Review BlackBerry Messenger Untuk Android

Setelah melalui jalan yang panjang, pertama kali diumumkan Mei 2013 ini, beberapa kali diklaim akan eksklusif brand tertentu, bocor sebelum resmi dirilis, dan sempat membuat server BlackBerry ngadat, akhirnya BlackBerry Messenger for All untuk Android cdan iOS dirilis pagi hari tadi.

Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, kamu yang belum mendaftarkan alamat email di situs resmi BBM.com (yang kini berubah menjadi halaman khusus untuk BBM for All, dan register email hanya bisa dilakukan dari dalam aplikasi) mungkin hanya bisa men-download aplikasi ini dari app store masing-masing platform. Ketika kamu menjalankannya, yang muncul adalah tampilan di atas, BlackBerry menjalankan aturan line-up, atau kita yang ingin menggunakannya harus masuk waiting list dan antri menunggu giliran sampai server dibuka untuk akun kita. Dengan tidak semua pengguna Android dan iOS yang penasaran masuk bersamaan, diharapkan BlackBerry mampu menjaga server mereja tetap stabil.

UPDATE: Baca artikel ini, ada tips bagi pengguna Android untuk melompati proses waiting list!

Jika sebelumnya akun BlackBerry yang kamu gunakan untuk sign in sudah pernah digunakan di gadget lainnya, akan ada notifikasi yang menyebutkan jika informasi dari device lain akan dipindahkan ke perangkat baru kita. Itu terjadi karena BlackBerry memberi aturan satu akun BlackBerry hanya bisa digunakan pada satu device saja. Kamu yang memiliki beberapa smartphone, tidak bisa menjalankan BBM dari satu akun yang sama.

Begitu memasuki aplikasi ini setelah memasukkan akun BlackBerry, kamu akan akan dihadapkan pada panduan singkat untuk mengenali antar muka basisnya. Misalnya, dengan menyentuh banner di sisi atas untuk melihat profile dan bagaimana mengakses menu navigasi, sedangkan opsi kendali lainnya bisa kamu akses dari menu di sisi bawah. Seandainya kamu pengguna baru BBM, maka kami akan mendapat pesan “you have no contacts.” Kamu bisa mulai mengundang pengguna lain melalui tombol “invite to BBM”. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menambah kontak BBM, entah dengan scan barcone atau menuliskan langsung PIN pengguna lain, atau kita yang mengundang teman untuk menambahkan PIN melalui jejaring sosial, email, SMS, hingga NFC (jika perangkat yang kamu gunakan memiliki fitur NFC).

Kami menyukai interfacenya yang simpel dan memudahkan navigasi ke beberapa menunya, dan sangat mendukung fungsi utamanya, yaitu untuk chatting. Semua akses ditempatkan di sisi bawah. Mulai menu navigasi di sisi kiri (bisa juga diakses dengan menggeser laar dari ujung kiri ke kanan), Chats untuk masuk ke daftar chat yang aktif, menu Contacts untuk melihat daftar kontak kita, lalu Groups dimana kita tergabung di dalamnya. Menu paling kanan mengantarkan kita masuk opsi lainnya (pengguna Android bisa juga mengaksesnya dengan menekan tombol Menu). Di dalam bisa ditemukan menu Help untuk panduan online, Settings, opsi mengundang pengguna lain, Multiperson Chat, Broadcast Message hingga Start Chat yang mengantarkan kita ke daftar kontak untuk memulai Chat. Kamu bisa menggunakan keyboard untuk menuliskan pesan, atau mengirimkan pesan suara alias Voice Note, fitur yang akhir-akhir ini menjadi salah satu yang diunggulkan oleh penyedia layanan instant messaging.

BBM Connected Icon, tanda aplikasi ini berjalan di background, dan memakan hampir 80 MB jatah RAM.

Selama mengaktifkan BBM, aplikasi ini akan terus berjalan di background dan ditandai dengan ikon aplikasi BBM di kolom notifikasi pada sisi atas layar. Ketika kamu menggeser kolom notifikasi tersebut, juga akan selalu terlihat aplikasi ini berjalan ditandai dengan adanya status BBM Connected Icon. Dengan terus menjalankan BBM di background, efeknya mungkin bagi gadget dengan memory RAM terbatas (biasanya yang RAM-nya hanya 512 MB) akan sering mendapatkan peringatan “memory low.” Dan jika gadget yang kamu gunakan termasuk diantaranya, kamu bisa menonaktifkan layanan background BBM ini dengan Masuk ke menu Settings, serta meng-Off-kan saja opsi BBM Connected. Dengan begitu kamu bisa membersihkan logo BBM di kolom notifikasi, sekaligus juga menurut penjelasan yang muncul di Settings tersebut, otomatis tidak akan menjalankan BBM di background.

