EA: Generasi Xbox One dan PS4 akan Bertahan Lima Sampai Enam Tahun

Generasi Xbox One dan PS4

Baik Sony maupun Microsoft sudah merilis senjata mereka untuk perang konsol generasi ke delapan bulan November ini. Sony lebih dulu meluncurkan PS4 pada 15 November lalu, lantas diikuti dengan langkah Microsoft yang merilis Xbox One 22 November 2013. Perilisan ini tidak serta merta langsung menghentikan dukungan Sony dan Microsoft kepada pendahulu mereka, PS3 dan Xbox 360 meskipun keduanya sudah berumur tujuh tahun lebih. Bahkan Microsoft kabarnya sudah menyiapkan rencana sekitar dua hingga tiga tahun lagi untuk kelangsungan Xbox 360 mereka.

Berbicara mengenai siklus hidup satu generasi konsol, Vice President EA Patrick Soderlund memiliki pendapat yang cukup menarik. Dia mengungkapkan sebuah pendapat bahwasanya siklus hidup konsol generasi kedelapan ini tidak akan sepanjang generasi ketujuh yang mungkin akan bisa berumur sampai sepuluh tahun. Bahkan, dia berani mengungkapkan pendapat, bahwa generasi Xbox One dan PS4 nantinya akan bertahan sekitar lima sampai enam tahun saja, atau hingga tahun 2018 atau 2019 sebelum keluar konsol generasi kesembilan. “Siklus konsol generasi sekarang (generasi ketujuh) sudah lebih lama dari yang sebelumnya saya harapkan,” ungkapnya saat mengomentari masa hidup Xbox 360 dan PS3. “Di waktu yang sama, kamu telah melihat game seperti The Last of Us dan GTA V di akhir siklus yang mungkin tidak sesuai dengan yang diekspektasikan beberapa tahun lalu. Sekitar lima atau enam tahun yang saya ekspektasikan,” lanjutnya.

Generasi Xbox One dan PS4 - Patrick Soderlund

Pendapat Soderlund ini sendiri juga menggambarkan sedikit rasa “terkejut” karena di akhir masa hidupnya, Xbox 360 dan PS3 masih mendapatkan game-game inovatif dan berkualitas, karena awalnya dia merasa puncak dari generasi ketujuh seharusnya sudah berakhir sekitar dua atau tiga tahun lalu. Untuk ke depannya, EA yakin bahwa mereka bisa memberikan inovasi untuk game-game di next gen, salah satunya adalah dengan Titanfall. Dia menganggap pujian yang dilontarkan kepada game besutan Respawn tersebut sudah membuktikannya. “Respon tersebut menunjukkan kepada kami bahwa gamer tidak ingin memainkan game yang sama setiap tahunnya. Dan meskipun game yang kami kembangkan berada dalam basis iterasi (berulang), kami harus memastikan bahwa kami tetap berinovasi atau gamer tidak akan memberikan uangnya kepada kami,” pungkasnya.

Pendapat dari Soderlund ini sedikit banyak sejalan dengan pendapat dari CEO Ubisoft, Yves Guillemot beberapa waktu lalu. Pada saat itu, Guillemot berpendapat bahwa transisi konsol yang terlalu lama bisa merusak industri game itu sendiri, dan menyebutkan siklus lima tahun dalam sebuah industri adalah sebuah hal yang rasional. Bagaimana dengan menurutmu sendiri? Apakah menurutmu PS4 dan Xbox One akan memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan pendahulunya?

[Sumber: Telegraph/DigitalSpy]


SHARE
Previous articleBertemu Gazer si Tukang Kayu di Harvest Moon: Linking the New World
Next articleSutradara Colin Trevorrow Ungkap Setting Waktu Jurassic World
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.