Huawei Siapkan Honor 3X dan 3C, Android dual-SIM Berprosesor Octa Core

Huawei-Honor-3X-2

Selain melalui seri Ascend-nya, Huawei juga identik dengan seri Honor. Jika Ascend kini menjadi duta untuk menunjukkan seperti apa kekuatan chipset produksi Huawei, HiSilicon, dan memposisikan seri tersebut di kelas atas, maka Huawei perlu mengajukan seri lain untuk kelas menengah, atau setidaknya yang memiliki pangsa pasar lebih besar. Di sinilah Huawei Honor muncul.

Huawei-Honor-3X-3

Awalnya Honor ditawarkan dengan chipset Qualcomm, kemudian kedua penerusnya berganti ke racikan Huawei sendiri, HiSilicon, yang terakhir kita dapatkan melalui Honor 3. Sayangnya, mayoritas Android Huawei tidak memiliki fitur yang saat ini seakan menjadi fitur wajib di kelas bawah atau menengah, yaitu dual SIM. Karena itulah mereka menyiapkan dua Honor baru yang selain mengajukan fitur dual SIM, bahkan juga menerapkan salah satu chipset paling hot dari China, yaitu MediaTek true octa core.Wajar karena mengajukan fungsi dual SIM, Huawei memilih chipset dari MediaTek, bukan HiSilicon mereka sendiri untuk kedua Honor baru yang memiliki kode Honor 3X dan Honor 3C ini.

Huawei Honor 3X

Pertama dengan 3X, yang menjadi bagian dari smartphone pertama yang menggunakan chipset MediaTek MT6592, dengan delapan core prosesor Cortex-A7 yang kecepatannya 1.7GHz, GPU ARM Mali-400, dilengkapi 2GB RAM, kamera utama 13-megapixel dengan bukaan lensa f/2.2, kamera sekunder 5-megapixel yang besarnya 1.4-micron, serta baterai berkapasitas 3,000mAh. Fitur unggulan lainnya, seperti adanya dual mic untuk membantu perekaman video bersuara stereo atau noise cancellation selama berkomunikasi telepon, dan juga output audio DTS seperti pada beberapa Ascend kelas atas. 

Huawei-Honor-3X-1

Layarnya yang 5.5-inchi, sama seperti pada Ascend Mate, dengan resolusi HD 720 x 1280-pixel 720p bermaterial IPS, yang masih bisa dioperasikan meskipun menggunakan sarung tangan. Resolusinya memang biasa, dan alasan Huawei tidak memilih full HD 1080p adalah karena bisa menambah daya baterai hingga 20%. Selain itu, Honor 3X juga menjadi salah satu smartphone pertama yang kedua slot SIM-nya kompatibel koneksi 3G (berbentuk Mini SIM dan Micro SIM) untuk jaringan WCDMA dan TD-SCDMA di China.

Huawei-Honor-3X-5

Huawei akan menawarkan Honor 3X ini dengan harga CN¥1,698, atau sekitar Rp. 3,4 jutaan, membuatnya sebagai penawaran yang sangat menarik mengingat prosesornya sudah true octa-core. Sayangnya, belum dipastikan kapan Honor 3X akan dirilis.

Huawei Honor 3C

Huawei-Honor-3C-1

Untuk Honor 3C, Huawei memposisikannya di bawah 3X, karena itu spesifikasinya pun biasa, atau setara dengan dua Lenovo seri S yang baru kami ulas beberapa hari lalu. Smartphone Android 4.2 Jelly Bean ini mengajukan chipset MediaTek MT6582 dengan empat core prosesor Cortex-A7  pada kecepatan 1.3 Ghz, GPU ARM Mali-400 layar 5-inchi dengan resolusi HD serta menggunakan panel LTPS (Low Temperature PolySilicon LCD), baterai 2,300mAh, modul kamera dari Sony dengan ukuran 8-megapixel dan bukaan f/2.0, kamera sekunder 5-megapixel, slot dual-SIM(WCDMA + GSM atau TD-SCDMA + GSM), 8GB internal storage dan slot microSD. Seperti Honor 3X, kamu juga mendapatkan satu mic tambahan untuk noise cancellation.

Huawei-Honor-3C-2

Paling menarik dari Honor 3C adalah harganya, yang hanya ditawarkan di China CN¥798, atau sekitar Rp. 1,6 jutaan untuk model dengan RAM 1GB, dan CN¥998 atau sekitar Rp. 2 jutaan untuk model dengan kapasitas RAM 2GB. Itu harga di China, jadi bisa dipastikan jika dipasarkan di wilayah lain dengan standar harga internasional, pasti akan melambung hingga terpaut sampai Rp. 1 jutaan! Sayangnya, seperti tertulis di atas, keduanya mendukung jaringan TD-SCDMA untuk salah satu SIM, dan itu artinya hanya dipasarkan untuk wilayah China saja. Semoga saja Huawei juga akan membuat versi internasionalnya ya!

[cb type=”company”]Huawei[/cb]

Sumber: Weibo, Vmall


SHARE
Previous articleSamsung Galaxy Core Advance, Dengan Fitur Khusus Untuk Pengguna Berusia Lanjut
Next articleFoto Pertama Valka dan Gruff dalam How to Train Your Dragon 2
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.