Tactical RPG Baru Tears to Tiara II Ajak Kita Menunggangi Gajah Untuk Bertarung

Tactical RPG merupakan salah satu genre game yang banyak menyita waktu permainan, dan juga sulit memainkannya. Tidak heran jika genre ini lebih banyak menyasar gamer hardcore, bukan casual, dan juga lebih populer di Jepang — gamer barat lebih menyukai gameplay real-time dan action-oriented. Namun ada beberapa game tactical RPG yang juga sukses di Barat, seperti Final Fantasy TacticsTactics OgreFire Emblem dan Disgaea. Dan karena lebih populer di Jepang, genre yang satu ini evolusinya lebih beragam dari Jepang. Seperti Valkyria Chronicles yang menyisipkan gameplay tactical RPG dengan real-time strategy dan elemen third-person shooter, termasuk juga sistem cover seperti tipikal game shooter.

Contoh lainnya yang juga hanya eksis di Jepang adalah serial Tears to Tiara dari developer Leaf (dikenal melalui serial To Heart) dan Aquaplus. Dikembangkan developer yang dikenal spesialis genre simulation, dan terkadang menawarkan versi adult dari gamenya, Tears to Tiara menjadi salah satu dari banyak game tactical role-playing game Jepang yang juga memiliki versi dewasa — versi untuk gamer di bawah 17 tahun dirilis untuk PS3. Kepopuleran game ini juga sempat mengantarkan game tersebut diremake pada tahun 2009 lalu dengan perubahan grafis 2D ke 3D.

Seperti tipikal game simulasi RPG lainnya, artwork yang cantik, skenario dan animasi menjadi nilai jual selaim gameplay tactic-nya. Berada di bawah Aquaplus juga mengantarkan banyak karakter dalam Tears to Tiara masuk dalam game crossoveer Aquapazza: Aquaplus Dream Match, sebuah game yang banyak mengajukan ikon eksklusif Jepang namun secara mengejutkan juga akan ditranslasikan oleh Atlus ke Barat.

April 2013 lalu Aquaplus mengkonfirmasikan sekuel Tears to Tiara, dengan judul Tears to Tiara II: Haou no Matsuei, yang akan dirilis 31 Oktober 2013 besok untuk PlayStation 3. Seperti prekuelnya, selama pertarungan tactic dalam Tears to Tiara II karakter digambarkan dalam desain chibi (di luar pertarungan mereka tampil proporsional), dan akan ada perbedaan efek serangan berdasarkan ketinggian posisi karakter di area pertarungan, serta keseluruhan pertarungan dibuat lebih mudah dan bebas stress (ada tiga pilihan tingkat kesulitan).

Baru diterapkan di sini adalah adanya gajah yang bisa masuk menjadi unit selama pertarungan (memiliki HP dan MP sendiri, bahkan bisa ditunggangi atau menarik kereta untuk memulihkan HP karakter). Lebih jauh dalam permainan, kamu juga bisa menunggangi babi hutan, macan tutul dan bahkan griffon. Kemudian developer juga menerapkan solusi jika ada kesalahan taktik yang diterapkan selama bertarung. Kamu bisa meng-undo atau mengulang hingga 20 turn untuk memperbaiki jalannya pertarungan. Selain itu di area pertarungan juga ditambahkan elemen lain seperti jebakan. Karakter dituntut mencari rute lain jika tidak ingin selama melangkah terkena efek jebakan tersebut. Roster karakter juga akan dibuat besar, dengan banyak guest character yang bisa kamu tambahkan melalui DLC. Karakter DLC yang sudah dikonfirmasikan seperti dari Tears To Tiara dan Dungeon Travelers 2, dua game Aquapazza lainnya.

Game ini akan dirilis dengan harga 6,980-yen (sekitar Rp. 800 ribu) untuk versi regular, dan juga ada pilihan limited first edition beriti production art book, mini soundtrack CD, dan kode download untuk mendapatkan in-game item. Di bawah bisa kamu lihat beberapa videonya, mulai opening, video mengenai sistem gamenya dan juga gameplay.


SHARE
Previous articleWiFi Passport, Layanan Internet Murah Google Pertama Kali Diterapkan di Jakarta
Next articleFight Fest Dari Advance Guard Akan Kembali Hadir Di JGS 2013!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.