MediaTek MT6592, Prosesor Octa-Core Pertama Akan Dirilis 20 November

Setelah dikonfirmasikan akhir Juli 2013 lalu, akhirnya kita mendapatkan update perkembangan rencana MediaTek yang akan segera merilis prosesor delapan core mereka yang sebenarnya.

Pertengahan Oktober lalu, prosesor octa core yang sebenarnya tersebut diuji coba melalui benchmark AnTuTu. MediaTek MT6592 yang memiliki delapan core dari arsitektur Cortex-A7 tersebut mampu menjalankan delapan core-nya bersamaan. Sesuatu yang baru untuk sebuah perangkat mobile, mengingat Samsung Galaxy S4 dan Note III yang octa-core saja menganut konsep big.LITTLE dengan hanya empat core-nya saja yang aktif bergantian. Uji benchmark AnTuTu yang dilakukan melalui beberapa smartphone yang didemokan selama Hong Kong Electronics Fair 2013 yang menjalankan MediaTek MT6592 dengan resolusi layar 720p tersebut menghasilkan nilai 25,495, atau masih jauh di bawah nilai chipset lain, seperti Galaxy Note 3 dan LG G2 dengan Snapdragon 800 yang memimpin dengan angka 31 ribuan. Namun benchmark tersebut dijalankan melalui prototype saja.

Kemarin muncul lagi hasil benchmark lain menggunakan MediaTek MT6592, namun kini dengan tiga resolusi layar, full HD, 720P, dan WUXGA alias 4K. Kini untuk perangka berlayar full HD yang digunakan dalam mengujinya dihasilkan nilai 28,198. Di bawahnya melalui layar 720P, hasilnya 27,442, atau meningkat dari nilai 25 ribuan dari hasil uji sebelumnya. Sedangkan untuk yang resolusi layarnya WUXGA, didapatkan nilai 14,582.

Nilai tersebut memang masih kalah dibandingkan beberapa referensi lain yang menggunakan chipset Snapdragon 800 dengan empat core prosesor saja. Namun untuk sebuah chipset murah yang saat ini justru dikenal sebagai prosesor sejuta umat (mayoritas smartphone dan tablet Android kelas menengah menggunakannya), hasil yang dicapai melalui prosesor delapan core MediaTek tersebut termasuk tinggi.

Selain hasil baru uji AnTuTu tersebut, kami juga mendapatkan data yang lebih lengkap spesifikasi prosesor quad-core tersebut. Spesifikasi tersebut mencakup MediaTek octa-core MT6592 dan quad-core MT6588, yang bocor melalui jejaring sosial China. Chipset baru ini masih sama seperti chipset quad-core mereka sebelumnya, yaitu dibangun melalui proses 28nm HPM, namun dengan clock rate yang lebih tinggi dibandingkan tipikal ARM Cortex-A7 yang mereka terapkan dalam banyak smartphone dan tablet. Kemudian chipset tersebut juga sudah mendukung LPDDR3 RAM, serta GPU-nya juga di-upgrade ke Mali450s yang memiliki 4 core, serta clock speed-nya pun lebih tinggi dari tipikal PowerVR seri 5 dengan single-core pada chipset MediaTek sebelumnya.

Untuk MT6588 memang tidak banyak media yang memperhatikan keberadaan quad-core baru ini. Singkatnya, MT6588 menjadi versi upgrade dari MT6589 Turbo yang kecepatannya 1.5 GHz. Dalam MT6588, MediaTek meningkatkan kecepatan prosesornya maksimal menjadi 1.7Ghz, didukung GPU Mali450-mp4 dengan empat core yang kecepatannya 600 MHz. Konfigurasi tersebut seharusnya membuatnya setara dengan Exynos 4-nya Samsung yang digunakan dalam Galaxy Note II, 8-inchi, dan 10.1-inchi. Selain itu juga ditambahkan dukungan codec video HEVC dan VP9.

Perhatian memang lebih tertuju pada MT6592 dengan hasil benchmark di kisaran 28 ribu, menempatkannya di antara Snapdragon 600 dan 800. Dan seandainya MediaTek kembali meneruskan penawaran harga murah untuk chipset octa-core tersebut, maka mulai tahun depan kita akan mendapatkan smartphone / tablet baru dengan chipset octa-core yang seharusnya jauh lebih murah dari Galaxy S4 atau bahkan Note III.

