Merasuki Orc Dalam Demo Pertama Middle-earth Shadow of Mordor

Middle-Earth-Shadow-1

Middle-earth Shadow of Mordor kini menjadi game bertemakan kisah Tolkien yang paling ditunggu. Game action adventure ini mengambil setting dunia The Lord of the Rings, dan akan dirilis untuk PC, PS3, PS4, X360 dan Xbox One. Seperti yang kami tuliskan sebelumnya, game ini akan menjembatani event antara trilogi The Hobbit dan The Lord of the Rings, namun belum dipastikan kapan akan dirilis oleh Warner Bros. Interactive Entertainment selaku publisher-nya.

Minggu lalu Monolith merilis demo game ini, sehingga kami bisa melihat lebih detail seperti apa mekanis gameplay-nya. Kamu mengendalikan Talion, seorang ranger dari Gondor dan Guardian of the Black Gate yang baru saja kehilangan segalanya yang berarti baginya (termasuk nyawanya sendiri) akibat ulah pasukan Sauron. Tujuannya kini adalah balas dendam, dan satu cara terbaik untuk mencapainya adalah masuk di tengah jajaran Dark Lord pasukan Sauron, memburu semua key captain dan war chief di tengah pasukan orc, hingga akhirnya pasukan elit Sauron, Black Captain menunjukkan wujudnya.

Keseluruhan Monolith membuatnya sebagai game action adventure yang terbuka, alias open world, dan kamu diberi kebebasan untuk melakukan side quest atau berkeliaran di atas dunianya sembari melakukan misi utama. Sekilas banyak aspek permainannya mirip seperti pada serial Assassin’s Creed dan Batman Arkham, namun dengan beberapa fitur yang berhubungan dengan bagaimana Talion bisa mendapatkan posisi di tengah pasukan Sauron.

Bagaimana Talion bisa mendapatkan kepercayaan di tengah pasukan Sauron berhubungan dengan jati dirinya saat ini. Setelah Talion terbunuh, dia dibangkitkan oleh Wraith misterius yang merasuki tubuhnya. Sehingga kini dia tidak seperti roh yang membangkitkannya, Talion seakan eksis di dunia manusia. Dia masih mendapatkan tubuh fisiknya, sekaligus memiliki kemampuan seperti wraith pada umumnya, seperti mampu melakukan teleport langsung mendekat ke suatu makhluk (misalnya orc) ketika berada dalam spirit world para wraith, dan segera berganti ke dunia fisik untuk bertarung melawannya.

Middle-Earth-Shadow-2

Dengan kemampuan tersebut, Talion bisa mempengaruhi hirarki dinamis dan AI prosedural yang dimiliki setiap orc, dan memungkinkan komunitas di Mordor bereaksi pada pengaruh yang diberikan Talion ke tengah mereka, melalui siapa pun yang dia manfaatkan. Di sinilah developer mengenalkan satu sistem yang memungkinkan orc yang kamu pengaruhi dengan bantuk kekuatan wraith, bisa naik karir militernya dan memiliki pengaruh kekuatan yang lebih besar. Satu yang dicontohkan melalui demo adalah melalui Ratbag, orc kelas bawah yang diceritakan baru saja mendapatkan posisi baru.

Ada beberapa cara bagaimana Talion bisa mendekati Ratbag. Mulai kamu bisa memasuki dunia wraith (semacam eagle vision dalam Assassin’s Creed) untuk mengidentifikasi dan menginterogasi target yang memiliki informasi mengenai Ratbag. Atau kamu memilih cara yang lebih cepat, langsung menyusup ke tengah kawanan orc, entah dengan mengendap-endap, melumpuhkan beberapa orc lainnya, sampai kamu berada di hadapan targetmu, Ratbag.

