Gionee Elife E7 Menjadi yang Pertama Dengan Snapdragon 800 Versi 2.5 GHz

Nama Gionee Elife mungkin tidak banyak dikenal di Indonesia. Baru beberapa smartphone Android dari Polytron saja yang menggunakan basis Android dari Gionee untuk smartphone yang mereka pasarkan di Indonesia. Namun produsen asal China ini mencoba membuat namanya makin dikenal dengan meluncurkan tipe terbarunya kemarin, melalui Gionee Elife E7.

Smartphone yang dikenalkan melalui sebuah event di Shanghai 26 November kemarin ini berusaha menjadi smartphone Android dengan kamera terbaik. Untuk mendukung klaim tersebut, Gionee pun bekerjasama dengan Qualcomm untuk membawa tipe terbaru chipset Snapdragon 800, yaitu melalui Snapdragon 800 MSM8974AC. Penambahan huruf ‘C’ di sini menunjukkan revisi baru chipset tersebut, yang memiliki clock speed lebih cepat dibandingkan Snapdragon 800 lainnnya seperti yang digunakan di Xperia Z1, Galaxy Note 3 atau Xperia Z Ultra.

Melalui Snapdragon baru ini, dilaporkan kecepatan prosesor Krait 400 quad-corenya mencapai 2.5 GHz. Selain itu, tidak ada perbedaan dibandingkan Snapdragon 800 lainnya. Namun jelas perbedaan 200 MHz lebih tinggi pada chipset yang diterapkan Elife E7 ini menjadikannya sebagai yang tercepat. Kecepatan baru tersebut digunakan khusus untuk yang versi 4G LTE, dengan yang varian 3G masih diperkuat dengan Qualcomm Snapdragon 800 yang kecepatannya 2.2Ghz.

Selain prosesor tercepat, Elife E7 juga diklaim menyisipkan image sensor khusus untuk kameranya. Elife E7 juga menjadi yang pertama di dunia yang memiliki kamera utama 16-megapixel dengan ukuran sensor yang lebih besar dibandingkan tipikal smartphone lain, yaitu 1/2.3″ 1.34 µm. Lensanya sendiri menggunakan Largan M8 yang dilengkapi dengan 5 elemen Sapphire Lens — kabarnya sama dengan sensor pada kamera point-and-shoot Cannon IXUS140 dan Casio EX-ZR1200! Untuk kamera depannya pun ukurannya juga tidak biasa, yaitu 8 megapixel, serta mendukung auto-focus (yang oleh Gionee diklaim lebih baik dari kamera utamanya iPhone 5).

Menjadi smartphone yang terfokus pada keunggulan kamera, Gionee juga memberi beberapa pembaruan di sisi aplikasi kamera utamanya, yang memberimu pilihan mode basic atau professional, dengan pengaturan manual, seperti 20 scene yang juga bisa otomatis dipilihkan bagi user, adanya banyak filter, mode beauty, mode action mode dan bahkan ada mode khusus untuk memotret makanan!

Untuk layarnya, Gionee memilih bidang 5.5-Inchi dengan resolusi full HD 1080 x 1920-pixel yang kerapatannya 401-ppi. Untuk melindungi layarnya, Elife E7 dilapisi Gorilla Glass generasi 3. Seperti banyak produsen Android lainnya yang mulai memoles interface Androidnya, Gionee juga mengajukan UI tersendiri untuk Elife E7 ini yang bernama Amigo 2.0. OS-nya sendiri masih Android 4.2 Jelly Bean, dan mereka tidak mengungkapkan apakah bakal menyediakan update Kit Kat atau tidak. Flagship terbaru Gionee ini juga akan ditawarkan dengan dua varian. Satu dengan internal 16GB serta 2GB RAM, dan tipe teratas 32GB serta 3GB RAM. Kapasitas baterai keduanya sama, 2,500mAh, yang berjenis tanam, alias tidak bisa dibongkar-pasang seperti pada Elife E5, atau dipasarkan sebagai Polytron Crystal 4 di Indonesia. Untuk konektivitas, dipastikan smartphone ini memiliki koneksi standar Android, selain juga NFC, WiFi dan GPS yang mendukung Glonass.

Gionee Elife E7 mulai dijual di China 5 Desember mendatang dengan pilihan warna Hitam, Putih, Biru, Merah Muda, Hijau, Kuning dan Oranye. Smartphone dengan bezel layar yang sangat tipis, mencapai 2.33mm dan dimensi keseluruhan 150.6×75.0x9.7mm (bagian paling tipisnya hanya 6.2mm) ini untuk yang 16 GB dijual dengan harga 2,699 Yuan atau sekitar Rp. 5,3 jutaan, sedangkan yang 32 GB menjadi 3,199 Yuan, atau sekitar Rp. 6.3 jutaan. Untuk di luar China, smartphone ini akan mulai dipasarkan awal 2014.

Oh ya, Gionee juga berencana menawarkan Gionee E7 mini, namun menggunakan chipset yang “lebih murah”, yaitu chipset dengan delapan core dari Mediatek, serta akan menjadi salah satu Android pertama dengan prosesor octa-core.

Gionee Elife E7 key specifications

  • 5.5-inch full HD display (1920x1080p) with Gorilla Glass 3
  • 2.2GHz Qualcomm Snapdragon 800 MSM8974 processor
  • 2GB of RAM & 16GB of internal storage or 3GB of RAM & 32GB of internal storage
  • 16MP rear camera with 1/2.3? 1.34 µm Largan M8 sensor, 8MP front camera
  • 2500 mAh battery
  • Android 4.2.2 with Amigo 2.0 UI
  • 3G, Wi-Fi, Bluetooth, DTS Audio
  • Price: 2699 yuan ($443) for 2GB RAM/ 16GB storagae and 3199 yuan ($525) for 3GB RAM/ 32GB storage

 Gionee Elife E7L key specifications

  • 5.5-inch full HD display (1920x1080p) with Gorilla Glass 3
  • 2.5GHz Qualcomm Snapdragon 800 MSM8974AC processor
  • 3GB of RAM & 32GB of internal storage
  • 16MP rear camera with 1/2.3? 1.34 µm Largan M8 sensor, 8MP front camera
  • 2500 mAh battery
  • Android 4.2.2 with Amigo 2.0 UI
  • LTE, Wi-Fi, Bluetooth, DTS Audio
  • Price: 3499 yuan ($574)

Sumber: Gionee


SHARE
Previous articleMegaxus Siapkan Heroes of Atarsia, MMO dengan Gameplay Hack and Slash!
Next articleNokia Lumia 525, Penerus Seri Windows Phone Terlaris Kini Dengan Memory 1 GB
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.