Namun menurut saya meskipun tanpa penjelasan tersebut, asal kamu tidak menutup paksa (men-Stop-nya dari bagian Running app di Setting Android-mu misalnya), aplikasi ini akan terus berjalan di background karena memang masuk salah satu akun yang memanfaatkan auto sync secara berkala. Ya, kecuali kamu juga mematikan fasilitas sinkronisasi otomatis di Android-mu, dan menonaktifkan juga BBM Connected Icon, maka pesan yang dikirimkan oleh kontak lain (atau pesan yang kamu kirimkan ke kontak lain) tidak akan diterima secara real time, dan kamu tidak akan mendapat tanpa apakah pesan yang kamu kirimkan sudah terkirin atau sudah terbaca.

Masih di bagian lain menu Setting aplikasi BBM tersebut ada setting untuk mengaktifkan semua notifikasi yang dihasilkan aplikasi ini melalui opsi All Notifications. Menonaktifkannya otomatis akan mematikan opsi notifikasi ringtone dan getar. Selain itu untuk perangkan Android yang memiliki lampu LED motifikasi, dan lampunya mendukung beberapa warna, bisa juga mengatur warna apa yang menyala ketika ada notifikasi masuk melalui aplikasi BBM ini. Juga ada opsi untuk memunculkan tanggal dan waktu dimana kami berada saat ini, update music status (yang penulis belum menemukan diperlukan music player apa agar musik yang kita dengarkan bisa muncul di profile), serta opsi lain untuk kita mau menyimpan history chat atau tidak.

Seperti ketika pertama kali direncanakan akan muncul sebulan lalu, saat ini tanggapan pengguna Android dan iOS sangat tinggi terhadap aplikasi ini. Mayoritas adalah mereka yang sebelumnya pengguna BlackBerry yang sudah berpindah ke platform lain, atau yang memang selama ini agak anti BlackBerry (bukan anti BBM) karena memang selama ini perangkat BlackBerry, yang termahal sekalipun, bisa dikatakan hanya menjual layanan BBM saja. Pengguna BlackBerry yang sudah terlanjur menyukai susunan keyboard QWERTY-nya mungkin akan susah berpindah meninggalkan smartphone tersebut, karena memang mayoritas Android dan iOS juga berlayar sentuh. Atau, mereka mantan pengguna BlackBerry dan BBM yang sudah berpindah ke layanan lain seperti WhatsApp, LINE, KakaoTalk atau WeChat, sepertinya juga sudah menemukan komunitas baru dan layanan yang sama seperti yang ditawarkan BBM.

Jadi pertanyaannya, apakah keberadaan BBM for All untuk Android dan iOS ini akan bisa terus ramai seperti saat pertama kali dirilis? Penulis penasaran, kini dengan banyaknya yang meng-install dan masuk waiting list menunggu saat mereka bisa mulai menggunakan BBM, apakah mereka akan terus memanfaatkan aplikasi ini hingga jangka panjang, atau justru dibiarkan saja berdiam di dalam setiap gadget kita dan tidak digunakan. Karena dari pengalaman penulis selama menggunakan BBM beberapa waktu lalu, mayoritas teman yang juga sama pengguna aktif BBM akhirnya sudah memilih berpindah dan memanfaatkan layanan instant messaging lain.

Namun dengan beberpaa keunggulan yang dimilikinya, seperti kemudahan pengoperasian, navigasi menu yang tidak merepotkan, serta komunitas pengguna BBM dengan banyaknya Group yang selalu aktif, penulis yakin BBM masih bisa mendapat tempat di hati para pengguna setianya. Atau mereka yang memang sudah menggunakan layanan tersebut sebagai media bisnis dan menggelar “lapak” di Group BBM, entah mereka menggunakan platform apa untuk terus berkomunikasi BBM. Menggunakan BlackBerry, atau platform sekunder seperti Android atau iOS. Dan semoga saja tidak ada tipikal orang yang hanya membeli iPhone 5s seharga lebih dari 10 jutaan atau Galaxy Note 3 seharga 8 jutaan hanya untuk BBM-an… hehe!

Seperti yang kami tuliskan melalui artikel sebelumnya lebih aman kalian mengunduh aplikasi BBM ini melalui pasar digital masing-masing platform. Atau khusus pengguna tablet Android, kami juga menyediakan link mentah .apk-nya melalui tautan di bawah. Dijamin aman kok, bukan aplikasi BBM palsu!

  • Download BBM untuk iOS melalui Apple App Storeminimal memerlukan iOS versi 6
  • Download BBM untuk Android melalui Google Play Store, minimal memerlukan OS 4.0 Ice Cream Sandwich 
  • Link alternatif download BBM untuk Android (bagi pengguna tablet yang tidak bisa mengakses di Play Store) dari tautan berikut atau dari sini

BBM — How to Add a Contact by PIN

BBM — How to Share Pictures and more…

BBM — Updates

BBM — Multi-Person Chats

BBM — Know when your messages have been delivered and read

BBM — Creating and Managing Groups


SHARE
Previous articleBravely Second Permudah Permainan Bravely Default: For the Sequel
Next articleHati-hati, Banyak File Installer GTA V PC Palsu Beredar!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.