Developer Game Muda Indonesia: Fandry Indrayadi

Tidak bisa dipungkiri, memang perkembangan game Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat. Di balik perkembangan industri game tersebut, sosok developer game memang menjadi salah satu tulang punggungnya. Nah, memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2013, Duniaku menampilkan beberapa artikel spesial yang mengangkat sosok beberapa developer game muda di Indonesia.

Setelah sosok Mahdi Bashroni Rizal dan Eldwin Viriya, kali ini Duniaku menampilkan sosok developer game muda lainnya, Fandry Indrayadi yang saat ini menjadi Creative Director di Mintsphere. Fandry tergolong salah satu developer game yang masih sangat muda, bahkan saat ini dia masih duduk di semester 7 di IT Telkom Bandung. Meskipun masih sangat muda, namun sudah banyak karya yang dihasilkan Fandry, yang sudah menggeluti dunia pengembangan game sejak bangku SMP! Ingin tahu bagaimana pendapat Fandry mengenai semangat Sumpah Pemuda di zaman modern saat ini, dan juga pengalamannya selama menjadi developer game? Simak hasil wawancara Duniaku dengan Fandry berikut ini!

Duniaku (D): Menurut Fandry, arti sumpah pemuda di zaman modern sekarang ini seperti apa?

Fandry (F): Sumpah pemuda di zaman modern adalah sumpah untuk mengisi kemerdekaan. Karena kita sudah tidak melawan penjajah lagi seperti saat belum merdeka, tugas kita sekarang adalah memajukan bangsa Indonesia dalam segi bidang yang kita kuasai.

D: Bisa ceritakan dikit, sejak kapan sih mulai menggeluti dunia pengembangan game?

F: Saya sudah jatuh cinta kepada video game sejak diperkenalkan orang tua saya sekitar umur 3 tahun (Game pertama yang saya mainkan adalah Mario Bros. di NES). Saya sempat memiliki konsol-konsol retro seperti NES, SNES, dan SEGA Mega Drive (atau SEGA Genesis, di US). Sejak saat itu, tumbuh sebuah passion untuk membuat sesuatu yang seperti itu saat saya besar nanti.

Awal masuk SMP, saya sering membuat board game sederhana seperti modifikasi dari ular tangga, monopoli dan lainnya, dan mengajak teman-teman sekelas untuk bermain bersama-sama. Baru setelah saya belajar sedikit pemrograman di sekitar kelas 3 SMP lah saya dapat menyelesaikan video game pertama saya dan bergabung ke dalam komunitas GameDev Indonesia (GameDevID.org).

D: Apa karya atau pencapaian yang paling dikenang? Apa Alasannya?

F: Pencapaian yang paling saya kenang adalah saat saya berhasil menyelesaikan video game pertama saat akhir SMP ~ awal SMA dulu. Kenapa? Karena walaupun game saya saat itu dimaki-maki orang karena kualitasnya yang buruk, itu adalah sebuah batu pijakan saya dalam menekuni bidang ini.

D: Sebagai seorang developer game, apa sih wujud semangat sumpah pemuda yang sudah pernah diwujudkan?

F: Sebagai game developer lokal, yang bisa dan pernah saya lakukan adalah menunjukkan ke global bahwa Indonesia juga mempunyai potensi dalam industri game dan menyebarkan event-event yang meningkatkan awareness tentang “Environment game developing dan studio-studio di Indonesia itu gak kalah lho sama luar negeri!” adalah salah satu yang terus saya usahakan bahkan sampai sekarang.

D: Sebagai seorang developer muda yang saat ini masih kuliah, bagaimana sih cara membagi waktu yang baik antara pendidikan dengan aktivitas game development?

F: Saya adalah mahasiswa di siang hari dan game developer di malam hari. Karena kesibukan kuliah, saya hanya bisa develop game saya waktu malam, saat kuliah kosong, dan week-end. Hal ini membuat game yang kami develop memerlukan waktu yang relatif lebih lama, tapi setidaknya better than nothing!

D: Apa tips bagi para generasi muda Indonesia yang memilih jalan di dunia game untuk memajukan indonesia?

F: Be passionate dan siapkan mental anda! Game developing bukan hal yang mudah, dan pasti ada saat di mana terjadi hal-hal yang kita tidak harapkan. Di saat seperti itu, passion dan willpower yang kuatlah yang akan mendorong kita untuk terus maju.

D: Tentu seseorang punya impian yang ingin diwujudkan di masa yang akan datang. Apa sih impian terbesarnya sebagai seorang game developer?

F: Impian terbesar saya adalah mengembangkan sebuah game yang menginspirasi dan dikenang oleh orang banyak bahkan lama setelah game tersebut rilis – A timeless game. Yatsumi Matsuno dan Shigeru Miyamoto adalah panutan saya, dan mimpi terbesar saya adalah membuat game-game yang se-fenomenal Zelda Series dan Ivalice Alliance Series.

D: Terima kasih banyak buat waktunya, sukses terus buat Fandry!