Dia memang bisa dilumpuhkan seperti lainnya, namun jika memang tujuannya memanfaatkan Ratbag, maka kamu bisa memilih opsi Domination, dimana Talion menggunakan kekuatan wraith-nya untuk merasuki Ratbag dan memanfaatkannya untuk melakukan beberapa tugas yang memudahkanmu. Kamu bisa memiluh opsi Terrorize, maka dia akan menyebarkan cerita mengenai kehebatanmu, sehingga menimbulkan ketakutan di tengah orc lainnya. Atau mengirim orc itu kembali ke tengah komunitasnya, dan dia akan menjadi mata-mata untuk memberimu informasi mengenai kekuatan dan kelemahan orc yang posisinya lebih tinggi.

Jika merasa beberapa opsi tersebut terlalu bertele-tele, kamu bisa pilih opsi Assassinate, untuk mendapat akses ke dalam bagian terdalam semua ingatannya. Di sana kamu bisa mendapatkan susunan hirarki dari pasukan orc, dan siapa saja anggotanya. Melalui informasi tersebut, maka kamu bisa melihat siapa pemimpin tertinggi di area tersebut, dan memerintahkan Ratbag untuk membantumu menghabisi pemimpinnya itu. Untuk Ratbag ini, ternnyata kaptennya adalah Orthog, dan sebenarnya dia berperan sebagai bodyguard dari pemimpinnya itu.

Seperti Ratbag, Orthog ini ternyata dulunya juga pernah bertarung dengan Talion, dan karakter kita berhasil mengalahkannya, hingga menimbulkan kebencian di hati Orthog. Itu juga berlaku pada orc lain yang pernah bertarung dengan Talion, dia akan terus mengingat perlakuan Talion. Beberapa mungkin akan menempatkan jebakan untuk Talion, dan yang lain bersiap memperkuat pertahanan dengan memilih bodyguard, kuatir jika sewaktu-waktu akan kamu serang. Namun ada juga yang menikung dan memilih menjadi sekutumu seiring Orc rank-mu naik dalam misi memburu Black Captain. Dan seriap kali kamu bertemu dengan Orc yang familiar dengan Talion, maka kamu akan melihat sedikit adegan sinematik prosedural khusus yang menggambarkan bagaimana Orc tersebut dulu pernah bertemu Talion.

Middle-Earth-Shadow-3

Mekanis menjadikan musuh sebagai double-agent tersebut memang keren. Dan yang kami sukai, ada opsi bagaimana kamu mau memperlakukan musuh yang dengan mudah dilumpuhkan dengan kekuatan wraith. Mau menghabisinya saat itu dan mencari Orc kelas bawah lainnya, atau memanfaatkannya lebih jauh, untuk mendukung aksi penghabisan kaptennya yang jelas jauh lebih kuat. Monolith sukses sedikit membuat kami lupa jika gerakan dasar platforming dan teknik bertarung Talion di sini sebenarnya familiar bagi kamu yang sudah sering emmainkan Assassin’s Creed atat Batman Arkham.

Talion bisa melompat dengan luwes melalui struktur besar di sepanjang permainan, bersembunyi dalam semak dan memancing musuh mendekat untuk penghabisan diam-diam, hingga masuk ke dunia wraith yang fungsinya mirip Eagle Vision, memungkinkanmu mengidentifikasi dan menandai musuh yang penting untuk melanjutkan permainan. Sedangkan beberapa aspek Batman Arkham terlihat dengan gerakan Talion yang bisa men-stun musuh seperti cape stun-nya Batman, melompat ke sisi atas musuh dan mengapitnya dan menghabisi mereka dengan cepat, atau melancarkan serangkaian serangan yang berujung pada gerakan penghabisan yang lebih keren.

Apalagi game ini juga dikembangkan dengan engine LithTech yang diciptakan oleh Monolith Productions dan Microsoft, yang berdasar dari demo tersebut terlihat begitu mengagumkan. Langsung saja kamu melihat video dari demo pertama Middle-earth: Shadow of Mordor yang diiringi dengan penjelasan dari Monolith Design Director, Michael De Plater.

Middle-Earth Shadow of Mordor Gameplay


SHARE
Previous articlePara Mutan X-Men: Days of Future Past, Pamer Kekuatan di 25 Cover Baru Empire
Next articleNintendo Juga Akan Membuat Game Android, Dengan Target Rilis Tahun 2014
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.