Impresi Awal Clash of Gods Indonesia

Clash of Gods

Kilas balik saat Indonesia Game Show (IGS) 2013 lalu, Qeon Interactive mengkonfirmasikan tiga judul baru yang siap mereka publikasikan di Indonesia, antara lain Kingdom Under Fire (KUF) II, Lime Odyssey dan Clash of Gods Indonesia. Judul terakhir inilah yang akhirnya menjadi game pertama Qeon untuk tahun 2014 ini, yang sebenarnya sudah mengalami penundaan sekitar dua bulan dari rencana awal pada akhir Desember 2013 lalu. Qeon sendiri sudah menggulirkan fase VIP Test dari game ini yang diikuti oleh beberapa gamer yang beruntung, dan tanggapan mereka atas game ini cukup positif.

Saat ini, Qeon tengah menyiapkan game ini untuk bisa dimainkan mulai tanggal 28 Februari 2014 yang akan datang, dimana pada tanggal tersebut mereka akan menggulirkan fase Closed Beta Test (CBT) yang bisa diikuti oleh siapa saja, tanpa harus memiliki undangan tertentu layaknya VIP Test lalu. Di tengah-tengah persiapan untuk CBT ini, Duniaku mendapatkan kesempatan untuk menjajal sejauh mana progress game ini menyambut CBT yang sudah tinggal beberapa hari ini. Duniaku sendiri sempat beberapa kali menjajal Clash of Gods, antara lain yang pertama adalah saat pertama kali diundang dalam uji coba tertutup di markas Qeon sekitar pertengahan tahun lalu dan juga saat game ini dipamerkan dalam IGS 2013.

Impresi Awal Clash of Gods Indonesia

Duniaku mendapatkan kesempatan menjajal Clash of Gods Indonesia sebelum game ini memasuki fase CBT akhir Februari mendatang. Simak impresi awal kami di dalam!

Abaikan

Perbedaan yang mencolok antara versi kali ini dengan beberapa versi sebelumnya yang pernah kami coba tentu dalam hal translasi bahasa. Saat pertama kali mencoba game ini pertengahan tahun lalu, Clash of Gods masih menggunakan bahasa aslinya, China. Memang, penundaan rilis yang dilakukan oleh Qeon salah satunya adalah memperbaiki translasi bahasa, dan terbukti translasi bahasa Clash of Gods kali ini jauh lebih baik. Namun kami masih menemukan ada beberapa bagian yang belum ditranslasi sepenuhnya, seperti keterangan item, hingga tombol konfirmasi atau batal yang masih menggunakan huruf-huruf China. Namun masih ada beberapa hari sebelum CBT digulirkan untuk kembali membenahi beberapa translasi tersebut.

Game ini mendapatkan sambutan yang sangat meriah di negara asalnya, dan tercatat saat CBT game ini di sana, ada lebih dari 45.000 gamer yang mendaftarkan diri untuk berpartisipasi, padahal key yang disediakan hanya sebanyak 5.000 key saja. Antusiasme gamer tersebut cukup beralasan, karena memang game ini hadir dengan grafis yang cantik. Mungkin grafis yang ditampilkan tidak secanggih game-game next gen, namun game ini menampilkan detail lingkungan dan animasi yang indah. Contohnya dalam hal efek lingkungan, kamu bisa melihat tetesan air, badai, hingga rumput yang bergerak saat dilewati karakter ditampilkan dengan detail dan luwes. Apalagi jika kamu memainkan game ini dengan setting tertingginya. Namun grafis yang indah ini bukan berarti membuatmu harus meng-upgrade spesifikasi komputer, karena Clash of Gods juga menyediakan beberapa setting yang ramah untuk PC low end.

Clash of Gods

Game ini menyediakan empat class yang bisa kamu pilih,. Jika kamu suka dengan serangan magic jarak jauh dan kemampuan healing dan buff, maka Shaman adalah class yang cocok untukmu. Selanjutnya ada Nightblade yang mengandalkan serangan melee cepat, dengan akurasi tinggi dan sering menghasilkan serangan critical. Class ketiga adalah Destroyer yang merupakan kelas tanker dengan damage dan HP yang besar, namun memiliki pergerakan yang lamban. Terakhir ada Spell Sword yang memiliki magic dengan efek area, namun memiliki HP dan pertahanan yang kecil.

Lanjut ke halaman selanjutnya untuk review mengenai gameplay dan fitur-fitur lainnya…

1
2

SHARE
Previous articleUnduh Versi Terbaru BBM iOS dan Android, Kini Mendukung BBM Voice dan Channel
Next articleLima Winter 2013-2014 Anime Untuk Temani Valentine-mu!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.