Review Flappy Bird: Minggir Dulu Angry Birds, Inilah Standar Adiktif Baru di Platform Mobile

Flappy-Bird-1

Jika tahun lalu menyebut kata burung di dunia game mobile, mungkin langsung terbesit serial Angry Birds. Kemudian jika membahas mengenai game dengan tingkat kesulitan hardcore, sebagian gamer setuju predikat tersebut patut diberikan untuk Dark Souls. Dan sekarang bagaimana hasilnya seandainya kedua judul tersebut dipadukan? Kalau untuk saat ini, kita mendapatkan Flappy Bird.

Game buatan seorang developer asal Vietnam, Nguyễn Hà Đông yang kemudian diterbitkan oleh sebuah developer game indie kecil di Vietnam, .GEARS Studios tersebut akhir-akhir ini menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di beberapa jejaring sosial. Ada yang menyebutnya berbahaya dengan alasan sangat adiktif, ada juga yang beralasan agar pemainnya tidak sampai stress karena gagal meraih nilai yang lebih baik dari teman-temannya, namun ada juga dengan alasan preventif agar pemainnya tidak sampai membanting smartphone atau tablet yang mereka gunakan unuk bermain. Sebegitu ekstrem kah game yang secara kapasitas sebenarnya hanya berukuran 894 Kb di Android dan 2.4 MB di iOS tersebut?

Flappy-Bird-4

Flappy Bird awalnya dirilis Mei 2013 lalu untuk iPhone 5, namun kemudian mendapatkan pembaruan agar juga kompatibel dengan iOS6 pada awal September 2013. Sejak pertama kali dirilis, game ini langsung banyak diunduh pengguna iOS. Satu alasan yang membuatnya menarik adalah karena free-to-play, plus dengan cepatnya pengenalan game ini melalui pemasaran viral berkat sifat kompetetif para pemainnya yang merasa tidak ingin nilainya tersaingi oleh teman-temannya (berkat integrasi Game Center dan Google Play), nama Flappy Bird dengan cepat menyebar. Hingga per Januari 2014 kemarin, game ini sudah menduduki peringkat puncak kategori “gratis” di App Store Amerika dan China, serta bahkan App Store UK menyebutnya sebagai “Angry Bird yang baru” — meskipun mungkin karena tingkat kesulitannya, bisa membuat para pemainnya benar-benar marah. Sebelum dirilis di Android awal Februari ini, Flappy Bird mengawali penetrasi mobilenya sepanjang Januari 2014 sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh di App Store.

Kami yakin sebagian besar kalian sudah mengenal game ini, dan mungkin sudah berusaha keras (semoga bukan dengan membanting gadget yang digunakan untuk bermain sekeras-kerasnya) memainkannya hanya untuk mendapatkan nilai yang lebih baik. Flappy Bird terkenal berkal mekanis permainannya yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan waktu pembelajaran panjang, namun akan sangat susah dikuasai. Kesederhanaan tersebut juga berlanjut pada grafisnya, yang digambarkan sebagai game klasik era 8-bit. Tampilannya pixelated, tidak banyak detail di lingkungannya, dan bahkan musiknya pun juga minimalis. Sepertinya sepanjang permainan kamu hanya mendengar suara kepakan sayap burung tersebut, dan juga efek suara ketika dia jatuh atau menabrak rintangan.

Flappy-Bird-2

Sebenarnya konsep game ini seperti tipikal endless runner, dengan burung yang kamu kendalikan akan bergerak otomatis ke kanan dalam tampilan 2D. Karena itulah bisa juga kita memasukkannya sebagai game side-scrolling, dimana kontrol utamamu adalah satu jari untuk menyentuh layar dan membuat burung tersebut mengepakkan sayapnya agar bisa tetap di udara. Dengan menjaganya terus terbang, tidak sampai jatuh dan kalah, kamu sudah menguasai satu mekanis dasar Flappy Bird.

