Smartwatch Menjadi Tren Baru, Seiring Dukungan Google Melalui Android 4.4 KitKat

Bukan tanpa alasan Google mendesain Android 4.4 KitKat juga mendukung perangkat wearable seperti jam tangan pintar atau smartwatch, hingga kacamata hi-tech yang sejauh ini baru Google Glass saja yang kita dengar paling serius. Karena selain beberapa produsen yang sudah kita ketahui menyiapkan smartwatch mereka sendiri, seperti Samsung dengan Galaxy Gear, Sony melalui Smartwatch, Qualcomm dengan Toq, atau yang sudah terbukti sukses seperti Pebble, masih ada banyak barisan produsen gadget lainnya yang juga tertarik membuat smartwatch mereka sendiri. Berikut kami rangkum nama-nama baru yang akan ikut nimbrung di tengah tren smartwatch pasca Samsung seakan makin mempopulerkan gadget wearable tersebut melalui Galaxy Gear.

NOKIA SMARTWATCH

Meskipun banyak yang menyangsikan, namun ada rumor awal bulan ini yang memperlihatkan sebuah perangkat wearable seperti smartwatch dengan label Nokia. Bentuknya yang melengkung ada lubang yang bisa digunakan untuk mengaitkan strap atau tali pengingat smartwatch, membuat banyak yang melihat foto ini menduga sebelum Microsoft berniat membeli Nokia, bersama dengan prototype smartphone Android Mountain View sebenarnya Nokia juga tertarik ikut masuk ke pasar smartwatch.

A.I WATCH

Yang satu ini masih berupa konsep, dan mengajukan pendanaan crowd funding Indiegogo akhir September lalu untuk mewujudkannya. Dengan target dana US $100,000, dan saat ini baru mencapai sekitar 10% saja dari total goal-nya, sepertinya akan sulit terwujud ya… Apa yang ditawarkan A.I Watch ini sama seperti tipikal jam tangan pintar lainnya. Ada layar sebagai interface utama berukuran 1.54-inchi capacitive 240 x 240-pixel, prosesor dual-core 1.2GHz, 512MB RAM, 4GB internal storage dan kamera 5 megapixel. Baterainya 500-mAh dengan klaim 100 jam standby. Selain itu juga dibenamkan di dalamnya konektivitas GPS, WiFi, Bluetooth dan sensor seperti Acelerometer, E-Compass, dan bahkan Gyroscope. Jam tangan ini menjalankan Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich dengan antar muka custom, serta juga bisa digunakan di jaringan GSM 3G, dan bahkan akses Google Play Store. Jika target dananya tercapai, A.I Watch akan dirilis Desember dengan harga US $279, atau hanpir sama dengan harga Samsung Galaxy Gear dan Sony Smartwatch 2 .

A I Watch® – Smartwatch A.I virtual assistant Test

http://youtu.be/h5xVUg7e1F4

A.I Watch Smartwatch – The New intelligence life is here

http://youtu.be/d-jhqrWr6c8

XIAOMI MILLET

Smartwatch lainnya yang juga masih rumor kembali berasal dari China. Salah satu produsen smartphone terkenal di negeri Tirai Bambu, yaitu Xiaomi diduga menyiapkan smartwatch mereka sendiri. Kabar ini berhembus pasca Hugo Bara, mantan vice president of product management Android, keluar dari Google dan pindah ke Xiaomi menjadi Vice President Xiaomi Global. Di sana Hugo diduga menyumbangkan pengetahuannya akan Android dan smartwatch, dan salah satu wujudnya adalah smartwatch yang akan masuk di tengah seri Millet-nya Xiaomi (ada TV dan smartphone dalam jajaran Millet). Sejauh ini disebutkan jam tangan Xiaomi ini akan menjalankan software kebanggaan mereka, MIUI dengan launcher MiHome, serta akan sejalan dengan standar harga semua gadget seri Millet dari Xiaomi. Artinya, harganya akan sangat kompetetif dan di bawah standar smartwatch lainnya, yang saat ini berada di rentang US $150 hingga $299 seperti Galaxy Gear!

