Review Thor: The Dark World The Official Game, Single Player MOBA yang Sarat IAP

Setelah dikonfirmasikan akhir Juli lalu, Gameloft merilis versi game dari Thor: The Dark World bersamaan dengan mulai ditayangkannya versi filmnya akhir Oktober 2013 kemarin. Gameloft kembali bekerjasama dengan Marvel untuk versi game mereka ini, dan melihat teaser pertamanya yang dirilis Juli lalu sepertinya memang menjanjikan. Grafisnya lumayan, dan tampilan Asgard yang diperlihatkan secara isometris ala game dungeon crawler,  aspek social multiplayer yang melibatkanmu bekerjasama dengan bersama pemain lain, hingga cerita orisinal yang tidak sama dengan versi filmnya yang ditulis oleh penulis terkenal Marvel Christopher Yost (yang juga menulis skenario dalam versi filmnya), cukup membuat satu-satunya versi video game dari Thor ini memikat para gamer. Benarkah demikian?

Gameloft sendiri merilis versi gamenya ini untuk iPhone, iPad, iPod touch dan Android. Dan mungkin yang akan langsung menimbulkan respon pro dan kontra, mereka menawarkannya secara gratisan, alias free-to-play. Bisa dibayangkan pasti akan ada banyak in-app purchase menghantui di sepanjang game freemiumini. Namun kita bahas belakangan saja. Berbeda dengan filmnya, di sini Thor lebih difikuskan untuk memulihkan Nine Worlds yang terlibat perang, dan memimpun pasukan Asgard, termasuk Warriors Three (Fandral, Hogun, Volstagg) serta juga Sif dalam melawan para Marauders dan juga Dark Elves.

Kamu yang sudah melihat film-nya pasti lebih familiar dengan Dark Elves saja. Marauders sendiri merupakan ekelompok perampok yang menyerang Nine Realms, dan mereka bertindak sebagai pengalih perhatian untuk kedatangan Malekith the Accursed serta pasukan Dark Elves ke Asgard. Dengan banyak pasukan Asgard dikirim ke garis depan melawan para Marauders, pertahanan Asgard pun menjadi berkurang.

Untuk gameplay-nya, terakhir kita melihat versi game Iron Man 3 yang ternyata berjenis endless runner, sebuah konsep yang sudah umum kita temui dalam mobile game. Demikian juga untuk versi game Thor: The Dark World  ini, yang bisa dikatakan juga tidak terlalu orisinal gameplay-nya. Sudut pandang isometrisnya langsung mengingatkan pada game dungeon crawler seperti Diablo dan Torchlight. Apalagi ketika Gameloft memaksamu menyentuh layar untuk menggerakkan Thor ke posisi yang kamu tentukan (atau terus mengoreskan jari pada layar dengan rute dimana Thor harus melangkah), yang jelas mirip dengan point-and-click pada tipikal dungeon crawler PC. Kemudian untuk mengayunkan Mjolnir, kamu tinggal menyentuh musuh, hingga membuat goresan gesture untuk melakukan gerakan atau combo yang lebih kuat. Melemparkan senjata palu andalannya itu juga membutuhkan sentuhan dua jarimu pada layar. Namun ketika kamu dikepung banyak musuh, akan sangat susah melihat apa yang sedang dilakukan Thor.

Bukan hanya itu saja keseluruhan gameplay-nya dipenuhi dengan aktifitas menyentuh layar. Thor bisa men-summon prajurit Asgard, yang disediakan melalui 7 tipe Einherjar dengan senjata dan kemampuan yang berbeda-beda (termasuk pemanah dan prajurit bersenjata tombak). Sebelum memulai misi kamu juga bisa diberi kesempatan memilih tipe unit yang akan mendukung, serta hero lain yang akan membantu, meskipun mereka memiliki waktu cooldown sebelum bisa di-summon kembali. Para Einherjar tersebut bisa ditarik masuk ke tengah medan perang dengan hanya menyentuh tombol khusus pada layar. Dan karena banyaknya aktivitas sentuh-menyentuh tersebut, kamu juga menemukan memainkan game ini di layar gadget yang mungil bisa sangat merepotkan.