Semudah itukah? Tidak! Sepanjang perjalanan terbangnya, burung tersebut perlu menghindari sepasang pipa di sisi atas dan bawah layar, dan hanya menyisakan satu jalan kecil dimana burung ini bisa melaluinya. Jalan kecil tersebut berbeda-beda posisinya. Bisa di bawah, atas, atau di tengah. Dan sebagaimana ketika burung ini jatuh ke tanah, jika mengenai pipa-pipa tersebut juga sama, permainan selesai alias Game Over. Tujuan permainannya adalah kamu harus menyentuh layar, membuat burung ini terbang sambil sebanyak mungkin menghindari pipa yang menghalangi jalan. Makin banyak pipa dilalui, makin besar nilainya. Semudah itukah? Tidak! Percayalah, game ini tingkat kesulitannya jauh lebih hardcore dari Demon’s Souls atau Dark Soul sekalipun, dan dijamin lebih mudah membuatmu frustasi.

Flappy-Bird-3

Namun karena kesederhanaan mekanis gameplay-nya, mereka pemain Flappy Bird tidak jera. Game Over sekali sama dengan 10 kesempatan untuk mencobanya kembali. Selain itu, fitur leaderboard yang terintegrasi dengan Game Center serta Google Play membuat semua pemain seakan ingin duduk di puncak. Atau setidaknya, menaikkan posisinya dengan melalui lebih banyak pipa. Entah sudah berapa ratus kali kami melihat layar Game Over-nya, namun tetap saja tidak bisa berhenti memainkannya. Dan itu bukan karena ada iming-iming achievement, atau bisa membuka level baru seandainya mencapai nilai tertentu. Mencapai nilai tertentu hanya memberimu medal, mulai Bronze, Silver, Gold (hard), Platinum (very hard). Dan ketika kamu melibatkan temanmu selama permainan, unsur adiktifnya bekerja, karena kamu akan terus berusaha melampai nilai yang dicapai temanmu. Tidak heran jika karena game ini bahkan banyak yang menawarkan jasa hack yang mampu membuat nilainya meningkat drastis, dan itu pun tidak gratis.

Mencoba bermain jujur, menghabiskan puluhan jam, namun ternyata nilainya kok ya sebegitu saja? Jangan kuatir, bukan hanya kalian saja yang frustasi kok. Masuk saja ke Twitter, hashtag #flappybirdproblemsnight menyimpan banyak curhat pemain Flappy Bird yang sudah mulai frustasi dengan game ini.

Flappy-Bird-5

Menjadi game gratisan, publisher menyisipkan iklan di dalam game sebagai sumber pemasukan mereka. Namun untunglah selama bermain tampilan layar tidak terganggu dengan iklan. Seandainya ada opsi untuk membayar dan menghapus saja iklan tersebut seperti tipikal game gratis lainnya. Dan menyinggung game gratis, saat ini pun dengan cepat Flappy Bird sudah menduduki peringkat pertama game “free” di Google Play. Jika belum mengunduhnya, kami sarankan jangan melakukannya jika tidak ingin ketagihan. Dan jika sudah memainkannya, mari kita bandingkan berapa nila tertinggi yang berhasil kalian raih.

Oh ya, developer game ini, Nguyễn Hà Đông mengkonfirmasikan melalui akun Twitter-nya, bahwa versi Windows Phone game ini sedang menunggu persetujuan dari Microsoft, dan seharusnya dalam 10 hari ke depan akan hadir untuk Windows Phone.

  • Dapatkan Flappy Bird versi iOS melalui Apple iTunes / App Store. Membutuhkan iOS minimal versi 6.0 dan storage 2.4 MB.
  • Dapatkan Flappy Bird versi Android melalui Google Play Store. Membutuhkan Android minimal versi 2.2 dan storage 894 KB.

SHARE
Previous articleUNIPIN Top Up Imlek Digital Eight
Next articleAksys Games Siap Membawa Mind Zero ke Barat
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.