CES 2014: ASUS Transformer Book Duet Dengan Opsi Dual Boot OS Windows Android

Asus-Transformer-Book-Duet-

Konsep dual-boot OS secara default memang bukan yang pertama ditawarkan produsen gadget. Acer pernah melakukannya dengan Acer Aspire One Happy D255, yang mengusung satu fitur unik dual boot Windows 7 dan Android, ada juga produsen yang memasukkan Linux bersama Android dalam PengPod, dan yang terakhir Samsung dengan Ativ Q yang resolusi layarnya tidak biasa (3200 x 1800-pixel), namun sepertinya yang lebih sukses dengan ide dual-booting yang melibatkan Android adalah Asus.

Asus-Transformer-Book-Due-2

 

Selama Computex 2013 Juni lalu,  June mengenalkan Transformer Book Trio, sebuah perangkat convertible yang bisaberfungsi baik sebagai laptop dan tablet, dan mampu mengoperasikan Windows 8 dan Android karena memiliki opsi dual-boot. Dan kini selama CES 2014, Asus mengenalkan versi barunya, Transformer Book Duet TD300, gadget hibrid laptop / tablet dengan desain convertible yang bisa dual-booting antara Windows 8.1 dan Android 4.2 Jelly Bean.

Asus-Transformer-Book-Due-3

Memang konsepnya sama, dan desainya tidak berbeda jauh. Namun Transformer Book Duet (TD 300) menawarkan spesifikasi yang lebih serius. Menurut data spesifikasi resminya, laptop / tablet ini mengajukan layar 13.3-inchi, resolusi full HD 1920×1080-pixel, prosesor generasi keempat Intel Core i7, dan didukung RAM 4GB DDR3L 1600 RAM. Sisi tabletnya sudah menyimpan internal storage SSD yang kapasitasnya 128GB, dan bagian docking keyboard-nya mampu dipasangkan dengan tambahan hard drive yang kapasitasnya mendukung hingga 1TB. Untuk yang peduli pada fitur video call, Asus juga menyediakan kamera depan beresolusi HD dengan mic yang juga built-in. Detail spesifikasinya sebagai berikut:

Asus-Transformer-Book-Due-6

  • Dual-OS – Windows 8.1 Standard / Android 4.2.2
  • Layar 13.3-inchi Full HD material IPS mendukung multi-touch
  • Prosesor hingga Intel Core-i7, tidak ada detail tambahan, sepertinya ada beberapa konfigurasi dengan Core i7 sebagai tawaran tertinggi
  • RAM 4GB DDR3L 1600
  • Hingga 128GB SSD di bagian tablet, bisa diperbesar melalui slot micro SD hingga 64 GB
  • Hingga 1TB HDD di bagian docking
  • Baterai 38WHr, atau sekitar 7600 mAh, dengan waktu estimasi pengoperasian sekitar 5 jam dalam mode Windows 8.1 dan 6 hours di mode Android 4.2.2.
  • Konektivitas Wi-Fi 802.11ac, Bluetooth 4.0 + EDR
  • Port di sisi tablet, ada slot micro SD, Headphone, dan DC jack
  • Port di sisi docking keyboard: 1 x USB 3.0, 2 x USB 2.0, 10/100Mbit/s LAN, HDMI 1.4, audio combo jack, DC jack
  • Dimensi tablet 342.7 x 216.3 x 12.9mm; dimensi docking keyboard 340.9 x 217.6 x 16mm.

Asus-Transformer-Book-Due-4

Sekilas Transformer Book Duet terlihat seperti ultrabook tradisional, mekanis lipat, bukanya sliding seperti yang ditawarkan Samsung dengan Ativ Q-nya. Mekanis lipat untuk akses keyboard-nya lebih disukai, karena pertimbangan durability. Yang mungkin akan dikeluhkan dari Transformer Book Duet hanya bobotnya yang mencapai 1.85 Kg, lebih berat dari tipikal ultrabook. Dan jika kamu mengoperasikan bagian tabletnya saja, itu pun lebih tebal dibandingkan tipikal tablet lannya, apalagi dibandingkan tablet-tablet Android — meskipun di sini juga bisa menjalankan aplikasi Windows 8.1.

Asus-Transformer-Book-Due-5

Untuk mekanis perpindahan OS-nya, Asus menyediakan satu tombol khusus untuk berpindah OS secara instan (sekitar 4 detik) melalui ASUS Instant Switch technology, tidak peduli kita menggunakannya sebagai tablet atau laptop. Namun Asus tidak memberi solusi integrasi aplikasi Android ke Windows seperti Samsung. Pada Ativ Q, kamu bisa mem-pin aplikasi Android pada interface Start Windows, seakan-akan Play Store Android ada di dalam Windows 8 tersebut. Namun jika mempertimbangkan harga, Ativ Q ditawarkan US $1500, sedangkan  Transformer Book Duet hanya US $599 saja, atau sekitar Rp. 7,4 jutaan, jelas menjadi pilihan yang terjangkau secara value-for-money.

Asus belum mengkonfirmasikan kapan tablet Windows + Android yang didemokan selama CES 2014 ini akan dirilis. Namun dengan pasar yang mulai menyukai konsep dual-boot seperti ini, kami yakin Asus tidak akan membuat kita menunggu terlalu lama.

4 in love with ASUS Transformer Book Duet TD300

[cb type=”company”]Asus[/cb]

Sumber: Asus


SHARE
Previous articleSony Rilis Tiga Poster Keren dari The Amazing Spider-Man 2
Next articleGlobal Game Jam Surabaya 2014, Daftarkan Dirimu Sekarang!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.