FILIP SMARTWATCH

Solusi bagi orang tua yang ingin dengan mudah mengetahui keberadaan anak mereka ketika bermain di luar rumah. Filip smartwatch yang akan tersedia sementara ini untuk operator Amerika AT&T ini mungkin tidak secanggih yang lainnya. Jam tangan ini akan bekerja sebagai companion untuk sebuah aplikasi Android dan iOS, dan membantu orang tua menentukan zona aman bagi anak-anak mereka selama bermain. Ketika anak keluar dari zona aman, orang tua akan langsung mengetahuinya. Sebuah tombol di Filip ini juga memungkinkan pemakainya langsung mengaktifkan intelligent emergency system dan mengirimkan SMS ke 5 nomor yang sudah diset di dalamnya, kemudian mulai merekam suara sekitarnya, dan langkah ketiga, mencoba melakukan panggilan telepon ke salah satu dari lima nomor yang sudah disimpan di dalamnya. Selain fungsi keamanan tersebut, Filip juga bisa melakukan fungsi SMS dan telepon seperti tipikal ponsel, hanya saja melalui jaringan operator AT&T.

[nggallery id=862]

OMATE TRUESMART

Akan menjadi lawan yang sebanding bagi Galaxy Gear adalah Omate TrueSmart dari Omate. Mereka memulai jalur pendanaan crowd funding Kickstarter mulai 21 Agustus hingga 20 September lalu, dengan target US $100,000. Dengan mudahnya TrueSmart mampu mencapainya. Para Backers yang menyumbang US $199 akan menerima Omate TrueSmart ketika tersedia, dengan harga retailnya US $299 (setara dengan Galaxy Gear). Pada 2 September lalu Omate meningkatkan target dananya menjadi US $500,000, dengan upgrade lapisan kaca safir. Seperti yang campaign pertama, target itu tercapai, bahkan terkumpul hingga US $1 juta, atau hingga 2x dari targetnya.

Tidak seperti banyak smartwatch, bahkan yang ditawarkan produsen besar seperti Samsung dan Sony yang memposisikan jam mereka sebagai companion, Omate ini lebih cocok disebut sebagai sebuah smartphone yang berbentuk jam. Kita bisa menelepon, mengoperasikan interface-nya dan menginstall aplikasi Android secara langsung dari layarnya. Selain itu, TrueSmart juga bisa berperan sebagai layar kedua bagi smartphone, seperti bagaimana Google memposisikan Google Glass.

Dengan nilai yang sama seperti smartwatch paling hot dan seakan menjadi benchmark akhir-akhir ini, Samsung Galaxy Gear, apa saja yang kita dapatkan? Yang jelas TrueSmart sudah lebih unggul, karena dengan dimensinya 45 mm × 45 mm × 14 mm Omate membuatnya mampu menyelam ke dalam air, dan disediakan dua tombol fisik untuk menggantikan layarnya selama aktivitas dalam air. Layarnya sendiri menggunakan material IPS yang diproduksi LG dan dilapisi kaca safir, dengan ukuran 1.54-inchi pada resolusi 240 × 240-pixel. Orientasi layarnya akan otomatis berputar menyesuaikan posisi jam ini, entah digunakan di tangan kanan atau kiri.

Kamu juga mendapatkan kamera 5-megapixel, sensor yang lengkap seperti magnetometer yang lebih kita kenal melalui aplikasi kompas digital, accelerometer, GPS dan microphone untuk melakukan panggilan telepon (antenanya diposisikan di dalam strap/talinya, sehingga bagia strap tersebut tidak bebas diganti seperti tipikal smartwatch lainnya). Di dalamnya juga disediakan motor getar serta speaker. Seperti solusi Pebbel, Omate membuat port micro USB-nya dengan desain khusus, sehingga tidak akan mengganggu fungsi jam ini keseluruhan ketika digunakan di dalam air.

Untuk perangkat kerasnya, semua fungsinya dijalankan melalui prosesor dual-core dari arsitektur ARM Cortex-A7, yang kecepatannya 1.3 GHz. Jelas dari siapa produsen chipsetnya ketika bicara Cortex-A7. Yup, Mediatek dengan seri chipset MTK6572 menjadi mesin utamanya. Karena menjadi seri baru chipset MediaTek, GPU-nya tidak lagi menggunakan PowerVR seri 5 dengan 1 core yang terbukti kurang kinerja grafisnya. Di sini kamu mendapatkan GPU Mali 400. Mesin tersebut akan menjalankan interface khusus dari Omate (disebut Omate UI) berbasis Android 4.2.2 Jelly Bean.

