Microconsole Baru Siap Menantang OUYA & PS Vita TV

Tampaknya konsol berukuran mini, alias microconsole berubah menjadi tren bari akhir-akhir ini. Sebut saja Ouya, Gamestick dan bahkan raksasa konsol seperti Sony juga tidak mau ketinggalan melalui PS Vita TV. Walaupun belum diketahui bagaimana bagaimana perkembangan konsol mini dan murah tersebut, namun dengan harga hanya US $100 atau sekitar Rp. 1 jutaan jelas menjadi daya tarik tersendiri. Namun bagaimana seandainya harganya meningkat 2x lipat?

Itulah yang terjadi pada microconsole baru yang diproduksi Mad Catz yang selama ini kita kenal melalui produk kontroler alternatif. Mereka mengajukan konsol mini lainnya yang disebut M.O.J.O. dan akan ditawarkan dengan harga US $250. Dua hari lalu melalui website mereka, masa pre-ordernya dibuka.

Dengan harga nyaris Rp. 3 jutaan, banyak yang menganggap M.O.J.O. terlalu tinggi untuk sebuah microconsole Android. Namun Mad Catz menawarkan spesifikasi yang cukup tinggi. Di dalamnya tersimpan tenaga chipset Nvidia Tegra 4, yang performanya meningkat 2-3 kali dibandingkan Tegra 3 di dalam Ouya. Detailnya, microconsole dengan OS Android 4.2.2 Jelly Bean ini ditenagai prosesor quad-core Cortex-A15 pada kecepatan 1.8GHz, prosesor grafisnya 72-core GeForce GPU,  selain itu ada 2GB RAM dan internal storage 16GB yang masih bisa kamu kembangkan lagi melalui slot memory eksternal.

Untuk urusan koneksi, diserahkan pada Wi-Fi b/g/n, Bluetooth 2.1 dan 4.0 LE, port USB 2.0 dan 3.0, wired Ethernet dan HDMI out. Kamu juga bisa menghubungkan mouse, keyboard dan headphone eksternal pada konsol mini ini. Untuk gamenya, M.O.J.O. bisa langsung mengakses Google Play Store dan Amazon App Store, sehingga tidak perlu bergantung pada pasar digital khusus seperti pada Ouya. Mad Catz juga bekerjasama dengan nVidia, sehingga kemungkinan besar game yang hanya bisa diakses melalui Tegra Zone nantinya bisa dimainkan melalui M.O.J.O. Spesifikasi tersebut seharusnya cukup untuk menjalankan game-game Android hingga beberapa tahun ke depan, apalagi game high-end, atau yang memaksimalkan efek grafis khusus untuk GPU nVidia.

Ya, spesifikasi tersebut seharusnya masih cukup untuk menjalankan game mobile terberat sekalipun hingga beberapa tahun ke depan. Karena Tegra 3 atau tipikal chipset quad-core yang eksis hingga saat ini sebenarnya sudah cukup untuk menjalankan game yang membutuhkan efek grafis dan kebutuhan komputasi besar. Namun untuk kondisi saat ini, bisa dikatakan harganya terlalu tinggi. Dengan menambah sedikit saja sudah didapatkan nVidia Shield yang di luar sana ditawarkan dengan harga $300 saja (masuk Indonesia menjadi sekitar Rp. 4 jutaan). Selain itu kita tidak bisa melewatkan PS Vita TV-nya Sony, yang akan dijual dengan harga hanya Rp. 2 jutaan saja, dengan kualitas game yang tidak kalah dibandingkan tipikal game Android.

Mereka yang tertarik dengan M.O.J.O., bisa langsung memesan awal microconsole ini melalui website Mad Catz (sayangnya hanya sebatas Amerika dan Eropa saja), dengan harga $250 / €250 / £220. Harga tersebut juga sudah termasuk kontrolernya, yang mereka sebut dengan C.T.R.L. Kontroler tersebut memanfaatkan koneksi Bluetooth 4.0 yang cukup irit penggunaan dayanya. Selain itu, juga bisa dihubungkan dengan perangkat lainnya, seperti PC, smartphone dan tablet sebagai kontroler eksternal. Mad Catz juga menjualnya secara terpisah, meskipun hingga saat ini harganya belum diungkapkan.

Mad Catz at E3 2013: M.O.J.O. Android Micro-Console Preview

[nggallery id=849]

Sumber: MadCatz


SHARE
Previous articleSony Xperia Z1F, Pilihan “mini” Ketika Layar 5-inchi Terlalu Lebar
Next articlePortal: Survive! Live Action Yang Terinspirasi Dari Game Portal
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.