Liputan: Turnamen Arena HelloFest Anima Expo 2013

Turnamen Arena

HelloFest 2013 yang digelar akhir pekan lalu menjadi lokasi tahun pertama Turnamen Arena, yaitu kompetisi game (table-top, card game, board game, dan lain-lain) yang direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun oleh Stormidea Games. Tahun ini, bekerja sama dengan Vandaria Internasional, Stormidea Games menyelenggarakan turnamen card game Vandaria Arkana dan Combo Card dengan hadiah total 4 juta rupiah pada hari kedua HelloFest.

Turnamen Arena

Pendaftaran dimulai seminggu sebelum tanggal turnamen secara online di fanpage Vandaria dan Combo Card. Dibatasi masing-masing 18 peserta, kuota kedua turnamen sudah hampir penuh sebelum HelloFest dimulai. Sisa kursi diisi oleh peserta yang mendaftar langsung di booth Arena pada hari pertama HelloFest. Hal yang mengejutkan adalah sebagian besar peserta berasal dari Bandung! Mereka tidak ragu pergi jauh-jauh ke Jakarta demi HelloFest dan Arena.

Turnamen Arkana dimulai lebih dulu pada jam 12 siang, dilanjutkan dengan turnamen Combo Card pada jam 3 sore. Peraturan khusus diterapkan bagi kedua turnamen. Setiap babak Arkana berlangsung selama 50 menit, lalu berakhir pada pemain yang mendapatkan giliran terakhir pada putaran pertama dan skor dihitung berdasarkan perolehan wilayah setiap pemain. Turnamen Combo pun menerapkan batas 50 menit sebelum membuka mode Sudden Death bagi para pemain yang masih hidup (tidak menjadi Ghost). Dengan demikian, masing-masing turnamen berlangsung dua jam.

Turnamen Arena

Keramaian pengunjung HelloFest tidak mengurangi konsentrasi para peserta. Kelalaian bisa berakibat fatal karena intrik dan konspirasi antarpeserta selalu berperan besar untuk meraih kemenangan dalam turnamen Arkana. Fransiska, satu-satunya peserta wanita di Turnamen Arkana, mengakui hal tersebut, “Bagi saya yang pertama kali main turnamen kemarin, itu seru. Bermain Arkana sendiri benar-benar membuat orang pinter berdiplomasi, mesti menghasut, pinter-pinter menyabotase permainan orang lain.”

Turnamen Arena

Di sisi lain, turnamen Combo menuntut pemainnya agar selalu jeli dan tangkas karena incantation pemain lain selalu menjadi ancaman. Uniknya, salah seorang pemenang Turnamen Combo, Dery, baru belajar bermain Combo sehari sebelumnya. “Melihat kemampuannya di turnamen ini saya memang kalah, tapi di sisi lain saya senang karena saya kalah oleh teman saya yang baru belajar ini melalui permainan yang seru dan penuh perjuangan,” tutur Mufti, finalis Turnamen Combo. Kemenangan Dery membuktikan bahwa pemain baru pun bisa unggul bermain Combo.

Selain gelar juara, beberapa gelar khusus diberikan kepada para peserta turnamen Arkana yang berhasil menuntaskan misi tertentu pada babak penyisihan. Mereka mendapatkan pin eksklusif King, Princess, Knight, Peacemaker, Tyrant, dan Conqueror. Apakah hubungan gelar-gelar tersebut dengan Arkana? Mungkin jawabannya terungkap tahun depan.

Turnamen Arena

Hadiah berbeda dibawa pulang oleh setiap tim peserta turnamen Combo, yaitu ekspansi Creatio Cards. Kreator Combo Card, Henry Darmawan, menjelaskan cara bermain Combo dengan Creatio Cards seusai turnamen. Creatio Cards adalah kartu-kartu berisi spell istimewa; sebagian bisa berjalan otomatis pada awal giliran, sebagian lain menyita Action Point untuk aktif. Pemain yang menginginkan salah satu Creatio Cards harus membayarnya dengan kombinasi elemen yang berat, tapi sepadan dengan keistimewaan kartu-kartu tersebut. Ingin tahu selengkapnya tentang Creatio Cards? Jangan lewatkan turnamen Combo berikutnya.

Turnamen Arena

Henry juga memperkenalkan permainan baru dengan Combo Card, bernama The Quintessence. Permainan ini lebih mudah daripada Combo Arena dan bisa dengan cepat dikuasai oleh anak kecil maupun orang dewasa yang jarang bermain kartu. Seperti Chain yang diperkenalkan di Battle of the Toys dua minggu lalu, The Quintessence didesain untuk membuktikan bahwa Combo Card adalah mainan yang seru bagi semua anggota keluarga.


SHARE
Previous articlePlayStation App Hadir Lebih Awal, Dukungan Interaksi Dengan PS4 Secara Mobile
Next articleGust Juga Menampilkan Jill dan Sahri di Ar no Surge
Meskipun menyandang nama musik, Melody Violine lebih senang menulis daripada bermain musik. Itulah mengapa ia memutuskan untuk kuliah di Program Studi Indonesia FIB UI hingga lulus pada tahun 2009. Selain menjadi kontributor Duniaku, ia menerjemahkan novel-novel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, termasuk di antaranya adalah adaptasi novel Assassin's Creed (Oliver Bowden).