Karena sepenuhnya sebuah Android Jelly Bean, TrueSmart pun mampu mengakses Google Play, dengan catatan khusus. Hanya aplikasi yang bekerja baik pada layar kecil yang maksimal dioperasikan jam tangan ini. Namun dengan Android 4.4 KitKat menyorot smartwatch sebagai salah satu dukungan utamanya, tentu akan makin banyak aplikasi yang dikembangkan untuk layar kecil nantinya. Spesifikasi lainnya, seperti baterai 600 mAH dengan klaim waktu bicara 240 menit dan 100 jam standby, memory RAM sebesar 512 MB atau ada yang varian dengan RAM 1 GB untuk para pemberi dana, internal storage 4 GB (dan 8 GB untuk para pemberi dana), dan itu pun masih bisa kamu perbesar hingga 32 GB melalui slot micro SD.

Omate TrueSmart | KICKSTARTER Intro Video

Omate TrueSmart | Final Design Look & Feel

Omate TrueSmart | Production prototype preview

GOOGLE GEM

Ada nama Google di sana, dan benar, Google pun saat ini tertarik mengembangan smartwatch mereka sendiri, apalagi Apple pun saat ini juga berencana mengeluarkan jam tangan pintar untuk melengkapi keluarga iOS-nya. Sementara ini rumor menyebutkan jika jam tangan pintar dari Google itu akan disebut Gem, dan akan menjalankan Google Now khusus (aplikasi asisten pribadi yang buil in di dalam Google Search mobile) untuk layar yang lebih kecil, danm semua fungsinya akan di-tether ke smartphone melalui bluetooth. Jika benar fokusnya Google Now, maka jam tangan Google ini tidak lebih akan memberi kita layar kedua untuk menampilkan notifikasi yang biasanya muncul melalui layar smartphone. Selain itu, kemungkinan besar jam tangan ini akan mendukung voice command, sebagaimana Google Now juga memberi opsi tersebut untuk kita dalam melakukan pencarian topik. Belum ada detail lain, seperti bagaimana bentuknya, dan konfigurasi hardware-nya. Kita tunggu saja update dari Google, karena akhir bulan ini mereka akan menggelar event khusus untuk mengkonfirmasikan Nexus 5 dan Android 4.4.

PEBBLE

Bisa jadi inilah jam tangan pintar yang menjadi acuan banyak produsen lain ingin mengikutinya. Smartwatch produksi Pebble Technology ini dikembangkan berdasarkan konsep dari Eric Migicovsky, dan mendapatkan pendanaan melalui crow funding Kickstarter mulai 11 April 2012 lalu, dan berhasil menjadi proyek yang mendapatkan peendanaan terbesar di Kickstarter, karena berhasil mengumpulkan US $10,266,844 dari 68,928 orang (selain itu, ada Ouya di peringkat kedua, dan Mighty No. 9 di posisi 5). Hingga 4 Juli 2013 lalu, Pebble diklaim sudah terjual lebih dari 85 ribu unit. Dengan harga US $150, apa yang bisa didapatkan dari Pebbel? Mulai layar 1.26-inchi pada 144 × 168-pixel yang hanya memancarkan warna hitam putih, melalui layar LCD transflective buatan Sharp (jamak disebut “ePaper” dengan keunggulan tetap bisa digunakan di bawah cahaya terik matahari).

Di balik layar tersebut, ada backlight untuk mengoperasikannya di kondisi gelap, motor getar, sensor magnetometer, ambient light dan accelerometer. Jam tangan ini bisa berkomunikasi dengan Android dan iOS melalui koneksi Bluetooth 2.1 atau Bluetooth 4.0, ketika setiap platform sudah mendukung profil Bluetooth rendah energi tersebut. Kelebihan lainnya, satu kali charge baterainya bisa menghidupinya hingga tujuh hari. Selain itu, Pebbel juga tidak takut tersiram air, bahkan bisa diajak berenang di dalam air tawar dan asin hingga kedalaman 50 meter.


SHARE
Previous articleSif dan Volstagg Mengamuk di Klip Kedua Thor: The Dark World
Next articleWarner Bros. Rilis Banner Menarik dari The Hobbit: The Desolation of Smaug
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.