Review Final Fantasy VI Android: Cukup Membuat Kami Mau Menekan “Buy” dan “New Game”

Final-Fantasy-VI-8

Seperti yang dikonfirmasikan pertama kali awal Oktober 2013 lalu, Square Enix berniat meremake beberapa Final Fantasy mereka untuk mobile. Saat itu disebutkan Final Fantasy VI hingga X akan mendapatkan kesempatan baru mengisi iOS dan Android. Dan kemarin game pertama dari keseluruhan rencana remake itu dirilis pertama kali untuk Android, yaitu Final Fantasy VI.

Final-Fantasy-VI-9

Android? Ya, sepertinya gamer Android bisa bangga kali ini, karena versi iOS-nya sampai detik ini pun belum nongol di App Store mana pun, termasuk Selandia Baru, yang biasanya menjadi rujukan publisher menggelar masa beta sebuah game sebelum dirilis. Namun karena game ini remake, dengan fokus upgrade pada tampilan grafisnya, siapa pun sebenarnya bisa memainkan ulang game aslinya melalui emulator (baik versi Super NES atau Game Boy Advance) dan mengesampingkan visual yang baru jika sekadar hanya untuk bernostalgia. Square Enix sendiri belum memastikan kapan versi iOS-nya dirilis, dan semoga tidak perlu menunggu lama.

Final-Fantasy-VI-10

Versi Android-nya ini sendiri dirilis kemarin, 15 Januari 2014, dan ditawarkan dengan harga US $17.18, atau sekitar Rp. 210 ribuan. Memang harga yang dipatok Square Enix sangat tinggi untuk ukuran game mobile, ditambah lagi dengan posisi tukar mata uang kita terhadap dolar, sehingga nilai game ini pun makin setara dengan game-game baru lainnya untuk kelas handheld atau bahkan konsol. Walaupun agak menyesakkan, namun kami yakin, siapa pun yang pernah memainkan Final Fantasy VI, memiliki ikatan batin khusus dengan setiap adegan memorable setiap karakternya yang begitu menggugah emosi, pasti tidak akan ragu kembali membeli versi remake ini. Untuk memastikan gamenya bisa dinikmati semua Android yang beredar di pasaran, Square Enix hanya meminta syarat OS minimal Android 3.2 Honeycomb, dan jatah storage sekitar 500 MB untuk memainkannya. Mereka juga memanfaatkan layanan Play Games-nya Google, walaupun skadar untuk berbagi notifikasi dan juga melacak achievement saja, tidak ada fungsi semacam cloud save yang memungkinkan kita bisa memainkannya di gadget Android lainnya.

Final-Fantasy-VI-Compare-1
Versi mobile di sebelah kiri, versi GameBoy Advance di kanan.

Penulis sendiri baru sebentar saja memainkannya, dan keseluruhan penulis menyukai gaya visual barunya. Jika mau bernostalgia, memang remake mobile ini jauh berbeda dengan sprite aslinya. Banyak yang berharap gafisnya menjadi 3D, namun sepertinya remake dengan perubahan grafis besar dari 2D ke 3D pasti membutuhkan usaha dan biaya yang lebih besar, dan bisa jadi tidak mungkin tersedia untuk platform mobile, yang saat ini menjadi sasaran Square Enix untuk mendulang lebih banyak pendapatan dengan sekadar remake game klasiknya.

Versi mobile di sebelah kiri, versi Super NES di kanan.
Versi mobile di sebelah kiri, versi Super NES di kanan. Tombol ? di versi remake mobile ini akan membantumu menunjukkan ke mana tujuan selanjutnya
Mana yang lebih kamu sukai? Terra versi mobile atau versi aslinya?
Mana yang lebih kamu sukai? Terra versi mobile atau versi aslinya?
Kami merasa leher Edgar terlihat sangat panjang...
Kami merasa leher Edgar terlihat sangat panjang…

