Super Chibi Knight, Game yang Dikembangkan Ayah dengan Putrinya yang Berumur Delapan Tahun

Jika kita seringkali menjelajah Kickstarter, maka kita akan seringkali menemukan banyak proyek yang unik, baik dari segi teknisnya, maupun dari segi siapa yang mengembangkannya. Salah satunya adalah Super Chibi Knight, salah satu RPG kini tengah berjuang untuk mendapatkan pendanaan di website crowdfunding terbesar tersebut. Dari segi genre maupun gameplay yang ditawarkan, mungkin Super Chibi Knight hampir sama dengan RPG-RPG lain yang ditawarkan di pasaran. Namun dari segi siapa yang mengembangkan, game ini unik karena merupakan hasil karya seorang ayah dengan putrinya yang baru berusia delapan tahun, yang menamakan diri mereka Pesto Force!

Super Chibi Knight, Game yang Dikembangkan Ayah dengan Putrinya yang Berumur Delapan Tahun

Seorang ayah berusia 33 tahun mengembangkan game bersama dengan putrinya yang baru berumur delapan tahun. Hasilnya adalah sebuah game RPG berjudul Super Chibi Knight. Seperti apa game-nya? Simak di dalam!

Abaikan

Dia adalah Nick Pasto, seorang ayah berusia 33 tahun yang kini mengembangkan game tersebut dengan Bella, putrinya yang baru berusia delapan tahun. Jangan kira Bella hanya memberikan “semangat” kepada ayahnya, atau mungkin hanya ide-idenya saja, karena dialah yang membuat concept art dari game ini! Selain menggambar sebagian concept art game ini, Bella juga menyumbangkan suaranya untuk karakter di dalam game, plus menjadi tester setelah game-nya jadi kelak. Sedangkan sang ayah sendiri menangani koding dan juga finishing art yang dibuat oleh Bella.

Super Chibi Knight, Game yang Dikembangkan Ayah dengan Putrinya yang Berumur Delapan Tahun

Seorang ayah berusia 33 tahun mengembangkan game bersama dengan putrinya yang baru berumur delapan tahun. Hasilnya adalah sebuah game RPG berjudul Super Chibi Knight. Seperti apa game-nya? Simak di dalam!

Abaikan

Bisa ditebak, karena art-nya digambar oleh seorang anak berusia delapan tahun, maka Super Chibi Knight ini memiliki nuansa yang lucu dan penuh warna. Dalam game RPG single player ini, kamu diajak untuk menelusuri Kingdom of Oukoku, untuk melawan seorang penyihir misterius yang baru saja melepaskan minion-minion untuk menyerang para penduduknya. Selama mengejar sang penyihir yang bernama General Tso ini, kamu akan berpetualang dalam sebuah gameplay ala platformer 2D, dengan sistem pertarungan hack and slash plus beberapa elemen RPG. Dalam game ini, kamu bisa meningkatkan level dari senjata dan armor yang digunakan, yang mana setiap perubahan level ini selain menambah kekuatan, juga akan mengubah penampilan dan warna senjata tersebut.

Beberapa fitur lain yang disediakan adalah special attack yang bisa dipelajari, serta dua class yang bisa kamu pilih untuk kelanjutan karaktermu, yang menawarkan kemampuan spesial berbeda satu dengan lainnya. Selain itu, di setiap level kamu juga akan menemui beberapa boss raksasa yang harus kamu lawan, serta beberapa rahasia lain yang bisa kamu pecahkan.

Super Chibi Knight sendiri bukanlah sebuah nama baru, melainkan sekuel dari Chibi Knight yang sebelumnya hanya dirilis untuk web saja di portal Armor Games. Sang ayah, Nick Pasto sendiri juga bukan pendatang baru di dunia pengembangan game, karena sebelumnya dia pernah menelurkan Abobo’s Big Adventure yang berhasil di-download hingga 8.3 juta kali dan berhasil menyabet gelar Game of The Year di portal Newgrounds tahun 2012 lalu. Berbeda dengan prekuelnya, game ini nantinya tidak akan dirilis di web, melainkan untuk PC, Mac dan Linux. Saat ini, selain berjuang mendapatkan pendanaan US $6000 di Kickstarter (hingga artikel ini ditulis, game ini sudah mendapatkan US $4.018 dengan 28 hari tersisa), game ini juga tengah menggalang dukungan di Steam Greenlight agar nantinya bisa menjadi salah satu game yang dipublikasikan di Steam.

[Sumber: Kickstarter/Steam Greenlight]


SHARE
Previous articleLima Hal yang Membuat Bravely Default Lebih Unggul dari Final Fantasy
Next articleSeri TV Heroes Kembali dalam 13 Episode Baru

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.