Alternatif Kacamata Cerdas Google Glass, Atheer One Juga Mendukung Konten 3D

Atheer-One-2

Bertambah satu lagi yang ingin bereksperimen menghadirkan kacamata cerdas ala Google Glass yang berfungsi meneruskan banyak notifikasi dan akses beberapa fungsi Android langsung di depan mata. Atheer One, sepasang smart glass yang baru saja mendaftarkan proyeknya untuk pendanaan crowfunding melalui Indiegogo, menjanjikan kemampuan berinteraksi dengan antar muka virtual-nya yang tampil secara 3D hanya melalui tangan, sehingga terlihat lebih natural. Plus, harga retailnya nanti juga bakal lebih terjangkau dibandingkan Google Glass.

Atheer-One-3

Produk baru yang masih menggalang dana di Indiegogo ini disebut Atheer One, yang dikembangkan oleh Atheer Labs. Atheer One terdiri dari kacamata yang akan kita kenakan, dan mendukung interaksi melalui gerakan sapuan jari di udara, karena memang antar mukanya terlihat melayang pada tampilan kacamata Atheer One. Kampanye pendanaan crowfunding Indiegogo etrsebut menampilkan dua produk, Atheer Dev Kit dan Atheer One.

Atheer-One-4

Seperti Google Glass, kedua kacamata tersebut berfungsi menjadi aksesoris atau akhir-akhir ini jamak disebut sebagai wearable device untuk Android, dan hanya bisa terhubung dengan smartphone melalui port micro-USB yang mendukung koneksi MHL atau Slimport. Kemudian Atheer One akan menampilkan antar muka yang menggambarkan layar tablet berukuran 26-inchi dengan resolusi HD saat dilihat dari jarak 50cm. Maka kamu bisa berinteraksi dengan interface tersebut di udara (seakan memiliki tablet yang melayang). Berbeda dengan Google Glass, Atheer One mendukung konten 3D karena kacanya dilapisi lapisan 3D stereo. Atheer Dev Kit dilengkpai sepasang kamera 3D stereo 5-megapixel, sedangkan Atheer One dengan kamera 3D stereo 8-megapixel. Lensanya sendiri dibuat transparan, dengan interface tabletnya diperlihatkan melayang di sekitarmu.

Sayangnya, seperti yang kami sebutkan di atas, Atheer One mutlak membutuhkan koneksi micro USB yang mendukung MHL atau Slimport, karena selama aktivitas memunculkan interface tadi dan mengendalikannya membutuhkan proyeksi gambar beresolusi tinggi, dan untuk menampilkannya secara cepat, dibutukan koneksi melalui MHL atau Slimport. Karena kebutuhan tersebut, Atheer sepertinya tidak lebih praktis dibandingkan Google Glass yang untuk terhubung dengan smartphone hanya membutuhkan koneksi nirkabel. Setidaknya Google Glass yang harganya di atas US $1000 masih terlihat lebih fashinable sebagai sebuah wearable device.

Atheer-One-5

Hingga saat ini masih ada sembilan hari lagi berkontribusi untuk proyek ini. Atheer Labs juga telah menaikkan target mereka yang sebelumnya membutuhkan US $100,000 untuk mewujudkan Atheer One. Sedangkan kontribusinya sendiri, untuk mendapatkan Atheer One kamu bisa menebusnya dengan US $450, atau untuk developer kit dengan US $850. Dev kit-nya lebih mahal, karena di dalamnya dibenamkan prosesor Snapdragon 800, serta memiliki koneksi HDMI, USB, WiFi, Bluetooth, dan GPS. Namun dev kit tersebut juga layarnya terlihat lebih kecil, sekitar 15-inchi ketika dilihat dari jarak 50cm. Atheer Labs mengatakan untuk developer akan tersedia bulan Juni, sedangkan Atheer One akan mulai tersedia enam bulan kemudian.

A vision of the future through immersive 3D glasses, by Atheer Labs

Atheer Labs Gesture and Augmented Reality Demo

Live Gesture Detection From Atheer Labs

Bagaimana menurut kalian Atheer One ini? Konsepnya keren ya, dan sepertinya akan mewujudkan beberapa angan yang sebelumnya hanya eksis melalui film Hollywood saja. Seperti dalam Minority Report, di sana Tom Cruise berinteraksi dengan layar digital menggunakan gerakan tangan untuk menghasilkan beragam fungsi. Contoh lainnya Robert Downey Jr. yang memerankan Tony Stark dalam Iron Man, dia pun juga berinteraksi dengan layar virtual ketike berkomunikasi dengan Jarvis. Apakah Atheer One ke depannya bisa secanggih itu ya!?

Atheer-One-6

Atheer-One-7

Sumber: Indiegogo


SHARE
Previous articleDisney Rencanakan Pixar untuk Membuat Film Star Wars?
Next articleCyberStep Resmi Luncurkan GetAmped 2 di Indonesia!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.