Inilah Tanggapan King Mengenai Pendaftaran Paten Kata “Candy”

Candy Crush Saga

Seperti diberitakan kemarin, developer yang melejitkan nama Candy Crush Saga, King tinggal selangkah lagi mematenkan kata “Candy”. Itu artinya, tinggal selangkah lagi mereka mendapatkan paten penuh atas kata tersebut, dan bebas menggunakannya dimana saja, mulai dari game hingga merchandise. Langkah dari King ini membuat Apple mulai memberikan “ultimatum” kepada para developer game lain yang menggunakan kata tersebut di game atau aplikasi mereka, seperti Benny Hsu yang mengembangkan All Candy Casino Slots.

Untungnya pendaftaran paten yang dilakukan oleh King ini baru disetujui untuk tahap publikasi saja, yang artinya masih ada sekitar satu bulan bagi developer lain yang merasa “dirugikan” untuk mengajukan banding. Tidak mau developer lain resah dengan langkah mereka mematenkan kata tersebut, King pun angkat bicara. Melalui salah satu juru bicara mereka, King mengutarakan batasan-batasan atas trademark tersebut. “Kami telah mematenkan kata “Candy” di Eropa, karena IP kami terus menerus dilanggar, dan kami melaksanakan hak kami untuk melindungi pemain kami dari kekeliruan,” ungkap juru bicara tersebut kepada GameIndustry.

Candy Crush Saga

“Kami tidak menyerang semua penggunaan kata “Candy”, tentu saja yang sudah sah sesuai hukum. Kami tidak menyuruh developer yang menggunakan kata tersebut secara legal untuk menghentikan game atau aplikasi mereka,” lanjut pernyataan tersebut. “Aplikasi tertentu dalam konteks ini adalah Candy Casino Slots-Jewel Craze Connect: Big Blast Mania Land. Ikon game tersebut dalam App Store hanya bertulisakan Candy Slots, yang sangat terfokus pada paten kami. Selain melanggar IP kami dan developer lain, penggunaan keyword seperti ini sebagai sebuah nama aplikasi tentu juga pelanggaran terhadap syarat dan ketentuan dari Apple,” paparnya.

Tentu saja, penggunaan nama yang hampir mirip ini dilakukan pihak developer untuk sekedar “mendompleng” ketenaran Candy Crush Saga, salah satunya dalam hal ranking pencarian. Hal inilah yang sebenarnya dipermasalahkan oleh King, bukan penggunaan kata “Candy” secara keseluruhan di dalam game. Jika kamu mengetikkan kata Candy saat mencari aplikasi di iTunes atau Google Play Store, tentu kamu akan mendapatkan banyak aplikasi lain yang dimaksud oleh King.

Candy Slots dari Benny Hsu yang dipermasalahkan oleh King

Di sisi lain, bentuk “protes” dari developer lain mengenai langkah King ini terus berlangsung. Dua orang developer independen, uuav dan Caribou melampiaskan aksi protes mereka dengan membuat sebuah game jam yang unik bernama Candy Jam. Siapapun boleh mengikuti game jam ini, asalkan mereka mendaftarkan game yang memiliki kata “Candy” sebanyak mungkin! Peserta akan mendapatkan nilai tambah, jika memasukkan kata “Scroll”, “Memory”, “Saga” dan “Apple” dalam game yang mereka daftarkan. Mengapa mereka membuat game jam seperti ini? Simpel saja, karena mereka menganggap mematenkan kata-kata yang digunakan secara umum adalah tindakan yang bodoh.

Jadi, kamu ingin menggunakan kata “Candy” dalam game atau aplikasimu? Silahkan saja, asal tidak menyalahi aturan yang dipaparkan oleh King di atas.

[Sumber: Kotaku/GI]


SHARE
Previous articleTrailer Terbaru The Raid 2: Berandal Telah Tiba!
Next articleLaunching Official Service Cosmic Break Indonesia
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.