Dead Rising 3 Menawarkan Interaksi Second Screen yang Dalam Melalui Smartphone

Berbeda dengan PlayStation 4 yang akan dirilis beberapa hari lagi, Xbox One masih 10 hari lagi meluncur di Eropa. Microsoft juga sudah membangun hype untuk menyiapkan konsol mereka di pasar, termasuk developer yang tergabung menjadi bagian pendukung launch title-nya, juga mengeluarkan beberapa trailer baru untuk game mereka. Seperti Capcom Vancouver yang memberikan Dead Rising 3 eksklusif Xbox One.

Game yang dikonfirmasikan selama event E3 2013 ini kembali mendapatkan trailer barunya kemarin, yang menampilkan seperti apa gameplay game survival horror ini. Microsoft Studios berperan menjadi publisher game ini ketika akan dirilis 22 November mendatang. Dead Rising 3 mengambil setting 10 tahun pasca serangan zombie di Fortune City dalam Dead Rising 2. Cerita terfokus pada usaha mekanik muda Nick Ramos dalam usahanya meloloskan diri dari serangan zombie di kota fiksi Los Perdidos, California. Ramos harus bekerjasama dengan survivor lain untuk meloloskan diri dari Los Perdidos sebelum militer memutuskan untuk menghancurkan kota beserta semua isinya. Batasan waktu sebelum keputusan militer menyerang tersebut menjadi tantangan tersendiri. Jika dalam seri sebelumnya limit waktu yang disediakan dalam hitungan menit saja, maka di sini kamu mendapat waktu 6 hari penuh melarikan diri.

Seperti prekuelnya, gameplay tampil dalam mode third-person. Kamu memulai permainan dengan mencari persediaan dan senjata untuk melawan undead dan menyelesaikan mission. Setting open world-nya masih kamu temui di sini, dan diklaim lebih besar dari gabungan Dead Rising dan Dead Rising 2. Untuk itu, developer menyediakan sarana seperti mobil untuk membantumu berkeliling kota Los Perdidos.

Menurut developer, untuk berkat hardware Xbox One, dalam Dead Rising 3 ini kini mereka bisa merender game zombie tiga kali lebih banyak di layar dibandingkan game sebelumnya. Karena itulah bisa dibayangkan (atau dengan melihat trailer barunya di bagian akhir artikel ini) kacaunya permainan dengan banyaknya zombie mengepungmu. Menariknya, juga berkat kekuatan konsol yang mumpuni, meskipun setting open world-nya jauh lebih luas, Capcom mampu menghapus kebutuhan waktu loading selama permainan. Kemudian meskipun jumlah zombie lebih besar, Capcom tetap memberi kemudahan, seperti batasan waktu yang lebih panjang (yang juga bisa kamu manfaatkan untuk menjelajahi kota), serta memberi opsi untuk menyimpan game dimana saja, bukan hanya di kamar mandi seperti prekuelnya. Namun jika kamu merasa mode sandbox tersebut kurang tekanannnya, dan lebih menyukai batasan waktu yang singkat, ada “Nightmare Mode” dengan time limit dan lokasi save seperti prekuelnya.

Dead Rising 3 juga masih mengajukan sistem crafting yang pertama dikenalkan dalam Dead Rising 2. Kamu bisa menciptakan “senjata combo”, meskipun kini untuk crafting tidak perlu melakukannya di workbench, sehingga kamu bisa bereksperimen dengan senjata kapan saja. Bukan hanya senjata, dalam Dead Rising 3 kamu juga bisa membuat “kendaraan combo”, seperti dengan menggabungkan motor dengan mesin gilas untuk menciptakan “RollerHawg”. Setiap kenaraan combo juga memiliki dua bangku, serta ada slot di belakang untuk mereka yang bisa berperan sebagai penyerang sekunder selama memainkan game ini secara multiplayer koperatip. Menurut Capcom Vancouver, mengendarai kendaraan tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam seri baru ini, mengingat luasnya Los Perdidos. Selain RollerHawg, kamu bisa menciptakan kendaraan combo lainnya seiring menemukan blueprint untuk kendaraan combo (atau juga senjata combo).

Pertengahan tahun ini Capcom sempat menawarkan demo Dead Rising 3 untuk media. Dan melalui demo tersebut, kami juga mengetahui bahwa untuk memainkan game ini kamu bisa menggunakan baik itu Kinect dan Xbox SmartGlass. Melalui Kinect kamu akan merasakan beberapa elemen gameplay yang berbeda, karena zombie kini bisa mendengar ketika pemain mengeluarkan suara. Jika kamu menimbulkan suara gaduh, berpotensi akan mengundang serangan zombie. Melalui Kinect kamu juga bisa mencuri perhatian zombie dengan berteriak ke arah mereka.

Semetara itu fungsi layar kedua Xbox SmartGlass juga bisa kamu manfaatkan untuk mencari lokasi item-item tertentu melalui peta yang disediakan, atau menandai keberadaan etalase toko yang ditinggalkan (pasti berguna ketika health karaktermu menipis), hingga mengatur waypoint untuk mission. Melalui SmartGlass kita juga bisa memainkan misi eksklusif, dengan ability seperti untuk memanggil bala bantuan (melalui smartphone) serangan utara, dukungan drone, atau memicu dinding api pertahanan yang lebar hingga untuk menarik perhatian para undead melalui gadget mobile dengan aplikasi SmartGlass.

[nggallery id=898]

Bukan itu saja fungsi gadget mobile yang kamu miliki. Menurut Capcom, fungsi layar kedua sebenarnya juga eksis selama permainan, dan mampu memberi pengalaman yang lebih menarik dibandingkan bantuan serangan-serangan tadi. Di awal permainan, Nick akan menemukan ponsel dari mayat seorang agen pemerintah. Mulai saat itu, kamu bisa menghubungkan ponselmu yang sebenarnya melalui aplikasi SmartGlass. Dan selanjutnya ketika Nick mendapatkan panggilan telepon dalam game, maka ponselmu yang sebenarnya juga akan berdering dan kamu bisa mendengarkan pesan yang masuk.

Benar-benar fitur masa depan ya… cukup dengan preview tambahan kami untuk game ini, kamu lihat saja sendiri melalui trailer-trailer barunya yang dirilis Capcom sejak mereka mengenalkan game ini selama E3 2013 lalu.

Dead Rising 3 Gameplay

Dead Rising 3 Story Trailer

Find your path to the After Party

The First 25 Minutes of Dead Rising 3

Happy Halloween Dead Rising 3 style

Zombie Apocalypse Evolved: Making Dead Rising 3


SHARE
Previous articleLionsgate Rilis TV Spot Terbaru Homefront
Next articleClash of Clans Rilis di Android, Hadirkan Fitur Transfer Desa dari Versi iOS!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.