Gamenya memang bisa kamu dapatkan dengan mudah, tinggal siapkan paket datamu saja, karena versi Android membutuhkan data hingga 1.6 GB, dan yang iOS sekitar 800 MB. Oh ya, kamu juga perlu selalu terhubung ke internet untuk memainkannya. Masalah utamanya hanya tingkat kesulitan. Pada misi-misi awal mungkin kamu tidak akan merasakannya. Namun makin jauh, kami merasa Gameloft sengaja membuat musuh-musuhnya lebih susah dilumpuhkan. Ditambah “kontrolnya” yang kurang solid. Bayangkan kamu memainkan game yang sarat action hack-and-slash dengan kendali berbasis sentuh-menyentuh layar. Kami lebih suka mengirim para Einherhar untuk menghantam musuh secara frontal, dan tinggal mendukungnya dari belakang dengan lemparan Mjolnir. Wajar, karena Thor pun tidak bisa menggunakan palunya untuk menahan serangan musuh. Jadi bertarung melee dengan Thor sama saja kamu harus siap menggunakan cadangan Potion yang tidak gratis.

Dan ketika gameplay-nya juga mengingatkan pada Diablo atau Torchlight, gameplay-nya juga bisa sedikit disamakan dengan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) seperti DotA, HoN dan LoL. Sentuh musuh untuk mulai menyerang menjadi satu gerakan yang umum dalam MOBA (tepatnya MOBA yang single-player), termasuk juga para Einherjar (atau minion dan creep dalam MOBA) yang bergerak menyerang otomatis, hingga sedikit unsur tower defense dan pengembangan karakter ala RPG. Memang tidak orisinal, namun Gameloft harus diakui sukses menyatukan banyak elemen gameplay tersebut di sini. Kami juga menyukai ditambahkannya peti-peti harta, jebakan dan kejutan lainnya di tengah misi, sehingga ada selingan untuk lebih berhati-hati dari sekadar sentuh layar sana-sini. Selain gameplay, seperti yang kami katakan di atas, grafisnya juga menarik, menurut penulis pribadi, lebih baik dibandingkan Iron Man 3 karena lingkungan yang kamu jelajahi jauh lebih luas (ada lebih dari 90 misi tersedia dalam paket awal game ini).

Seiring kamu memainkan story utama game ini, Thor akan mendapatkan experience point, gold dan rune, yang bisa digunakan untuk membeli upgrade, membuka skill baru, dan memperkuat Einherjar atau hero seperti Warriors Three, Sif, dan tentu saja, Loki. Bahkan Thor juga bisa membuka banyak pilihan kostum lain, yang memberinya efek spesial tersendiri.

Jadi apakah Thor ini mampu memikat para gamer, atau mereka yang menyukai versi film-nya untuk memainkannya? Seharusnya bisa, seandainya kita bisa menikmatinya dengan lebih santai. Namun dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat, seakan-akan Gameloft ingin kita segera membelanjakan uang untuk membeli in-app purchase (IAP). Dalam game ini ada tiga mata uang virtual. Yang pertama Uru, yang akan bisa kamu beli mulai £1.49 / $1.99 untuk 200 Uru. Cukup untuk empat health potion, atau kurang dari separuh untuk membuka Hogun, salah satu Warriors Three yang bisa membantumu selama permainan.

Kamu juga perlu membeli setidaknya 100 ISO-8, yang kamu butuhkan untuk meningkatkan kemampuan Thor. Setiap ability membutuhkan 10 ISO-8 untuk menaikkan levelnya. Dua dari tiga mata uangnya bisa kamu dapatkan dengan mudah dalam game. Sedangkan mata uang ketiganya berjenis premium, yang hanya bisa didapatkan dengan menyelesaikan goal tertentu atau membeli IAP. Kamu juga bisa merubah mata uang ketiga menjadi dua mata uang pertama. Memang makin lama akan makin sulit, namun selama kamu rutin meng-upgrade senjata, armor dan Einherjar dengan benar, maka setiap misi bisa kamu selesaikan dengan lancar tanpa harus mengonsumsi potion.

Thor: The Dark World – The Official Game – Teaser Trailer

Thor: The Dark World – The Official Game – Launch Trailer – iOS & Android


SHARE
Previous articleMagneto Selamatkan Banyak Penumpang di Foto Terbaru X-Men: Days of Future Past
Next articleMicrosoft: Bukan Pekerjaan yang Mudah bagi Valve untuk Transisi Menuju Konsol
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.