Asus MeMO Pad 8 dan 10 Muncul di Taiwan, Juga Segera Dijual di Indonesia

Asus pertama kali mengumumkan dua tablet baru mereka, Asus MeMO Pad 8 dan MeMO Pad 10 selama event IFA 2013 awal September lalu. Penulis pribadi sangat tertarik dengan dua tablet tersebut, terutama karena harga dan spesifikasi yang ditawarkan memang menggiurkan. Dengan spesifikasi prosesor quad-core serta kualitas build standar Asus, diprediksi kedua MeMO Pad tersebut akan dijual di rentang harga 2 jutaan saja. Dan ternyata benar, awal pekan ini keduanya mulai dijual di Taiwan dengan harga yang terjangkau.

Awalnya kami menduga kedua MemoPad baru Asus ini menggunakan chipset kelas menengah, MediaTek MT8125 (quad-core Cortex-A7), namun sumber kami menyebutkan prosesornya hanya dituliskan sebagai quad-core ARM RK101 pada kecepatan 1.6 GHz. Spesifikasi lain yang sudah diketahui seperti GPU-nya Mali 400 MP4 yang sudah quad-core dengan kecepatan tiap inti 533 MHz, dan RAM 1 GB. Meskipun Asus tidak menyebutkan chipset apa yang digunakan, namun hampir bisa dipastikan mereka bekerjasama dengan produsen chipset kelas menengah lainnya, yaitu Rockchip. Namun yang digunakan Asus di sini bukan chipset lama Rockchip, melainkan berbasis RK3188 yang proses manufakturnya sudah 28nm, ada empat core Cortex-A9 dengan kecepatan maksimal 1.8 GHz, serta banyak digunakan pada tablet-tablet lokal yang biasanya juga masuk Indonesia secara tidak resmi, seperti Cube U30GT2, PIPO M8pro, dan PIPO M9 (untuk kedua PIPO, distributor lokalnya berani menggaransi sampai satu tahun).

Secara kinerja, racikan Asus, atau Rockchip tersebut seharusnya setara dengan Exynos 4 Quad, atau Exynos 4412 Prime yang diterapkan Samsung untuk Galaxy Note II dan Galaxy Note 8.0. Namun kinerja realnya jelas tergantung pada optimalisasi software, yang di sini Asus hanya menawarkan interface stock Android 4.2.2 Jelly Bean dengan beberapa polesan antar muka serta aplikasi tambahan saja.

Meskipun keduanya berbeda ukuran layar, namun resolusinya sama, 1280×800 pixel, dan untuk yang Asus MeMO Pad 8 orientasinya portrait, sedangkan yang 10.1-inchi lanscape. Keduanya dilengkapi WiFi, Bluetooth 3.0, dan koneksi lokal microUSB. Perbedaanya ada pada jatah internal storage, dengan yang 8-inchi hanya disediakan 16 GB saja, sedangkan 10.1-inchi menawarkan opsi 8 atau 16 GB. Lalu MeMO Pad 8 kamera utamanya 5-megapixel (minus flash), sedangkan saudara besarnya hanya 2-megapixel. Keduanya sama-sama mengadopsi kamera depan 1.2-megapixel. MeMO Pad 10 A-GPS-nya juga diklaim sudah mendukung satelit Rusia, GLONASS, sedangkan yang MeMO Pad 8 belum.

[nggallery id=767]

Dan mengenai harganya, seperti penulis sebutkan di atas, cukup terjangkau. Keduanya sudah dijual di Taiwan dengan MeMO Pad 8 ditawarkan pada harga NT$ 7,990, atau sekitar Rp. 3.1 jutaan, sedangkan MeMO Pad 10 dijual NT$ 8,990, sekitar Rp. 3.5 jutaan. Apakah juga akan masuk Indonesia? Penulis yang memang menyukai produk Asus, khususnya tablet Nexus 7 langsung menggali lebih lanjut kepastian apakan Asus Indonesia akan memasukkan dua MeMO Pad baru ini.

Merujuk pada data pengajuan sertifikat di website Ditjen Postel, Asus rupanya berniat memboyong banyak tablet dan produk 2-in-1 Transformer. Di sana tertulis pengajuan untuk produk dengan kode K00S, K00E, K00G, K008 dan K009, K005, K00C dan K00L. Kode tersebut mewakili produk-produk Asus yang mereka konfirmasikan sepanjang tahun 2013 ini. Berikut detailnya:

Yup, dari data pengajuan sertifikat Asus ke Ditjen Postel, diketahui mereka memang akan memasukkan MeMO Pad 8 ke Indonesia. Tanggal pengajuannya memang sudah lama, sejak pertengahan Agustus lalu. Namun melihat Fonepad generasi pertama yang juga baru-baru ini saja banyak dijual di Indonesia, agak melenceng dari rencana awalnya pertengahan tahun ini, penulis tidak bisa berharap MeMO Pad 8, atau beberapa produk baru yang akan segera dimasukkan Asus ke Indonesia tersebut bakal segera hadir. Semoga saja tidak lama lagi ya…

Experience the ASUS MeMO Pad™ 8

[cb type=”company”]Asus[/cb]


SHARE
Previous articleSquare Enix Merilis Trailer Baru Kingdom Hearts III
Next articleSelamat Kepada Para Finalis Regional Gemfest 2013!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.