Global Game Jam 2014 Jakarta: Day 1

 

Pada tanggal 24 Januari 2014 kemarin, bertempat di Inixindo Ruko Permata Senayan Blok E2-E5 Jakarta, event Global Game Jam 2014 yang dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia resmi dibuka. Di Jakarta, event ini diikiuti oleh hampir 100 game developer ternama di Indonesia yang mendaftarkan dirinya secara individual, yang natinya akan dikelompokkan ke dalam sebuah grup. Walaupun secara resmi event ini dilaksnakan pada pukul 5 sore, namun para peserta sudah hadir dari jam 1 siang yang membuktikan bahwa rasa antusiasme para peserta terhadap event ini sangatlah tinggi. Acara dibuka dengan kata sambutan dan presentasi dari Co-Founder Toge Online yang juga sekaligus Ketua Panitia Global Game Jam 2014 Jakarta, Kris Antoni. Di presentasinya, selain menjelaskan latar belakang serta tujuan event Global Jam, ia juga menjelasakan ke seluruh peserta, bahwa dalam membuat game-nya, para peserta harus mengacu kepada tema dari event Global Game Jam 2014, “We Don’t See Things as They Are, but As We Are” selain itu Kris menjelaskan bahwa ada 14 Diversifiers (ketentuan / pencapaian) yang dapat dipilih oleh para peserta untuk dimasukkan ke dalam game-nya. Ke-14 Diversifiers tersebut adalah:

1. Back to 1885:

Game yang dibuat menggunakan latar / setting abad 19

2. Can You Come & Play ?

Game yang dibuat mempunyai mode lokal multi-player

3. Design, Create & Play

Keseluruhan konten game (baik grafik maupun suara) dibuat sesuai dengan prosedur yang ada.

4, Hackontroller

Peserta harus membuat game dengan kontroler yang di-desain sendiri oleh peserta ATAU peserta boleh menggunakan rancangan / desain kontroler yang sudah ada namun, kontroler tersebut harus di-modifikasi lagi seunik mungkin.

5. Homo Sapiens Are Boring

Game yang dibuat dimaksudkan untuk dimainkan oleh kucing.

6. Honor Aaron Swartz

Keseluruhan materi / bahan yang dipakai di dalam pembuatan game, HARUS merupakan materi yang ditemukan di dalam Public Domain (domain umum)

7. I Am Who I Want To Be

Karakter yang dibuat di dalam game tidak ditentukan / disebut jenis kelamin-nya.

8. Inclusive

Game yang dibuat, di-desain agar dapat dimainkan oleh grup / individu yang mempunyai kekurangan fisik.

9. Rebel Learns It Better

Game yang bersifat edukasional ini, menampilkan fitur cara / aturan bermain yang tersembunyi yang memang disediakan bagi mereka yang tidak suka mengikuti aturan bermain yang sudah ditetapkan.

10. Round & Round

Rotasi / perputaran adalah salah satu mekanik utama yang digunakan di dalam game.

11. The Ultimate Bechdel Test Survivor

Game yang dibuat harus dapat bertahan dari ketiga Bechdel Test

12. You Only Live Thrice

Karakter dari game yang dibuat hanya mempunyai 3 lives / nyawa. Apabila karakter yang dimainkan mati, maka pemain harus mengulang level tersebut dari awal.

13. You Say It !

Game yang dibuat memanfaatkan audio / suara yang berfungsi untuk memerintahkan pemain agar dapat menciptakan sebuah suara.

14. Activist:

Di dalam game yang dibuat, harus ada unsur Candy atau unsur Saga atau keduanya.

Ketua Global Game Jam Jakarta, Kris Antoni

Acara kemudian dilanjutkan oleh kata sambutan dari Ketua Umum INAICTA 2014, Andreas Surya, kata sambutan dari representatif Kominfo, Bapak Boni serta perwakilan Inixindo, Bapak Andi yang menjelaskan aturan teknis serta tata tertib yang harus dipatuhi selama event berlangsung.

Ketua Umum INAICTA 2014, Andreas Surya

Perwakilan Inixindo, Bapak Andi

Sekitar jam 4 sore, setelah mengadakan sesi foto bersama para panitia dan para peserta Global Game Jam Jakarta 2014, acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok bagi para peserta. Pengelompokkannya disesuaikan dengan keahlian masing-masing peserta seperti: Programmer (ditandai dengan tape berwarna hitam), Artist (ditandai dengan tape berwarna merah), Keahlian lain (ditandai dengan tape berwarna biru) dan di dalam satu kelompok tersebut, haruslah beranggotakan individu yang mempunyai kemampuan yang berbeda. 

Setelah sesi pengelompokkan grup usai, acara dilanjutkan dengan pre-pitching yang dilakukan oleh salah satu perwakilan dari masing-masing kelompok. Individu / representatif  dari kelompok tersebut mempunyai  waktu selama 3 menit untuk menjelaskan ide / konsep game yang akan dibuat oleh kelompoknya. Setelah mendengarkan pitch tersebut, apabila salah satu peserta dari kelompok pendengar pitch merasa lebih tertarik dengan pitch yang diberikan oleh kelompok tersebut, maka peserta tersebut diperbolehkan pindah ke grup tersebut. Sekitar jam 5 sore, setelah menikmati snack yang disediakan, peserta berkumpul lagi untuk melakukan sesi Final Pitching dimana sesi ini merupakan sesi pembentukan grup terakhir dengan anggota serta konsep yang sudah benar-benar matang. Agar dapat memaksimalkan “jualan” pitching tersebut, durasi final pitching ini ditambah 2 menit dari sesi pre pitching. Setelah terbentuk grup yang benar-benar sudah final, event Global Game Jam di hari pertama pun ditutup dengan makan malam bersama yang dilanjutkan dengan pembagian ruang kerja bagi masing-masing kelompok.


SHARE
Previous articleSony Akan Umumkan PlayStation Tertipis Pada 30 Januari 2014
Next articleMicrosoft Berhasil Menjual 7.4 Juta Unit Xbox Selama Tahun 2013
Singer, Radio Announcer, Journalist and Entertainment Savvy and Project Manager@ duniaku.net