Qeon Siap Menggebrak Dunia Game Online Nasional Di Tahun 2014!

Vidi Onadi - Qeon 2

Seperti kita ketahui bersama, Qeon adalah salah satu publisher besar di Indonesia. Game-game seperti Puzzle Kingdom serta Heva Online sukses memikat gamer di seluruh Indonesia. Saat ini, Qeon sedang mempersiapkan 3 judul besar yang akan dirilis akhir tahun ini serta tahun depan. Ketiga judul tersebut adalah Clash of Gods, Lime Odyssey serta Kingdom Under Fire II. Duniaku berkesempatan berbincang-bincang dengan Vidy Onadi, Director of Finance & Business Development Qeon mengenai rencana Qeon terhadap ketiga game tersebut.

D: Pada IGS kemarin, Qeon membocorkan tiga game yang selanjutnya yang akan dibawa ke Indonesia, boleh dijelaskan?

V: Yang pertama tentu adalah Clash of Gods, yang baru-baru ini memenangkan penghargaan Creative Award di China. Tidak mengherankan karena salah satu keahlian mereka yang utama adalah dalam membuat animasi battle sequences. Yang kedua adalah Lime Odyssey yang banyak disebut sebagai spiritual successor dari Ragnarok Online karena memang dibuat oleh tim yang sama yang dulunya mengembangkan RO. Game ini sudah launch di Korea Agustus lalu dan responnya disana sangat positif. Yang terakhir tentu adalah major title kita yaitu Kingdom Under Fire II. Game ini juga nantinya akan dirilis untuk PS 3 walaupun memang dunianya akan berbeda, karena untuk versi PS 3 tentunya akan ada solo campaign.

D: Kingdom Under Fire II ini, seperti sudah disebutkan, akan hadir di platform konsol juga. Bagaimana posisi Qeon menanggapi hal ini? Apakah Qeon akan menyediakan server sendiri atau memang versi MMORPGnya tidak akan terkoneksi dengan versi dari konsol?

V: Untuk Indonesia nantinya akan ada server sendiri yang terpisah dari server untuk versi konsolnya.

D: Tiga judul besar ini tentu datang dengan investasi yang besar pula, bisa diceritakan strategi untuk ketiga game ini?

V: Strategi masih sama seperti pada umumnya yaitu melakukan roadshow, karena ini adalah salah satu bentuk campaign yang paling dekat dengan para gamer di Indonesia. Namun kita memang sedang menyiapkan rencana-rencana yang unik, sayangnya masih belum bisa kita ceritakan karena masih dirancang.

Vidi Onadi - 1

D: Boleh dikasih bocoran, mengenai estimasi tanggal rilis ketiga game ini?

V: Kita memang sudah menetapkan tanggal di internal kami, namun, kami masih berusaha menyempurnakan game-game ini karena kami ingin menghadirkan game yang sempurna, terutama dari segi servis. Hal ini berlaku agar gamer tidak akan menemui kendala ketika memainkannya. Untuk CoG sendiri rencananya akan dirilis akhir tahun ini. Untuk Lime Odyssey dan Kingdom Under Fire II rencananya akan dirilis tahun depan.

D: Ketiga game ini semuanya memiliki genre yang sama yaitu MMORPG, apa pertimbangan Qeon dalam memilih game yang bergenre sama ini?

V: Qeon terdiri dari orang-orang yang sejatinya adalah gamer. Kami melihat game tidak hanya dari segi bisnis saja, namun juga salah satu pertimbangannya adalah, ‘apakah game ini menarik dari sisi player?’ Jadi ketiga game ini memang menarik bagi kami semua dan fun untuk dimainkan. Oleh karena itu kami yakin game-game ini akan sukses di pasar Indonesia. Apalagi kita di Qeon semuanya adalah pemain MMORPG dari dulu.

D: Dari ketiga game tersebut, COG adalah game pertama yang akan dirilis oleh Qeon, bisa diceritakan sedikit mengenai game ini? Apa saja fitur-fiturnya?

V: Salah satu fitur yang paling menarik di game ini adalah battle sequencesnya. Ketika karakter kita menyerang musuh dan mengeluarkan combo, berbagai efek visualnya sangat memanjakan mata dan terlihat mengalir secara halus. Sistem PK (Player Kill) serta quest di CoG juga menarik dan berbeda dengan game lainnya. Ketika karakter kita sedang mengambil quest, teks yang tersedia ada 2 macam, satu kepada lawan bicara kita dan satunya lagi adalah pemikiran si karakter itu sendiri. Jadi jika player benar-benar memperhatikan setiap percakapan yang terjadi, cerita di dalam CoG ini sangat bagus sekali. Player akan lebih terikat dengan karakternya. PK sangat menarik karena character balancenya sangat baik. Dari ke empat kelas yang ada, yang berbeda dari kelas-kelas pada game MMORPG pada umumnya, kesemuanya memiliki skill yang sangat berbeda. Namun, hal ini tidak membuat salah satu kelas menjadi unggul, semuanya setara.

Vidi Onadi - 2

D: VIP Test COG baru saja selesai dilakukan beberapa waktu yang lalu, bagaimana respon gamer terhadap game ini?

