Gameplay Angry Birds Dalam Dungeons & Dragons Arena of War

Penggemar Dungeons & Dragons mungkin senang mendengar kabar ini, sebuah game mobile resmi dirilis kemarin untuk Android dan iOS. Dungeons & Dragons Arena of War mengajukan setting, race, dan class yang familiar di mata penggemarnya. Namun secara gameplay, mungkin bukan seperti yang mereka harapkan.

Dungeons & Dragons Arena of War mengambil setting di Forgotten Realms, salah satu campaign yang paling populer di dunia D&D, dan pasti akan dikenali oleh para pemain serial Baldur’s Gate dan Neverwinter. Dunia tersebut dikisahkan mengalami mengalami kejadian bersejarah yang akan membentuk kembali dunia dan surga, serta mengancam keseimbangan kekuatan antara gods of good dan evil. Event tersebut dikenal sebagai The Sundering. Dan sekali lagi kamu dipanggil sebagai champion untuk bertarung atas nama gods of good melawan pihak evil untuk menjaga keseimbangan kekuatan sebelum The Sundering usai.

Pemain D&D memang mengenal beberapa aspek game ini, namun ketika melihat gameplay-nya yang klise, meskipun familiar, mungkin tidak membuat mereka menemukan rumahnya sendiri. Tidak ada opsi membuat karakter sendiri, melainkan memilih dari yang sudah ditawarkan yang memadukan anara ras dan class. Memang karakter tersebut masih bisa bebas dikustomisasi melalui power yang mereka capai selama bermain. Kemudian untuk pertarungan, mekanismenya seperti tipikal game card-battle untuk mobile.

Hanya saja untuk mengarahkan karakter ketika menyerang secara bergiliran dengan musuh, Mobage sebagai developernya justru memasukkan mekanik Angry Birds. Tinggal sentuh dan tahan jari pada karakter, arahkan ke musuh dan lihat bagaimana mereka menyerang musuh. Itu membuat gameplay malah seperti serial Angry Birds, yang tidak bisa dipungkiri sangat populer untuk mobile dan mudah diterima oleh gamer pemula sekali pun yang sekadar ingin mengetahui lore dalam game ini.

Meskipun sepertinya sederhana, seiring permainan berlanjut kamu bakal dituntut untuk lebih berpikir taktis. Nantinya arena atau level yang menjadi setting akan ada seperti peledak di beberapa sisinya, dimana kamu bisa mengarahkan musuh ke sana untuk menghabisinya. Dengan peledak tersebut kamu juga bisa melumpuhkan dua musuh bersamaan. Kamu juga bisa memanfaatkan power untuk meningkatkan kekuatan serangan. Namun ada batasan, karaktermu hanya bisa menggunakan power tersebut setiap 30 turn.

Sebagai game free-to-play, Arena menggunakan sistem energi selama quest. Setiap quest membutuhkan banyak energi, dan kamu hanya dibekali 100 point saja, dengan 1 poin akan pulih setiap 3 menit. Akan menyusahkan ketika kamu menjalankan suatu quest yang dijalankan selama beberapa menit saja, namun membutuhkan 20~25 point energi. Dari perhitungan kami, dengan energi yang terisi penuh kamu bisa bermain sekitar 10 minute, sebelum akhirnya harus menunggu 5 jam lagi untuk mendapatkan semua point terisi kembali, atau yang tidak mau menunggu bisa membeli energi melalui in-app purchase.

Dengan game semacam ini seharusnya menyasar pada para old-school gamer yang menggemari serial action, RPG dan MMO aslinya pasti lebih memilih melewatinya saja, karena sedikit referensi gameplay D&D didapatkan di sini. Sedangkan gamer baru yang menemukan pola permainan puzzle dan taktik yang mudah, bisa jadi akan mencoba memainkannya karena sekadar ingin tahu saja, toh game ini ditawarkan secara freemium.

Dungeons & Dragons: Arena of War Official Trailer

D&D: Arena of War – Available for iPhone & iPad


SHARE
Previous articlePreorder LG G Pro Lite Dual Dibuka, Phablet LG Dapatkan Cashback Hingga 500 Ribu!
Next articleFaunia Paw: Casual Game Yang Sangat Adiktif!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.