Lebih lanjut sumber kami menyebutkan jika MediaTek akan merilis duo prosesor itu pada 20 November nanti. Sejauh ini banyak yang menduga octa-core sekadar gimmick saja, namun praktek nyatanya tidak delapan core akan bekerja bersamaan (seperti banyak yang menduga Apple hanya memasukkan prosesor 64-bit sekadar untuk keperluan mendukung marketing saja). Apalagi selama ini MediaTek juga lebih familiar ada dalam produk Android lokal asal China yang tidak lebih menjadi rebranding dari produk serupa dari negara lain. Walaupun beberapa produsen juga mulai menggunakan chipset mereka, khususnya Lenovo dan LG, serta beberapa nama lain seperti HTC dan Sony pun sudah ancang-ancang memilih berpartner dengan MediaTek untuk produk baru mereka — kemungkinan besar akan menggunakan MediaTek MT6592, dan juga karena tawaran harga chipset yang terjangkau dari MediaTek.

UMI X2s

Tidak sabar melihat bagaimana performa nyata prosesor octa-core MediaTek tersebut. Namun yang membuat penulis antusias, bagaimana tanggapan banyak orang yang sebelumnya memandang rendah MediaTek karena lebih identik sebagai produk China. Meskipun chipsetnya dianggap murahan dan berkelas lokal, ternyata lebih dari separuh smartphone dan tablet yang mulai dijual di Indonesia beberapa bulan belakangan justru menjalankan prosesornya MediaTek, khususnya semua produk smartphone dan tablet-nya Lenovo yang cukup laris di pasaran. Sejauh ini sudah ada beberapa produsen yang berniat menerapkan chipset octa-core itu, seperti Bird Snapdragon XL 8-core, UMI X2s, dan produsen smartphone China lain seperti Zopo, Mlais, Xiaocai, dan Jiayu juga sudah siap menerapkannya. Masih rumor, Sony (dengan Xperia Tianchi) dan HTC pun dikabarkan juga akan menawarkan produk mereka sendiri dengan MediaTek MT6592. Kira-kira berapa harga smartphone dengan prosesor octa-core tersebut? UMI X2s sudah mengkonfirmasikan, mereka akan menjual varian tertingginya (internal storage lebih besar dan RAM 2 GB) dengan harga sekitar Rp. 3.5 jutaan saja! Bandingkan dengan tipikal smartphone Snapdragon 800 yang harganya di atas Rp. 6 jutaan!

MT6592 Technical Specification

  • Process: 28nm HPM
  • Apps CPU: Octa-Core, 1.7-2.0GHz, 32KB/32KB L1, 1MB L2
  • Memory: LPDDR2 533MHz, LPDDR3 666MHz
  • Camera: 13MP ISP
  • Video Decode: 1080p 30fps, HEVC/V99/ H.264
  • Video Encode: 1080p 30fps
  • Graphics: ARM Mali450-MP4 700MHz
  • Display: HD1080 1920×1080
  • Modem: HSPA+ Rel.8, 21MBps/5.76MBps
  • Connectivity: Integrated Wi-Fi abgn/ BT/ FM/ GPS

MT6588 Technical Specification

  • Process: 28nm HPM
  • Apps CPU: 4xCortex-A7, 1.7GHz 32KB/32KB L1, 512KB L2
  • Memory: LPDDR2 533MHz, LPDDR3 666MHz
  • Camera: 13MP ISP
  • Video Decode: 1080p 30fps H.264, 720p 30fps HEVC/ V99
  • Video Encode: 1080p 30fps
  • Graphics: ARM Mali450-MP4 600MHz
  • Display: HD1080 1920×1080
  • Modem: HSPA+ Rel.8, 21MBps/5.76MBps
  • Connectivity: Integrated Wi-Fi abgn/ BT/ FM/ GPS

SHARE
Previous article“Proyek Rahasia” Game Pokemon Baru Itu Ternyata Game Bertema Detektif
Next articleMengenal Dua Kandidat Pasangan di Harvest Moon: Linking the New World
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.