V: Respon dari para gamer sangat positif. Saya sendiri tidak menduganya karena VIP Test ini sangat terbatas namun peminatnya sangat tinggi. Kami sampai harus menyediakan Key tambahan dan membuka server baru. Permasalahan yang muncul hanya dari system transaksi, karena memang belum disempurnakan. Selain itu, system transaksi adalah salah satu hal yang paling sulit dikerjakan di COG, terutama dari segi bahasa. Di dalam bahasa Cina, 2 karakter huruf sudah cukup dalam sebuah percakapan transaksi sementara jika menggunakan bahasa Indonesia, kalimatnya menjadi sangat panjang. Masalah bahasa ini juga yang membuat proses lokalisasi menjadi cukup lama untuk dikerjakan.

D: Tadi sudah disebutkan kalau 4 kelas yang ada di COG, yaitu Spellsword, Destroyer, Shaman dan Nightblade, kesemuanya seimbang. Selama proses VIP Test, kelas mana yang menjadi favorit para gamer?

V: Jelas Spellsword. Hal ini memang unik di antara gamer Indonesia. Para gamer cenderung memilih karakter yang terlihat keren atau tampan serta memiliki penampilan yang paling oke. Dari keempat kelas yang ada, dari segi penampilan, Spellsword memang karakter yang paling keren walaupun dari sisi kemampuan semuanya seimbang.

D: Bagaimana dengan Vidi sendiri, apa yang difavoritkan?

V: Saya lebih suka Nightblade serta Shaman. Saya suka Shaman karena ketika bermain secara tim, seperti faction war, peran Shaman ini sangat kuat dan pasti sangat dibutuhkan oleh tim.

Vidi Onadi - 3

D: Apakah nantinya Qeon akan memasukkan konten-konten local ke dalam COG?

V: pastinya ada, saat ini masih dalam tahap pengembangan. Dalam menambahkan konten-konten eksklusif untuk Indonesia seperti ini, Qeon harus terus berkomunikasi dengan developernya yaitu Gbits. Yang sedang kita bicarakan saat ini adalah untuk kostum serta avatar khusus pasar Indonesia. Gbits untuk masalah kualitas sangat ketat dan tidak mau kompromi, saya sendiri baru tahu kalau ternyata untuk membuat satu kostum membutuhkan waktu yang sangat lama agar terlihat sempurna. Makanya proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

D: Kembali ke Kingdom Under Fire II, jika dilihat dari kualitas grafiknya terlihat sangat bagus, tentu hal ini memerlukan spesifikasi Komputer yang tinggi pula. Pasar mana yang dituju? Apakah pasar warnet atau Komputer rumahan?

V: Jika berbicara soal spesifikasi, COG pun memiliki grafik yang sangat bagus. Namun baik COG maupun KUF II sebetulnya tidak memerlukan spesifikasi komputer yang terlalu tinggi agar dapat dimainkan dengan lancar. Hal ini dikarenakan developernya sangat lihai dalam mengembangkan game-game mereka.

D: Qeon telah masuk ke pasar mobile melalui Puzzle Kingdom, apakah rencana selanjutnya dari Qeon untuk pasar mobile  ini?

V: Menurut saya pasar mobile ini membutuhkan timing yang sangat tepat. Menurut saya, dari segi infrastruktur, hal ini masih sulit. Jika saya mencoba memainkan game mobile, saya harus menggunakan wifi agar tidak terkena time out. Sebagai contoh, ketika saya memainkan sebuah game di daerah Sudirman mungkin saya bisa memainkannya dengan nyaman. Namun jika bergerak ke arah pinggiran kota, sulit sekali mendapatkan koneksi yang stabil. Padahal, ini masih di Jakarta yang merupakan kota besar. Sementara jika kita membicarakan game mobile, maka yang kita bicarakan adalah mass market yang mengikuti penetrasi smartphone di seluruh Indonesia.

Vidi Onadi - 4

D: Jumlah game developer di Indonesia terus meningkat dengan kualitas yang tidak boleh disepelekan. Salah satu game publisher bahkan telah bekerjasama dengan developer dan mempublish game-nya. Apakah Qeon memiliki rencana serupa?

V: Sebagai publisher, kita sangat ingin memajukan industry game nasional, terutama mendukung game developer lokal. Namun saat ini, kebanyakan game developer local masih bermain di platform mobile. Tentunya kita mau sekali untuk support namun tetap harus sejalan dengan strategi bisnis Qeon. Berkaca kepada Cina, jika market suatu negara ingin maju, industrinya pun harus maju terlebih dahulu, itu sudah menjadi syarat utamanya.

Tentu dengan akan hadirnya tiga judul game ini, tahun 2014 akan menjadi tahun yang sangat menggembirakan bagi para pecinta game MMORPG. Selain itu, Qeon saat ini sedang menyiapkan satu judul rahasia yang rencananya juga akan dirilis pada tahun 2014 mendatang. Kita tunggu saja informasi selanjutnya dari mereka! Sambil menunggu, mari kita saksiskan video-video dari ketiga game yang akan dirilis Qeon dibawah ini!

http://youtu.be/2KQhUNAXzC0

http://youtu.be/prDqlSI8OiE

http://youtu.be/TYG7w7s-D2Q


SHARE
Previous articleElago Tech Released Cosmo Ship, Combining Strategy and Action Gameplay
Next articleSkor Review Famitsu Edisi 1301, God Eater 2 Menduduki Puncak
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.