Beberapa bagian dari gaya visual barunya terlihat seperti pada avatar karakter yang kini lebih halus, tidak lagi pixelated — meskipun avatar Terra terlihat seakan dia mengantuk ya, atau Edgar yang entah kenapa lehernya terlihat sangat panjang.. :p Termasuk juga pada penampilan ikon-ikon lokasi pada world map, yang kini diperlihatkan secara render 3D. Hebatnya, ikon tersebut menjadi versi mini dari bentuk aslinya. Seperti penampilan baru istana Figaro, jika dulu dalam game aslinya, istana tersebut hanya sekadar berwujud istana saja, tidak menunjukkan bentuk aslinya, serta terlihat begitu pixelated. Keseluruhan di sisi grafis tidak ada masalah berarti. Jauh lebih baik dari visual versi Super NES atau GameBoy Advance, dan juga kualitas rendernya lebih halus dari remake Final Fantasy V yang dirilis akhir tahun lalu. Yah, meskipun penulis pribadi menilai jauh lebih baik, tetap saja ada kesalahan-kesalahan kecil (selain tidak adanya dukungan cloud save) yang membuat remake ini layak mendapatkan 5 bintang. Contohnya, di awal game ada salah pengejaan kata esper menjadi espier… :p

Salah eja langsung di awal permainan, seharusnya esper!
Salah eja langsung di awal permainan, seharusnya esper!

Selain visualnya yang mendapat polesan dengan begitu cantiknya, remake ini juga dioptimalkan untuk pengendalian layar sentuh. Khususnya pada interface pertarungan. Seperti tipikal Final Fantasy klasik, kotak jendela karakter berbaris di sisi bawah layar. Di sini kotak yang juga berfungsi mewakili gauge Active-Time Battle (ATB) tersebut diperlihatkan minimalis. Ketika belum tiba giliran karakter beraksi, hanya diperlihatkan avatar karakter serta jatah HP dan MP-nya. Jendela tersebut perlahan akan naik ke atas mewakili terisinya gauge ATB, dan ketika terisi penuh, selain status HP dan MP, juga terlihat dua command teratas karakter. Saat itu terjadi, kamu bisa sapukan jari ke atas / bawah pada jendela karakter tersebut untuk memunculkan command lainnya, dan memilih command tersebut dengan menyentuhnya.

Solusi cerdas memanfaatkan layar sentuh. Gauge ATB hilang, diganti jendela karakter yang akan naik perlahan.
Solusi cerdas memanfaatkan layar sentuh. Gauge ATB hilang, diganti jendela karakter yang akan naik perlahan.

Lebih lanjut mengamati antar muka pertarungannya, kami menjumpai tombol seperti melarikan diri ditempatkan di sisi kanan-atas, dan di bawahnya ada tombol untuk pause pertarungan. Sedangkan tombol di kiri-atas adalah tombol “otomatis.” Seperti remake mobile Final Fantasy sebelumnya, tombol yang sangat berguna itu berfungsi untuk menjalankan pertarungan secara otomatis, dan karakter akan beraksi berdasarkan pada command terakhir yang kamu berikan padanya pada giliran sebelumnya. Selain itu, Square Enix pun menyesuaikai kendali touch-screen versi mobile ini untuk karakter yang memang membutuhkan input command yang kompleks, seperti Sabin, dimana banyak ability Blitz-nya perlu kombinasi D-pad untuk mengeluarkannya. Untuk Blitz-nya Sabin, di tengah layar akan muncul tombol-tombol panah yang mewakili D-pad 8 arah, yang bisa kamu tekan berukuran untuk mengeluarkan kombinasi gerakan Blitz-nya Sabin. Solusi yang cerdas!

Seperti ini ketika kamu akan memasukkan perintah Blitz-nya Sabin. Jelas lebih mudah dibandingkan menggunakan tombol virtual yang digunakan untuk menggerakkan karakter di field / world map.
Seperti ini ketika kamu akan memasukkan perintah Blitz-nya Sabin. Jelas lebih mudah dibandingkan menggunakan tombol virtual yang digunakan untuk menggerakkan karakter di field / world map.

Beberapa hal kecil yang penulis temui dari mekanis gameplay yang fokus touch-screen ini, misalnya kamu tidak perlu harus menggeser-geser command untuk memilihnya. Misalnya, ketika terakhir kamu sudah menyorot command Magic, dan di giliran yang baru ingin memilih salah satu Magic yang ada di dalam command, maka kamu tinggal menyentuh sembarang bagian layar untuk langsung memunculkan daftar Magic. Contoh lain, ketika pada jendela command kamu sudah menyorot perintah Attack untuk langsung menyerang, kamu bisa langsung menyentuh musuh mana yang ingin diserang dengan perintah tersebut, maka karakter akan langsung bergerak. Penulis juga sangat terbantu dengan cara Square Enix mengelompokkan daftar rapalan sihir dalam command Magic. Karena di sana ketika kamu menyorot command tersebut, otomatis akan muncul beberapa kolom lain yang memisahkan antara rapalan sihir White/Black/Summons, dll.

