Untuk Apa Facebook Membeli WhatsApp? Benarkah Tidak Ada Perubahan?

Facebook-WhatsApp-2

Meskipun belum jelas apa tujuan utama Facebook membeli WhatsApp, namun banyak yang menduga bahwa dengan begitu besarnya pemasukan Facebook dari iklan di halaman mobile-nya, mereka juga akan memasukkan iklan-iklan tersebut menghiasi jendela chat di WhatsApp, seperti tipikal instant messaging lainnya yang juga mulai menawarkan paket iklan khusus untuk para pengguna bisnis yang ingin lebih dekat dengan pengguna instant messaging tersebut. Namun melalui post di blog WhatsApp, sementara ini kita bisa tenang karena bagian persetujuan pembelian WhatsApp oleh Facebook adalah tidak adanya perubahan apa pun di tengah aplikasi WhatsApp.

WhatsApp akan tetap beroperasi di Mountain View, California. Mereka juga akan tetap menggratiskan aplikasi tersebut selama setahun, dan biaya berlangganan untuk tahun selanjutnya yang hanya US $0.99 atau sekitar Rp. 12 ribuan setiap tahunnya. Semua platform yang bisa mengoperasikan WhatsApp tetap bisa menggunakan, dan menurut post di blog-nya, aplikasi ini akan tetap bebas dari iklan.

“There would have been no partnership between our two companies if we had to compromise on the core principles that will always define our company, our vision and our product.” ujar CEO Facebook, Jam Koum. Dia menambahkan, “Doing this will give WhatsApp the flexibility to grow and expand, while giving me, Brian, and the rest of our team more time to focus on building a communications service that’s as fast, affordable and personal as possible”. Hal itu senada dengan yang diungkapkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam post resminya bahwa jejaring sosial tersebut tidak akan merubah WhatsApp.

Pernyataan resmi keduanya cukup menenangkan pengguna WhatsApp, yang kuatir akan adanya perubahan. Namun seperti yang kita ketahui sebelumnya, ketika Facebook membeli Instagram, kita juga mendapat pernyataan bahwa jejaring sosial berbasis foto tersebut tidak akan berubah, meskipun kemudian sempat muncul peraturan baru yang membuat banyak penggunanya keberatan. Demikian juga dengan WhatsApp kali ini. Kita tidak tahu seperti apa ke depannya Facebook memanfaatkan instant messaging tersebut dan 450 juta penggunanya.

Apakah benar untuk iklan mobile? Atau memungkinkan kita meng-update status Facebook melalui WhatsApp? Atau bisa juga, dengan mengintegrasikan Facebook Chat dengan WhatsApp? Bagaimana menurut kalian, sebenarnya untuk apa Facebook membeli WhatsApp dengan nilai yang fantastis Rp. 224 trilyun?


SHARE
Previous articleDua Featurette Menarik The Amazing Spider-Man 2 dari Sony
Next articleDetail Kekuatan Para Mutan di X-Men: Days of Future Past
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.