Review: RPG dengan Bumbu PvP dalam Tales of Deonia

Tales of Deonia

Selain menghadirkan Dragon Village, versi beta dari GemStore yang sudah dirilis akhir November lalu juga menghadirkan satu game berjudul Tales of Deonia. Jika Dragon Village kemarin diperuntukkan bagi kamu yang menggemari genre monster breeding, maka game ini cocok bagi kamu yang menggemari RPG. Tales of Deonia menawarkan beberapa fitur khas RPG, mulai dari kustomisasi karakter dan sistem dungeon, plus fitur PvP untuk bertarung dengan pemain lain.

Di awal permainan, kamu diharuskan untuk membuat satu karakter dengan beberapa pilihan job yang tersedia, seperti Swordman, Thief hingga Magician. Selain memilih job dan memberikan nama, kamu juga bisa mengkustomisasi karaktermu dengan pilihan penampilan yang berbeda-beda. Setelah membuat karakter, maka selanjutnya kamu akan dibawa ke World Map. Di sini ada banyak menu yang bisa kamu pilih, mulai dari Recruit, Quest, hingga Arena. Untuk mulai menjalankan Quest, kamu bisa mengambil salah satu Quest dalam menu Quest, lantas sebelum memulainya, kamu diharuskan untuk merekrut anggota party terlebih dahulu.

Tales of Deonia

Tales of Deonia

Ya, disinilah salah satu keunikan dari Tales of Deonia, dimana anggota party akan di-reset setiap kali kamu keluar dari dungeon. Jadi, jika kamu menjelajahi dungeon pertama dengan anggota party A dan B, maka jika kamu memasuki dungeon lagi, kamu harus kembali merekrut anggota party di menu Recruit. Harga untuk merekrut anggota pun berbeda-beda, tergantung dari level dan status masing-masing anggota. Semakin tinggi level anggota, maka akan semakin mahal pula biaya yang harus kamu keluarkan. Bukan hanya membayar dalam bentuk gold, melainkan ada juga beberapa anggota yang mengharuskanmu untuk membayar dengan menggunakan Gem.

Tales of Deonia

Setelah merekrut anggota, maka kamu bisa memasuki dungeon yang tersedia untuk menyelesaikan quest. Tidak seperti Dragon Village yang eksplorasinya berjalan secara otomatis, dalam game ini kamu bisa mengeksplorasi dungeon dengan sistem point and click. Tetapi jangan harap dengan sistem ini kamu bebas mengeksplorasi sesukamu, karena game ini hanya menyediakan beberapa titik di dalam dungeon yang bisa kamu datangi dengan menyentuh titik tersebut. Di setiap titik, ada beberapa “kejutan” yang siap menantimu, seperti jebakan yang bisa mengurangi HP, atau jika kamu beruntung kamu bisa menemukan item box. Di beberapa titik juga menyediakan monster secara random yang akan kamu hadapi jika kamu mengunjungi titik tersebut.

Tales of Deonia

Fitur lain yang disediakan oleh game ini adalah PvP lewat Arena. Saat kamu memasuki Arena, maka sistem secara otomatis akan langsung mencari lawan yang sebanding dengan level karaktermu. Oiya, baik saat melawan monster di dungeon maupun saat PvP, pertarungan berjalan turn based namun otomatis. Kecuali jika Rage meter-mu penuh, kamu bisa mengeluarkan skill yang kamu miliki dengan menyentuh tombol ikon skill yang ada di bagian bawah. Rage meter ini sendiri akan terisi jika kamu terkena serangan dari musuh.

Tales of Deonia

Dibandingkan dengan Dragon Village, game ini memiliki variasi gameplay yang sedikit lebih banyak, terutama dalam sistem pertarungan dan kustomisasi karakternya. Namun variasi gameplay yang lebih banyak ini tidak serta merta membuat game ini rumit, karena tutorial yang tersedia di awal permainan pun cukup mudah dipahami. Dari segi grafis dan sound, keduanya memiliki ciri khas masing-masing meskipun dalam hal grafis tampak sekilas keduanya memiliki tingkat kehalusan yang hampir mirip.

Tales of Deonia

Oiya, sama seperti Dragon Village, jika kamu memainkan game ini selama fase beta, maka kamu juga akan mendapatkan beberapa item spesial plus gold yang bisa menjadi bekal untuk memulai petualangan. Selain itu, untuk memainkan game ini tentu pertama kali kamu harus men-download dan meng-install GemStore terlebih dahulu sesuai dengan panduan yang ada di artikel ini, lantas men-download game ini dari menu Games di GemStore.


SHARE
Previous articleCaesar in Gaul Menjadi Ekspansi Pertama Total War: Rome II
Next articleArtwork dan Screenshot Pertama Persona Q: Shadow of the Labyrinth
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.