Mengintip Suasana dan Game dari Global Game Jam 2014 Jogjakarta!

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

Bagi Jogjakarta, menggelar sebuah event game jam bukan yang pertama kali ini dilakukan lewat Global Game Jam 2014 (GGJ 2014). Beberapa bulan lalu, tentu kamu masih ingat dengan ajang serupa yang disebut dengan Jogja Game Jam 48 Hours (JGJ48) yang juga digelar di Jogja Digital Valley. Jogja jugalah yang juga menjadi salah satu “pencetus” terselenggaranya GGJ 2014 di Indonesia, yang akhirnya diikuti oleh tujuh kota. Selain Jogja, seperti yang kita tahu GGJ 2014 juga dilaksanakan di Jakarta, Bandung, Depok, Semarang, Surabaya dan Bali. Seperti apa suasana Global Game Jam 2014 Jogjakarta ini?

Global Game Jam 2014 Jogjakarta dihadiri oleh sekitar 28 orang dari total 65 jammer yang sebenarnya terdaftar. Acara yang juga disponsori oleh Blackberry ini juga diawali dengan dua Tech/Art Talks seperti di regional lainnya, yang diisi oleh masing-masing Agro Rachmatullah (Meibi Studio) yang membawakan tema “Membangun studio game di Jepang”, dan Yogi Aditya (Hinocyber) yang membawakan tema Post Mortem : Kitaria Defense Online. Setelah presentasi, sama seperti di regional lain terdapat pemutaran video keynote dari panitia pusat GGJ 2014, plus pengumuman tema GGJ 2014 yang belum boleh disebarluaskan sebelum zona waktu terakhir di Hawaii berlangsung.

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

Setelah itu, dimulailah pembentukan grup dengan jumlah anggota yang cukup beragam, mulai dari lima orang bahkan ada yang berani menjadi “single fighter” alias mengembangkan game seorang diri! Bukan hanya game digital saja yang dikembangkan oleh para peserta, tetapi ada juga yang mengembangkan board game. Salah satunya adalah Frida Dwi, atau yang akrab disapa dengan UBe, salah satu “single fighter” dalam GGJ 2014 ini yang mengembangkan board game berjudul Pizza Lover dan akhirnya berubah nama menjadi Pizza Trader.

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

Hiburan juga tidak ketinggalan disediakan dalam area Jogja Digital Valley yang menjadi site pelaksanaan GGJ di Jogjakarta, salah satunya adalah seperangkan Xbox 360 yang disediakan bagi para jammer yang sudah mulai “suntuk” mengerjakan game. Selain itu, banyak kejadian menarik yang mengiringi pelaksanaan GGJ 2014 di Jogjakarta ini. “Ada peserta yang awalnya sangat pesimis dan ragu-ragu pas diajak bikin group, begitu dipanasin dan dikasih sedikit panduan, hasil akhirnya sangat jauh dari ekspektasi. Bagus banget! Saya aja kaget,” ungkap Dennis Adriansyah, salah satu organizer dalam GGJ 2014 Jogjakarta ini.

Global Game Jam 2014 Jogjakarta
Capek develop game? Main game dulu…
Global Game Jam 2014 Jogjakarta
… Atau tidur di mana saja…

Di hari minggu, 26 Januari 2014 yang menandai akhir dari GGJ 2014, para peserta pun secara bergantian mempresentasikan game yang mereka kembangkan. Tercatat, ada delapan game dari site Jogjakarta yang dihasilkan dari delapan kelompok yang terbentuk. Di akhir acara GGJ 2014 atau setelah penutupan, pihak panitia juga “memanjakan” peserta dengan adanya acara makan-makan!

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

UBe yang juga merupakan salah satu organizer dalam GGJ 2014 Jogjakarta ini mengungkapkan kesannya dalam pelaksanaan GGJ 2014. “GGJ kali ini pesertanya lebih banyak dari JGJ kemaren, jadi lebih rame.. Game Jam yang paralel bareng sama regional laen juga bikin makin semangat :D. Sering bolak balik ngintip progress regional laen,” ungkap UBe.

Global Game Jam 2014 Jogjakarta

Penasaran dengan game-game dari Jogjakarta? Langsung simak di halaman selanjutnya…

1
2

SHARE
Previous articleDurasi Trailer Film Dipersingkat
Next articleMicrosoft Dapatkan Lisensi Gears of War dari Epic Games
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.