Memilih sihir menjadi lebih mudah karena dibagi per kategori. Kemudian salah satu fitur yang berguna di versi mobile adalah adanya tombol swap di sisi kanan-atas layar ketika kamu menghadapi skenario yang mengharuskanmu membagi party karakter menjadi dua.
Memilih sihir menjadi lebih mudah karena dibagi per kategori. Kemudian salah satu fitur yang berguna di versi mobile adalah adanya tombol swap di sisi kanan-atas layar (di bawah tombol menu) ketika kamu menghadapi skenario yang mengharuskanmu membagi party karakter menjadi dua.

Selain penyesuaian grafis dan gameplay tersebut, remake baru Final Fantasy VI ini dikembangkan berdasarkan versi GameBoy Advance yang dirilis tahun 2006 lalu. Karena itulah kamu juga langsung mendapatkan skenario dan translasi (nama spell dan monster) yang lebih baik dari versi Super NES. Penambahan lain di versi GBA yang di bawa di sini, seperti tambahan empat esper, Leviathan, Gilgamesh,Cactuar, dan Diabolos; dua area baru, dungeon Dragons’ Den (dengan salah satu boss terkuar, Kaiser Dragon), serta Soul Shrine (dimana kamu bisa terus bertarung melawan monster; dua rapalan sihir baru, serta bestiary dan music player (tersembunyi di dalam menu Config).

Langsung bisa akses semua soundtrack dalam game. Menu Album juga berguna untuk mengingat kembali skenario Final Fantasy dengan jalan cerita paling kompleks ini.
Langsung bisa akses semua soundtrack dalam game. Menu Album juga berguna untuk mengingat kembali skenario Final Fantasy dengan jalan cerita paling kompleks ini.

Kemudian yang menjadi salah satu fitur baru yang juga penting untuk versi mobile ini adalah Album, yang berisi ringkasan momen penting sepanjang permainan yang sudah kamu lalui sebelumnya. Kamu bisa dengan mudah mereview kembali apa saja yang sudah kamu lalui, dan mungkin sedikit lupa di pertengahan atau akhir game ini.

Final-Fantasy-VI-12

Penulis sendiri merasa puas dengan perubahah visual ini, walaupun merasa saat ini atmosfer-nya lebih terang, dan warna-warnanya terlihat. Berbeda dengan game aslinya yang kesannya gelap dan serius. Dengan harga yang mencapai 200 ribuan, Final Fantasy VI mobile ini harganya setara dengan Final Fantasy V, sedikit lebih murah dari remake Final Fantasy IV serta After Years, namun membutuhkan jatah storage terbesar yang mencapai 500 MB. Seandainya benar diubah 3D keseluruhan tampilannya, tidak bisa dibayangkan berapa besar kapasitas memory yang dibutuhkan untuk memainkannya.

Final-Fantasy-VI-14

Jika kamu merasa harga yang ditawarkan terlalu tinggi, sebenarnya tidak perlu terburu-buru membelinya. Sekadar nostalgia, masih bisa memainkan versi GameBoy Advance (ada banyak file ROM dan emulator bertebaran untuk memainkannya) yang sama secara skenario dengan versi mobile ini. Atau, jika mau menunggu, biasanya Square Enix memberikan diskon gamenya pada momen khusus, dimana game mereka dipangkas harganya menjadi separuh saja. Namun untuk penggemar berat Final Fantasy VI yang memang tidak sabar memainkan ulang game tersebut, penulis sendiri tidak akan menghalangi, karena beberapa hal baru yang dimasukkan ke dalam paket remake mobile ini cukup worth it untuk beberapa sesi (jelas, dengan semua endingnya) memainkan kembali Final Fantasy terbaik sepanjang sejarah ini.

  • Dapatkan Final Fantasy VI versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android mininal versi 3.2 dan space storage 493 MB.

FINAL FANTASY VI for Android devices


SHARE
Previous articleValve Berencana Menghapus Steam Greenlight
Next articleLiputan Gala Premiere Boneka Setan: Indonesia’s Child’s Play ?
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.